Bangun Tiga Bendungan, PUPR Optimistis Produksi Pangan di Sulsel Meningkat  - RILIS.ID
Bangun Tiga Bendungan, PUPR Optimistis Produksi Pangan di Sulsel Meningkat 
Tio Pirnando
Sabtu | 17/02/2018 21.25 WIB
Bangun Tiga Bendungan, PUPR Optimistis Produksi Pangan di Sulsel Meningkat 
Pembangun Bendungan di Sulawesi Selatan. FOTO: Humas PUPR

RILIS.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengebut penyelesaian pembangunan tiga bendungan di Sulawesi Selatan. Diharapkan bendungan tersebut bisa meningkatkan produksi pangan di Sulsel.

"Provinsi Sulawesi Selatan sebagai salah satu sentra pangan nasional harus terus ditingkatkan produktivitasnya. Untuk meningkatkan keberlangsungan suplai air bagi lahan pertanian, Kementerian PUPR terus memacu penyelesaian pembangunan tiga bendungan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan pers yang diterima rilis.id, Sabtu (17/2/2018). 

Basuki menjelaskan, tiga bendungan yang dimaksudnya itu ialah bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo, Karalloe di Kabupaten Gowa dan yang baru dimulai konstruksinya adalah bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar. 

Selain membangun bendungan, kata Basuki, Kementerian PUPR juga membangun Irigasi Baliase yang dilengkapi dengan pembangunan Bendung Baliase di Kabupaten Luwu Utara. Karenanya, jika pembangunan tersebut selesai aliran air untuk pertanian di daerah itu akan lancar. Dan diharapkan produksi pertanian akan terus meningkat.

Lebih lanjut,  Basuki mengatakan, pembangunan ini juga tidak terlepas dari  konsep yang digagas Presiden Joko Widodo yakni Nawacita  di mana pemerintah akan membangun ketahanan air dan pangan nasional. 

“Pembangunan Bendungan Paselloreng ditargetkan rampung Desember 2018. Untuk Bendungan Karalloe, konstruksinya memang dimulai lebih dulu, namun sempat mengalami masalah pengadaan lahan, sekarang sudah diselesaikan. Mudah-mudahan progres konstruksi lebih cepat lagi. Sementara Bendungan Pamukkulu dalam tahap persiapan yakni penyiapan jalan akses kerja,” paparnya. 

Basuki mengaku optimistis, penyelesaian tiga bendungan tersebut akan tepat waktu. Mengingat, bendungan itu kini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sehingga biaya pembebasan lahannya dapat menggunakan mekanisme dana talangan. 

"Melalui mekanisme itu kontraktor akan membayar lahan yang telah siap dibebaskan dan nantinya akan dibayarkan oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN)," ujar dia.
 

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID