Ayah Bunda Harus Tahu, Ini Rentang Waktu Terpenting dalam Fase Kehidupan Anak - RILIS.ID
Ayah Bunda Harus Tahu, Ini Rentang Waktu Terpenting dalam Fase Kehidupan Anak
Elvi R
Sabtu | 15/08/2020 15.00 WIB
Ayah Bunda Harus Tahu, Ini Rentang Waktu Terpenting dalam Fase Kehidupan Anak
Anak-anak bermain sepeda. ILUSTRASI: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta – Pengajar Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar, Muhammad Rhesa, S.Psi., M.A. mengatakan, masa remaja yang berada pada rentang usia 10 sampai 21 tahun adalah salah satu fase terpenting dalam kehidupan manusia.

Masa remaja ditandai dengan perubahan yang cukup drastis pada aspek biologis, kognitif, dan sosial-emosional. Masa remaja adalah fase ketika seseorang mengalami krisis identitas di masa hidupnya. Perpindahan dari masa anak-anak ke masa dewasa menjadikan masa remaja semacam fase peralihan. 

"Remaja beralih dari kontrol penuh orang tua menuju pelepasan peran orang tua secara perlahan dan lebih menyenangi aktivitas bersama teman sebayanya," jelas Resha seperti dilansir dari laman sadargizi.com, Sabtu (15/8/2020).

Beberapa dimensi yang mengalami perubahan pada masa remaja yang pertama yaitu pemahaman tentang diri dan identitas. Mereka mengalami kebingungan ketika pertama kali merasakan perubahan gejala fisik yang berbeda seperti menstruasi dan mimpi basah. Pada aspek yang kedua yaitu hubungan dengan orang tua, perilaku remaja mulai merasa egois dan ingin lepas dari kontrol orang tua. Remaja menyadari bahwa dirinya bukan lagi anak-anak sehingga membutuhkan identitas sosial sebagai penanda kemandirian. Hubungan dengan teman sebaya menjadi afiliasi utama, bukan lagi keluarga. 

"Aspek yang keempat adalah moral dan religi, remaja mulai mengenali prinsip moral saat dirinya berusia 11 tahun. Religiusitas juga mesti menjadi prinsip kebenaran yang disadari oleh remaja agar mampu menghindarkan dirinya dari perilaku yang menyimpang secara agama dan sosial," ungkapnya.

Lebih lanjut Rhesa mengungkapkan, berbagai situasi dan masa krisis yang dialami saat remaja akan berujung pada menguatnya identitas oleh para remaja. Remaja yang mengalami masa krisis akan mengalami penguatan pada identitas individual. Identitas individual artinya remaja pada akhirnya akan menemukan citra diri yang matang tentang seperti apa tujuan hidupnya, misalnya dalam memilih jalur pendidikan, pekerjaan yang dicita-citakan, serta aktivitas yang disenangi. 

Sementara pada identitas kelompok, remaja cenderung bergabung pada sebuah kelompok sosial sebagai sarana mengerjakan hal-hal yang tidak bisa dilakukan secara individu. Kelompok menjadi sarana pemenuhan kebutuhan. Identitas peran sebagai laki-laki dan perempuan juga menguat di masa remaja ketika mulai membayangkan tanggungjawab yang harus diemban.

"Misalkan sebagai laki-laki yang menjadi tulang punggung keluarga, dan menjadi penjaga peran domestik di rumah tangga bagi remaja perempuan," kata Rhesa.

Menurut Rhesa, identitas emosi remaja akan mengalami kematangan di masa remaja akhir, 19-21 tahun, setelah melewati fase-fase labil di remaja awal dan remaja tengah. Sehingga remaja mesti dibekali dengan pemahaman yang menyeluruh tentang gejala yang akan dialaminya.

"Sehingga siap menghadapi masa krisis identitas selama menjadi remaja," pungkasnya.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID