Balitbangtan Kementan Siapkan 40 Persen Kebutuhan Benih Jagung Hibrida Nasional - RILIS.ID
Balitbangtan Kementan Siapkan 40 Persen Kebutuhan Benih Jagung Hibrida Nasional
Elvi R
Kamis | 07/06/2018 12.58 WIB
Balitbangtan Kementan Siapkan 40 Persen Kebutuhan Benih Jagung Hibrida Nasional
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta – Di 2025 mendatang, pemerintah menargetkan produksi jagung sebesar 33,13 juta ton atau meningkat 40,5 persen dibandingkan 2016. Target luas tanam jagung 2025 sekitar 5,88 juta hektare atau meningkat 1,44 juta hektare sekitar 32,4 persen dibandingkan luas panen jagung tahun 2016 yang mencapai 4,44 juta hektare. Target produktivitas jagung pada 2025 sekitar 5,63 ton per hektare sedangkan tahun 2016 baru mencapai 5,30 ton per hektare.

Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, Dr. Moh. Ismail Wahab mengutarakan faktor penyebab produktivitas jagung di Indonesia rendah adalah penggunaan benih jagung hibrida yang masih rendah, baru mencapai 56 persen tercatat di 2015.  Sekitar 44 persen atau 1,95 juta hektare lahan petani masih menggunakan benih jagung komposit dengan produktivitas rendah yaitu baru mencapai 3,32 - 5,31 ton per hektare atau 30 hingga 70 persen lebih rendah dibandingkan jagung hibrida yang mencapai 8,02-10,31 ton per hektare.

"Benih jagung hibrida ini memang lebih mahal sekitar 5 kali lipat dibandingkan harga benih jagung komposit," jelasnya.

Kementerian Pertanian telah menghasilkan sekitar 29 varietas unggul jagung hibrida dengan potensi hasil konsumsi mencapai 13,6 ton per hektare. Untuk memproduksi benih sebar (BR) jagung hibrida tersebut, Balitbangtan melakukan kerja sama lisensi guna memperoleh mitra yang berperan sebagai produsen. Dalam rangka mempercepat dan meningkatkan adopsi varietas jagung hibrida, maka Kementerian Pertanian pada 2017 memberikan porsi bantuan benih bersubsidi varietas jagung hibrida sebanyak 40 persen (sekitar 1.120.122 hektare) dari total 3 juta hektare luas jagung yang mendapat bantuan pemerintah kepada petani. Dari luasan 1.1 juta hektare tersebut dibutuhkan sekitar 16.785.330 kilogram benih jagung. Jagung hibrida Balitbangtan dengan harga benih yang lebih murah, dapat dikembangkan di lahan kering di luar Jawa dengan tujuan untuk menggantikan jagung komposit seperti varietas Arjuna, Bisma, Lamuru, dan Sukmaraga yang masih ditanam oleh petani.

Sumber Made Jana M/Balitbangtan


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID