logo rilis
Barang Bukti 11 Kg Sabu-Sabu Raib, IPW Sarankan Kapolri Bentuk Timsus
Kontributor
RILIS.ID
06 April 2021, 19:05 WIB
Barang Bukti 11 Kg Sabu-Sabu Raib, IPW Sarankan Kapolri Bentuk Timsus
Ketua Presidium Ind Police Watch Neta S Pane/Ilustrasi Rilis.id

RILIS.ID, JAKARTA— Kasus hilangnya barang bukti (BB) 11 kilogram (Kg) sabu-sabu (SS) di Surabaya, Jawa Timur perlu diusut Mabes Polri.

Kapolri perlu memerintahkan Kabareskrim untuk membentuk tim khusus dalam mengusutnya.

”Langkah ini agar diketahui secara persis barang bukti itu hilang di lingkungan kepolisian, kejaksaan, atau di mana?” ujar Ketua Presidium Ind Police Watch Neta S Pane dalam siaran persnya yang diterima Rilis.id, Selasa (6/4/2021).

Menurut Neta, IPW melihat kasus hilangnya BB SS sebanyak 11 kg itu menunjukkan adanya mafia pengutil BB di lingkungan aparatur penegak hukum yang membuat BB tidak aman, terutama jenis narkoba.

”Tikus tikus pengutilnya tidak boleh dibiarkan!” tegasnya.

Hilangnya BB SS 11 kg itu terungkap dalam sidang terhadap Agus Hariyanto, kurir narkoba asal Medan.

Terkuaknya BB SS seberat 11 kg raib dalam persidangan ini mengejutkan banyak pihak. Dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan dari Kejari Surabaya dinyatakan terdakwa Agus Hariyanto pada Sabtu (5/9/2020) di Hotel Swiss Bell Medan, Sumatera Utara, bersama Riki Reinnaldo (tewas ditembak aparat) mendapat 35 bungkus SS dalam kemasan teh asal Tiongkok masing masing seberat 1 kg dari bandar Saepudin (DPO) untuk dibawa ke Jakarta dan Surabaya.

Barang bukti sabu yang dimasukan dalam dua koper tersebut oleh terdakwa sebanyak 15 bungkus (15 kg) diserahkan kepada pengedar di Jakarta. Namun petugas Satresnarkoba Polrestabes Surabaya yang telah memetakan keberadaannya, Senin (6/9/2020) terdakwa bersama dua rekannya yakni Nur Cholis (44) dan Riki Reinnnaldo (22) ditangkap di salah satu hotel di kawasan Sukomanunggal, Surabaya.

Karena berusaha melawan dan menyerang petugas menggunakan parang saat akan diamankan, kedua rekan terdakwa Nur Cholis (44) dan Riki Reinnaldo (22) diberi tindakan tegas dan tewas setelah dadanya diterjang timah panas.

Dari tangan ketiganya petugas menyita BB SS seberat 21 kg. Namun, ternyata saat disidangkan, BB di pengadilan hanya 10 kg dan yang 11 kg lainnya raib entah ke mana.

JPU Suparlan dari Kejari Surabaya saat dikonfirmasi wartawan di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (5/4/2021) terkait jumlah barang bukti yang dihadirkan dalam sidang, menyatakan sesuai dalam dakwaan.

”Barang bukti yang kami terima sesuai dalam dakwaan, sebanyak 10 bungkus yang dimasukan dalam kemasan teh China,” terang Suparlan.

Disinggung 11 kg SS barang bukti yang raib tersebut, Suparlan mengaku mendapat limpahan sesuai dakwaan.

Karena itulah, IPW mendesak Kapolri agar memerintahkan Kabareskrim mengusut kasus hilangnya BB SS ini.

”Kasus ini tidak boleh dibiarkan. Tikus tikus pengutil BB SS harus diseret ke pengadilan. Jika tidak, kasus narkoba akan terus berkembang biak di negeri ini karena oknum aparat penegak hukumnya menjadi tikus tikus yang bermain di balik bisnis ilegal narkoba,” pungkasnya.(*)

Editor: Wirahadikusumah


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID