Aset Jemaah Korban First Travel Disita Negara, Wamenag: Harus Dikembalikan! - RILIS.ID
Aset Jemaah Korban First Travel Disita Negara, Wamenag: Harus Dikembalikan!
Zulhamdi Yahmin
Senin | 18/11/2019 17.00 WIB
Aset Jemaah Korban First Travel Disita Negara, Wamenag: Harus Dikembalikan!
Jemaah korban First Travel menuntut pengembalian uang. FOTO: Kompas.com

RILIS.ID, Jakarta – Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi, menegaskan, pihaknya mendukung upaya pengembalian aset PT First Travel yang menjadi barang bukti sitaan negara kepada jemaah korban penipuan oleh terdakwa Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan.

Menurut Zainut, aset yang disita negara itu merupakan hak dari pada jemaah yang memang harus dikembalikan oleh negara. 

“Karena itu hak jemaah, ya harus dikembalikan. Sudah menjadi catatan Kemenag bahwa sebaiknya para korban ini harus diperhatikan, apakah pengembaliannya dengan cara memberangkatkan umrah atau dikembalikan uangnya, kami dari Kemenag sangat mendukung itu,” kata Zainut usai rapat bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Kantor Wapres Jakarta, Senin (18/11/2019). 

Opsi pengembalian tabungan umrah dan haji tersebut telah tertuang dalam Surat Keputusan Kementerian Agama Nomor 589 Tahun 2018, yang menyebutkan bahwa uang jemaah wajib dikembalikan dan atau jemaah ke Tanah Suci.

“Ya karena memang gugatan kan gugatan pidana, sehingga aset yang berkaitan dengan hal itu memang disita oleh negara,” tambahnya.

Terkait keberatan jemaah terhadap penyitaan aset PT First Travel, yang sebagian besar merupakan uang milik jemaah, Zainut mengatakan masih ada proses hukum di Kejaksaan Agung melalui proses banding.

“Saya kira itu nanti pengaturannya setelah dilakukan tindakan hukum oleh kejaksaan,” ujarnya.

Mahkamah Agung (MA) telah memutuskan dalam Surat Nomor 3096 K/Pid.Sus/2018 bahwa barang bukti kasus penipuan oleh PT First Travel harus dikembalikan ke kas negara.

Total barang sitaan kasus First Travel tercatat sebanyak 820 item, yang 529 diantaranya merupakan aset bernilai ekonomis termasuk uang senilai Rp1,537 miliar. 

Sumber Antara


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID