logo rilis
Anulir Pernyataan Menkes, Gubernur DKI Perintahkan Warganya Gunakan Masker Meski Tak Sakit
Kontributor
Nailin In Saroh
05 April 2020, 11:15 WIB
Anulir Pernyataan Menkes, Gubernur DKI Perintahkan Warganya Gunakan Masker Meski Tak Sakit
Ilustrasi Masker. ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi S.

RILIS.ID, Jakarta— Gubernur DKI Anies Baswedan memerintahkan warganya memakai masker meski tidak dalam kondisi sakit. Bahkan, akan disediakan masker gratis. 

Hal serupa juga dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang memborong masker kain untuk warganya. 

Kebijakan ini sekaligus menganulir pernyataan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang mengatakan penggunaan masker hanya untuk orang sakit. 

Perubahan ini rupanya terkait dengan perkembangan terbaru virus corona baru (COVID-19) yang bisa menjangkiti orang tanpa gejala. Karena kadang orang yang terpapar virus pun tidak mengetahui kalau di dalam tubuhnya mengandung COVID-19. 

Diketahui, awal pandemi COVID-19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan masker hanya untuk orang sakit atau orang yang merawat orang sakit. 

Namun belakangan, hampir semua pejabat baik pusat maupun gubernur memerintahkan warga memakai masker jika di luar rumah. Meski masker kain buatan sendiri pun masih oke. 

Nyatanya pakar virus dunia juga mulai menganggap memakai masker sangat berguna. 

"Kami bisa melihat situasi pemakaian masker, yang dibuat sendiri di rumah atau masker kain, di tingkat komunitas dapat membantu respons keseluruhan terkait penyakit ini," kata salah satu direktur eksekutif WHO, Dr Michael Ryan, seperti dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (4/4/2020).

"Kami mendukung pemerintah yang ingin menerapkan penggunaan masker secara terukur dan memasukkannya dalam strategi komprehensif pengendalian penyakit," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan para ahli WHO akan meninjau ulang rekomendasi pemakaian masker karena bukti studi terbaru yang melihat jarak aman saat seseorang bersin. 

Studi oleh peneliti di Massachusetts Institute of Technology (MIT) menemukan bahwa saat seseorang bersin, percikan liur atau droplet yang dihasilkan bisa meluncur sampai delapan meter. Selain itu partikel yang dihasilkan juga memiliki berbagai macam ukuran.

Peneliti mengatakan masker tidak akan terlalu berfungsi melindungi seseorang dari partikel droplet yang kecil. Namun demikian masker tetap bermanfaat karena dapat menghalau momentum "awan" droplet.

"Kami terus melanjutkan studi terkait bukti manfaat penggunaan masker. WHO akan terus mengumpulkan bukti yang ada dan mengevaluasi potensi pemakaian masker yang lebih luas untuk mengendalikan COVID-19 pada tingkat komunitas," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus beberapa hari lalu.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID