Bawaslu Tak Mau Dikaitkan dengan Tersangka Suap Agustiani - RILIS.ID
Bawaslu Tak Mau Dikaitkan dengan Tersangka Suap Agustiani
Zulhamdi Yahmin
Jumat | 10/01/2020 21.00 WIB
Bawaslu Tak Mau Dikaitkan dengan Tersangka Suap Agustiani
FOTO: Antara

RILIS.ID, Jakarta – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI tidak mau dikaitkan dengan tersangka kasus suap penetapan anggota DPR RI terpilih 2019-2024, Agustiani Tio Fridelina yang merupakan anggota Bawaslu 2008-2012.

"Penetapan salah satu tersangka lainnya berinisial ATF sebagai tersangka tindak pidana korupsi sama sekali tidak ada kaitan dengan Bawaslu," kata Ketua Bawaslu RI, Abhan, di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Abhan menegaskan, Agustiani Tio Fridelina saat melakukan dugaan tindak pidana korupsi bukan dalam kapasitas sebagai anggota Bawaslu. 

Setelah purnatugas sebagai salah satu penyelenggara pemilu, Agustiani Tio Fridelina aktif di partai politik, bahkan maju sebagai calon anggota DPR RI dari PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Jambi pada Pemilu 2019 dan bersaing dengan 108 caleg lainnya.

"Yang kami ketahui dia adalah calon anggota DPR RI Dapil Provinsi Jambi. Sekali lagi kami tegaskan tidak ada kaitannya dengan Bawaslu RI," ujar Abhan.

KPK menetapkan anggota KPU RI Wahyu Setiawan (WSE) dan kader atau caleg dari PDIP Harun Masiku (HAR) sebagai tersangka kasus suap terkait dengan penetapan anggota DPR RI terpilih 2019-2024.

Selain dua orang itu, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya, yaitu mantan anggota Badan Pengawas Pemilu atau orang kepercayaan Wahyu, Agustiani Tio Fridelina (ATF) dan Saeful (SAE) dari unsur swasta.

Penerima, Wahyu dan Agustiani disangkakan melanggar Pasal 12 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pemberi, Harun dan Saeful, disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sumber Antara


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID