Alasan Harun Masiku Ditunjuk Jadi PAW, Hasto: Pernah Dapat Beasiswa Ratu Inggris - RILIS.ID
Alasan Harun Masiku Ditunjuk Jadi PAW, Hasto: Pernah Dapat Beasiswa Ratu Inggris
Zulhamdi Yahmin
Jumat | 24/01/2020 22.00 WIB
Alasan Harun Masiku Ditunjuk Jadi PAW, Hasto: Pernah Dapat Beasiswa Ratu Inggris
FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta – Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristianto, mengungkapkan alasan partainya menunjuk Harun Masiku menjadi anggota DPR pergantian antar-waktu (PAW) menggantikan calon terpilih anggota DPR RI dari PDIP Dapil Sumatera Selatan I, Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Menurut Hasto, keputusan PDIP menunjuk Harun Masiku untuk menggantikan Nazarudin salah satunya karena mantan caleg partai berlambang banteng itu dinilai memiliki latar belakang yang mumpuni. Salah satunya lantaran pernah memperoleh beasiswa dari Ratu Kerajaan Inggris.

Hasto menyampaikan itu saat menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait proses PAW anggota DPR RI terpilih dari PDIP periode 2019-2024.

"Sedikit dari orang Indonesia yang menerima beasiswa dari Ratu Inggris dan memiliki kompetensi dalam International Economic Law," kata Hasto dilansir dari Antara di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (24/1/2020). 

Selain itu, keputusan menunjuk Harun juga didasari oleh kedaulatan yang ada di dalam partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut.

Terkait mengenai penunjukan Harun Masiku yang bukan merupakan caleg dengan suara terbanyak setelah Nazarudin, Hasto mengatakan bahwa di internal PDIP terdapat preseden politik di mana pergantian anggota PAW DPR bukan dari pemegang suara terbanyak selanjutnya.

Untuk diketahui caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP dapil Sumatera Selatan I dengan perolehan suara terbanyak kedua setelah Nazarudin Kiemas adalah Riezky Aprilia. Adapun Harun Masiku berada di peringkat kelima.

"Ada presedennya untuk itu, ketika almarhum Sutradara Ginting juga meninggal dan kami limpahkan suaranya kepada kader yang menurut partai terbaik," ucap Hasto.

"Jadi dulu ketika pak Sutradara Ginting digantikan oleh pak Irwansyah, pak Irwansyah juga memiliki suara yang lebih sedikit. Di situ ada pertimbangan strategis dari partai," sambungnya. 

Hasto menjalani pemeriksaan selama 4 jam dan memperoleh 24 pertanyaan dari penyidik KPK.

Sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan Hasto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Saeful (SAE) dari unsur swasta dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap terkait penetapan anggota DPR RI terpilih Tahun 2019-2024.

"Yang bersangkutan diperiksa untuk tersangka SAE," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta.

Selain Hasto, penyidik KPK hari ini juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap tiga orang staf DPP PDIP masing-masing bernama Gery, Riri, Kusnadi.

Hari ini, KPK juga memeriksa dua orang Komisioner KPU, Eva Novida Ginting Manik dan Hasyim Asy'ari. Keduanya diperiksa juga untuk tersangka Saeful.


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID