logo rilis
Atasi Kekurangan Tenaga Panen, Petani Bali Optimalkan Penggunaan Alsintan
Kontributor
Elvi R
02 April 2020, 16:23 WIB
Atasi Kekurangan Tenaga Panen, Petani Bali Optimalkan Penggunaan Alsintan
Atasi Kekurangan Tenaga Panen, Petani Bali Optimalkan Penggunaan Alsintan.FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Bali— Merebaknya wabah COVID-19 memaksa pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan Work from Home (WFH) dan Sosial Distancing untuk seluruh masyarakat Indonesia. Dampak kebijakan ini menyebabkan melemahnya pertumbuhan beberapa sektor di Indonesia. Tidak terkecuali sektor pertanian. 

Menyikapi hal tersebut, arahan Menteri Pertanian RI, Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H, M. H  yang disampaikan oleh Sekretaris Badan Litbang Pertanian Dr. Ir. Hardianto, M.Sc, via teleconference lingkup Badan Litbang Pertanian pada hari Rabu 1 April 2020, pada kondisi wabah seperti ini pertanian tidak boleh lemah, mengingat pertanian adalah tulang punggung perekonomian negara. Menteri Pertanian menegaskan tidak ada "lock down" pada sektor pertanian karena menyangkut hajat hidup 267 juta masyarakat Indonesia.

Menteri Pertanian juga meminta agar ketersediaan pangan harus ada setiap saat, dan UPT di daerah ditugaskan untuk terus mengecek kondisi ketersediaan pangan dan stabilitas harganya.

Provinsi Bali termasuk salah satu provinsi yang terpapar pandemi COVID-19. Pemerintah Daerah Bali juga menerapkan kebijakan WFH dan Sosial Distancing untuk masyarakat Bali. Sementara diterapkannya kebijakan tersebut, para petani padi di Bali harus bekerja lebih keras lagi, karena dengan diterapkannya WFH dan Sosial Distancing ini, petani di Bali kekurangan tenaga kerja untuk menanam dan panen padi. 

I Wayan Sudiarta selaku Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan  mengatakan bahwa dampak dari wabah COVID-19 ini bagi petani di wilayahnya adalah kekurangan tenaga panen. Sebelum ada wabah tenaga panen biasanya di datangkan dari daerah Jawa, akan tetapi setelah ada wabah jumlah tenaga panen yang datang sangat berkurang. 
Menyikapi hal tersebut petani Bali menurut I Wayan Sudiarta, akhirnya memilih untuk mengoptimalkan penggunaan alsintan bantuan Kementan seperti combine harvester untuk memanen padi mereka.

"Setelah petani menggunakan combine harvester panen menjadi lebih cepat, dan gabahnya lebih bersih", ungkapnya.   

Sementara itu Kepala BPTP Bali, Dr. I Made Rai Yasa mengatakan bahwa dalam kondisi wabah seperti ini petani akan lebih efektif mengoptimalkan penggunaan alsintan baik dalam penanaman sampai pemanenan sehingga interaksi antar orang dapat dihindari dalam rangka mencegah penyebaran COVID -19.

"Badan Litbang Pertanian telah banyak menghasilkan inovasi di bidang alsintan, yang siap dimanfaatkan sebagai alternatif mengatasi permasalah petani terutama masalah kekeurangan tenaga kerja," jelasnya. 

Dr. I Made Rai Yasa, juga melaporkan bahwa selain di Tabanan pada hari yang sama petani di Kabupaten lain juga sedang melaksanakan panen padi. Walaupun dengan kondisi minim tenaga kerja. Dilaporkan hari Rabu 1 April panen juga dilaksanakan di Kabupaten Karangasem, tepatnya di Subak Susuan, Kelurahan Karangasem, Kecamatan Karangasem.

"Terpantau oleh petugas kami, petani disana mengawali panen hari ini seluas 40 are dari potensi panen seluas 52 hektar padi yang sudah siap panen. Varietas padi yang dipanen adalah cigelis dan produktivitas diketahui sebesar 5,4 ton per hektar" jelasnya menambahkan.

Sumber: Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID