logo rilis
Asarko, Pestisida Nabati dari Asap Cair Tembakau
Kontributor
Elvi R
19 Maret 2020, 11:00 WIB
Asarko, Pestisida Nabati dari Asap Cair Tembakau
Asarko, Pestisida Nabati dari Asap Cair Tembakau. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Penanggulanan hama menggunakan pestisisida kimia bisa menimbulkan dampak negatif dan pencemaran lingkungan. Untuk itu Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Badan Litbang Pertanian mengembangkan Asarko, pestisida nabati dari asap cair tembakau yang ramah lingkungan.

Hama merupakan salah satu kendala dalam budidaya pertanian. Keberadaannya menyebabkan penurunan produksi dan mutu tanaman. Bahkan, pada tingkatan serangan hama yang berat akan menyebabkan gagal panen.

Dalam penanggulangan hama, sebagian besar penanganannya masih menggunakan pestisida kimia terutama dari bahan aktif methyl parathion, chlorpyriphos, phosalone, endosulfan, deltamethrindan alphamethrin. Penggunaan insektisida kimia ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti terjadinya resistensi hama, resurgensi, keracunan pada manusia, dan pencemaran terhadap lingkungan.

Dengan adanya dampak negatif yang ditimbulkan insektisida kimia, maka terbuka peluang untuk mengembangkan alternatif pengendalian hama yang ramah terhadap lingkungan. Salah satu alternatif pengendalian hama yang ramah lingkungan adalah pengendalian hama menggunakan pestisida nabati.

Pestisida nabati asap cair tembakau (Asarko) yang dikembangkan Balittas ini dibuat dari proses pirolisis yang merupakan proses pembakaran suhu tinggi dengan mengubah material tembakau menjadi bahan asap cair. Dari proses pirolisis bahan baku sebanyak 1 kilogram tembakau dan akan diperoleh sebanyak 300mL asap cair tembakau.

Asap cair inilah yang nantinya digunakan sebagai bahan baku pestisida nabati untuk pengendalian hama yang ramah lingkungan. Peran asap cair sebagai insektisida terlihat dari kandungan kimianya melalui analisis Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS).

Asap cair hasil pirolisis tembakau pada berbagai variasi suhu pirolisis mengandung senyawa yang berpotensi dapat digunakan sebagai insektisida terutama dari golongan senyawa kimia keton, furfural, dan alkohol. Asap cair ini efektif untuk membunuh hama dengan dosis anjuran dan aplikasinya tidak menyebabkan ledakan hama serta tidak menyebabkan fitotoksisitas tanaman.

Kedepan, diharapkan pestisida nabati dari asap cair tembakau ini dapat menjadi salah satu produk unggulan Balittas yang diterapkan di kalangan petani untuk pengendalian hama yang ramah lingkungan.

Sumber: Balittas/Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID