logo rilis
Ahok jadi Calon Kepala IKN, Sandiaga: Cek Dulu Gimana di Pertamina
Kontributor
Nailin In Saroh
08 Maret 2020, 11:31 WIB
Ahok jadi Calon Kepala IKN, Sandiaga: Cek Dulu Gimana di Pertamina
Sandiaga Uno. ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi S.

RILIS.ID, Jakarta— Pengusaha nasional, Sandiaga Uno turut memberikan tanggapan soal penunjukan Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) baru.  

Menurutnya, saat ini lebih baik Ahok berkonsentrasi dulu sebagai Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero) lantaran tugasnya sangat berat. 

"Tugasnya berat Pak Ahok, kita cek dulu nih gimana hasil rekam jejaknya di Pertamina seperti apa," ujar Sandiaga di Jakarta, Sabtu (7/3/2020).

Dijabatan Ahok yang baru berjalan, Sandi menilai mantan Gubernur DKI Jakarta itu perlu menghapus mafia migas yang selama ini membebani APBN. Masalah lain di Pertamina, adalah bagaimana mendorong produksi migas, serta mengurangi impor sehingga bisa menurunkan defisit perdagangan migas.

Sandi pun lebih tertarik untuk melihat hasil kinerja Ahok dulu di Pertamina. "Apa capaian-capaian Pertamina, naik enggak produksinya? Bagaimana harga-harga minyak dan gas bumi di pelosok Indonesia, sistem distribusinya seperti apa?" kata Sandi yang juga mantan Wakil Gubernur Jakarta ini. 

Menurut Sandi, konsentrasi migas jauh lebih relevan untuk kepentingan negara dibanding pemerintah hanya membicarakan soal posisi jabatan yang terus-menerus berganti. 

Di sisi lain, Sandi juga menyadari ibu kota negara itu penting untuk segera ditindaklanjuti. Namun dia mengingatkan sosok Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara yang baru sangat berat. 

Sandiaga bukan bermaksud untuk memprotes keputusan presiden Jokowi atas terpilihnya Ahok. Menurut dia, penunjukan itu memang menjadi hak prerogatif presiden. "Kalau dia diproyeksikan ke Kepala Badan Otorita ya kita itu hak prerogatif presiden," katanya.

Hanya saja, Sandiaga mengingatkan bahwa tugas sebagai kepala badan otoritas ibu kota negara di Kalimantan Timur bukan lah kerjaan ringan. Tujuan dari pendirian ibu kota negara baru  kata Sandi, bukan sekedar untuk pindah begitu saja. 

"Ibu kota baru ini sesuai dengan harapan kita untuk meningkatkan pemerataan ekonomi  dan menjadi agenda yang menunjang pembangunan kita ke depan," kata Sandi.

Sandi mengatakan, siapapun yang akan memimpin badan otoritas tersebut harus mempertanggungjawabkan biaya yang sangat tinggi. Bukan hanya membangun gedung-gedung perkantoran dan sarana yang diperlukan lainnya, tetapi juga harus mampu menjaga lingkungan hidup secara serasi. 

“Sehingga ibu kota negara ini sesuai dengan harapan kita meningkatkan, pemerataan ekonomi Indonesia dan menjadi agenda yang menunjang pembangunan ke depan," pungkasnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID