Afrika Selatan 'Lockdown' Tiga Minggu ke Depan - RILIS.ID
Afrika Selatan 'Lockdown' Tiga Minggu ke Depan
Nailin In Saroh
Selasa | 24/03/2020 07.00 WIB
Afrika Selatan 'Lockdown' Tiga Minggu ke Depan
Ilustrasi virus corona global. ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi S.

RILIS.ID, Jakarta – Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengumumkan akan menerapkan karantina wilayah (lockdown) secara nasional selama 21 hari demi membatasi penyebaran virus corona baru atau COVID-19, Senin (23/3/2020).

Sebab sejauh ini, kasus terkonfirmasi COVID-19 di Afrika Selatan meningkat tajam dari sebanyak kasus 128 menjadi 402 kasus.

“Mulai Kamis, 26 Maret, tengah malam hingga Kamis, 16 April, tengah malam, seluruh masyarakat Afrika Selatan harus tetap berada di dalam rumah,” ujar Ramaphosa.

Untuk menekan penyebaran pandemi ini, Presiden Afrika Selatan terpaksa menutup akses dan mengkarantina warganya. Meski kebijakan ini sangat berpengaruh signifikan pada ekonomi negara. 

“Benar langkah ini akan berdampak besar pada kehidupan warga serta keberlangsungan sosial dan ekonomi, namun nyawa yang harus dibayarkan jika kita menunda hal ini akan sangat jauh lebih besar,” kata Ramaphosa.

Dalam kebijakan karantina wilayah ini, warga masih diperbolehkan keluar untuk mencari pelayanan kesehatan, membeli makanan, atau mengambil jaminan sosial.

Sementara pekerja medis, anggota layanan darurat, dan petugas keamanan menjadi pengecualian, artinya mereka masih dapat menjalankan kegiatan di luar rumah seperti biasa.

Para penambang diharuskan membuat persiapan untuk perawatan tambang, yang berarti operasional dihentikan sementara namun lokasi tambang tetap harus dijaga agar bisa berfungsi.

Semua toko dan kantor akan tutup, kecuali apotek, laboratorium, bank, Bursa Efek Johannesburg, toko swalayan, SPBU, dan layanan kesehatan.

Rencananya, pasukan tentara juga akan diterjunkan untuk membantu pihak kepolisian.

Untuk penerbangan internasional, pelancong dari negara-negara “berisiko tinggi” COVID-19, seperti China, Jerman, Inggris, dan AS, yang tiba setelah 9 Maret harus berdiam di hotel selama 14 hari masa swakarantina.

Ramaphosa juga mengumumkan bahwa bantuan ekonomi fase pertama akan dikucurkan sebesar 170 juta dolar (setara Rp2,9 triliun) untuk sektor industri. 

 

Sumber Antara


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID