logo rilis
AS Sebut Virus Corona Mati pada Suhu Panas, Jokowi: Ini Kabar Menggembirakan
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
24 April 2020, 19:31 WIB
AS Sebut Virus Corona Mati pada Suhu Panas, Jokowi: Ini Kabar Menggembirakan
FOTO: Antara

RILIS.ID, Jakarta— Presiden Joko Widodo menyambut gembira atas pernyataan seorang penjabat kepala Direktorat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS), William Bryan, yang menyebutkan bahwa virus corona menjadi kurang menular di bulan-bulan musim panas. 

Menurut Jokowi, pernyataan berdasarkan hasil penelitian itu adalah kabar gembira bagi masyarakat Indonesia.

"Semakin tinggi temperatur, semakin tinggi kelembapan, dan adanya paparan langsung sinar matahari akan semakin memperpendek masa hidup virus COVID-19 di udara dan di permukaan yang tidak berpori, berita ini sangat menggembirakan bagi Indonesia," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (24/4/2020). 

Jokowi mengatakan, Indonesia adalah negara yang beriklim tropis dengan suhu yang panas, udara lembap, dan kaya sinar matahari. Meski begitu, dirinya tetap mengingatkan agar masyarakat tidak lupa dengan protokol pencegahan COVID-19.

"Namun demikian, jangan lupa protokol pencegahan penularan COVID-19 harus terus kita jalankan secara disiplin dengan disiplin yang kuat," ujar Jokowi. 

"Satu, cuci tangan, selalu cuci tangan; yang kedua, selalu menggunakan masker; yang ketiga, jaga jarak; dan yang keempat tingkatkan imunitas, tingkatkan daya tahan tubuh," sambungnya. 

Sebelumnya, para peneliti pemerintah AS telah menentukan bahwa virus bertahan paling lama di dalam ruangan dan dalam kondisi kering, serta melemah ketika suhu dan kelembaban naik, terutama ketika terkena sinar matahari, kata William Bryan, penjabat kepala Direktorat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

"Virus ini mati paling cepat di bawah sinar matahari langsung," katanya dalam jumpa pers Gedung Putih.

Temuan ini dapat meningkatkan harapan bahwa virus corona memiliki sifat penyakit pernapasan lainnya seperti influenza, yang biasanya kurang menular dalam cuaca hangat.

Tetapi virus corona juga telah terbukti mematikan di tempat-tempat bercuaca hangat seperti Singapura, yang menimbulkan pertanyaan yang lebih luas tentang dampak faktor lingkungan.

Presiden Donald Trump, mengatakan, temuan itu harus ditafsirkan dengan hati-hati, tetapi juga mengklaim pembenaran atas pernyataannya sebelumnya jika virus corona mungkin reda di musim panas.

"Saya pernah mengatakan bahwa mungkin itu hilang dengan panas dan cahaya. Dan orang-orang tidak begitu menyukai pernyataan itu," katanya pada briefing.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID