logo rilis
AHY ke Moeldoko: Jangan Menyulut Kemarahan Kader Demokrat Semakin Besar
Kontributor
RILIS.ID
30 Maret 2021, 15:47 WIB
AHY ke Moeldoko: Jangan Menyulut Kemarahan Kader Demokrat Semakin Besar
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merespons pernyataan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang menyebut pertentangan ideologi di tubu partai berlambang mercy tersebut.

"Kami semua bertanya, pertentangan ideologi seperti apa yang KSP Moeldoko maksudkan? KSP Moeldoko harus menjawab pertanyaan mendasar ini, agar tidak menyulut kemarahan kader dan simpatisan Partai Demokrat yang semakin besar," kata AHY dalam keterangannya, Selasa (30/3/2021).

"Kami tegaskan, bahwa ideologi Partai Demokrat adalah Pancasila. Partai Demokrat juga menjunjung tinggi kebhinekaan atau pluralisme. Ini sudah final. Harga mati, dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sekali lagi, KSP Moeldoko harus menjelaskan apa yang dimaksud dengan ‘tarikan ideologis’ di Partai Demokrat," lanjutnya.

AHY menegaskan tidak ada ruang bagi ideologi radikal di tubuh Demokrat. Ia menyatakan partai juga konsisten menolak eksploitasi politik identitas, termasuk upaya-upaya membenturkan antara Pancasila dengan agama tertentu yang hanya memecah belah bangsa.

"Gubernur Aceh dan Gubernur Papua, yang merupakan kader utama Partai Demokrat, menjadi contoh konkret, bagaimana implementasi Pancasila dan kebhinekaan dalam organisasi Partai Demokrat," tuturnya.

Pada saatnya, kata AHY, kader utama Demokrat dari beragam identitas bisa menjelaskan kepada publik bahwa isu pertentangan ideologi adalah fitnah, hoaks, dan tuduhan yang keji.

"KSP Moeldoko harus bertanggung jawab atas pernyataannya kemarin. Karena pernyataan KSP Moeldoko ini menyakiti perasaan para penggagas dan pendiri, serta seluruh kader dan konstituen Partai Demokrat di manapun berada," ucapnya.

AHY juga mempertanyakan ideologi yang dianut oleh Moeldoko. Apakah ideologi yang sifatnya memecah belah melalui fitnah keji dan tidak bertanggungjawab?

"Tolong dijawab. Saudara-saudara sekalian, kita pikir, setelah lebih dari tiga minggu tidak bersuara, KSP Moeldoko akan mengeluarkan argumen yang bernas, ternyata cuma pernyataan bohong lagi, dan bohong lagi; bahkan seolah menghasut dengan pernyataannya soal pertentangan ideologi," paparnya.

AHY menambahkan upaya Moeldoko untuk mendiskreditkan Demokrat dengan isu pertentangan ideologi menuju Pemilu 2024 untuk mendapatkan pembenaran agar disebut sebagai penyelamat.

"Kami berkesimpulan, upaya-upaya KSP Moeldoko dan kubunya untuk membangun citra buruk Partai Demokrat, dengan berbagai cara ini, bertujuan agar KSP Moeldoko mendapatkan pembenaran untuk tampil sebagai penyelamat," tegasnya.

"Ini adalah lagu lama, yang mudah sebenarnya, dan makin menunjukkan bahwa KSP Moeldoko dan gerombolannya, tidak punya alasan yang fundamental, dan telah keluar dari akal sehat," pungkas AHY. (*)

Editor: Segan Simanjuntak


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID