logo rilis
Begini Curhat Anak-anak Jika Sekolah Kembali Dibuka
Kontributor
Elvi R
04 Juni 2020, 13:43 WIB
Begini Curhat Anak-anak Jika Sekolah Kembali Dibuka
Penyemprotan desinfektan di sekolah guna merdam penyebaran COVID-19. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Jakarta— Sekolah sudah ditutup sejak tiga bulan terakhir. Anak-anak terpaksa belajar di rumah menggunakan teknologi terkini. Mereka harus menjalani Pembalajaran Jarak Jauh (PJJ). 
Namun, dewasa ini keadaan diklaim membaik dan pelaksanaan new normal akan dijalankan. Masyarakat, baik dewasa dan anak-anak diminta hidup berdampingan dengan virus corona setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Lalu bagaimana si pendapat anak sekolah baik SMP dan SMA di wilayah DKI Jakarta? Tim rilis.id mencoba membuat jajak pendapat dengan siswa-siswi ini untuk mendengarkan suara mereka.

Adalah Rofiq, siswa MAN 13 di bilangan Jakarta Selatan mengaku cukup antusias. Dia mengatakan, sudah rindu sekolah, karena selama tiga bulan hanya sekolah melalui PJJ.

"Kalau sekolah lagi bagus dong, saya sudah kangen dengan teman-teman di sekolah, main di sekolah. Kangen sama nongkrong juga," ujar Rofiq kepada rilis.id, Kamis (4/6/2020).

Menurutnya, jika new normal dilaksanakan, siswa mampu menjalankan protokol kesehatan. Memakai masker, cuci tangan, menggunakan face shield dan lainnya akan dilaksanakan demi menjaga kesehatan.

"Kita sudah tahu protokol kesehatan. Sekarang juga kalau terpaksa keluar buat sesuatu yang mendesak kita pakai masker. Ibu saya juga selalu membawakan hand sanitizer," jelasnya.

Beda halnya dengan Rofiq, Pia, siswi dari sekolah yang sama mengaku masih khawatir dengan masifnya penyebaran virus corona. Angka penularan COVID-19 yang masih tinggi membuatnya khawatir jika harus sekolah setiap hari.

"Kalau sekolah setiap hari dengan jam yang masih normal kita khawatir kalau kita ketularan COVID-19. Tapi kalau sekolah enggak setiap hari bisa ketinggalan pelajaran," ungkapnya.

Pia adalah salah satu siswi pengguna angkutan umum, yakni kereta listrik Jabodetabek. Angkutan massal yang pernah menjadi zona merah itu juga membuat siswi ini khawatir kembali ke sekolah. 

"COVID-19 masih mengkhawatirkan, meski yang meninggal sudah berkurang. Tapi, tetap saja nikin khawatir kalau isolasi sendirian," kata Pia.

Siswa SMP lain Muhammad Putra mengaku lebih senang menjalani PJJ. 

"Soalnya pasien karena virus coronanya masih banyak banget. Saya di rumah ada internet lancar jadi PJJ enggak masalah sih," ujarnya.

Meski mengaku cukup kangen dengan sekolah, teman-teman dan aktivitas di MTS Al Husna. Namun, Putra lebih nyaman di rumah di saat pandemi seperti saat ini.

"Kalau di rumah kita enggak harus menjauhi kerumunan. Kalau di sekolah kita harus bawa bekal sendiri. Susah makan dan pasti harus jauhi kerumunan. Bakal sulit dan repot," ujarnya.

Kesulitan untuk menghindari kerumunan dikarenakan, di sekolah setiap pagi dilaksanakan solat dhuha berjamaah dan siang hari solat zuhur berjamaah. Sementara ada juga kegiatan ceramah seusai solat.

"Di sekolah banyak kegiatan keagamaan, jadi kita selalu banyak kumpul. Belum lagi kalau mau ngobrol. Masa ke sekolah enggak ngobrol sama temen," pungkasnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID