logo rilis
Antisipasi Brexit, Indonesia Garap Potensi Investasi Inggris 
Kontributor

16 Maret 2018, 02:44 WIB
Antisipasi Brexit, Indonesia Garap Potensi Investasi Inggris 
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, London— Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan, potensi investasi Inggris dan juga Irlandia di Indonesia masih cukup besar khususnya di bidang keuangan dan jasa.

"Potensinya cukup besar dan harus digarap dalam mengantisipasi Brexit, apalagi Irlandia masih berada dalam bagian Uni Eropa," ujarnya di sela Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF) yang diadakan Kantor BPKM London, didukung KBRI London serta perwakilan Bank Indonesia, Bank Mandiri dan BNI, di London, Kamis (15/3/2018) kemarin.

Bambang mengatakan, kehadirannya di London untuk mempromosikan infrastruktur di Indonesia setelah sebelumnya di Dublin, Irlandia.

Ia mengatakan, kehadirannya di Inggris intinya adalah ingin memperluas basis investor yang ingin melakukan investasi di Indonesia.

Pada saat ini basis investor Indonesia masih terpusat di Asia Timur seperti Singapura dan Jepang, sementara Inggris peluangnya masih cukup besar dan masih ada yang belum tersentuh terutama di bidang infrastruktur dan jasa.

Dikatakannya dalam bidang pariwisata, Indonesia memperkenalkan 10 "Bali Baru" yang punya potensi sangat besar, sayangnya belum digarap dengan maksimal terutama di bidang infrastruktur.

Untuk itu, Bambang mengajak para investor di Inggris dan juga di Irlandia berinvestasi di Indonesia dengan skema PINA Proyek Pipeline (Pembiayaan Infrastruktur Non-Anggaran Pemerintah) yang dianggap menjadi alternatif.

Ia menyatakan, akan terus mendorong investasi di bidang pariwisata sebagai penghasil devisa negara yang selama ini masih mengandalkan ekspor kelapa sawit, batu bara dan komoditas lainnya.

"Perlu diversifikasi untuk menambah pemasukan devisa negara di sektor jasa terutama pariwisata. Terus terang kita belum memaksimalkan potensi pariwisata sebagai pemasukan devisa negara," ujarnya.

Meskipun jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia mencapai 14 juta, tetapi masih nomor empat di ASEAN. 

Potensinya masih sangat besar, tetapi terhambat dengan terbatasnya infrastruktur yang menunjang industri pariwisata itu sendiri.

Dalam paparannya di Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF) yang juga dihadiri Dubes RI di London Rizal Sukma dan Utusan Perdana Menteri Inggris untuk Komunitas Ekonomi ASEAN Richard Graham MP, Bambang menyampaikan Indonesia mempunyai potensi yang cukup besar sebagai emerging market terbesar nomor lima di dunia, negara dengan jumlah penduduk nomor empat terbanyak dan largest economy nomor 15 serta pertumbuhan konsumsi sekitar lima persen.

Ia mengatakan, Indonesia adalah tujuan investasi yang menjanjikan yang masuk dalam lima besar investasi Uni Eropa di ASEAN sejak tahun 2007 hingga 2017, yang menduduki urutan pertama dengan 266 proyek sebesar US$13.259,8 miliar.

Sementara realisasi investasi Inggris di Indonesia menduduki nomor delapan setelah China, Jepang dan Prancis.

Sumber: ANTARA




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID