Data Nasabah Bank Jatim Senilai Rp3,5 M Bocor, LaNyalla: Usut Tuntas!
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Data Nasabah Bank Jatim Senilai Rp3,5 M Bocor, LaNyalla: Usut Tuntas!

...
RILIS.ID
Jakarta
22 Oktober 2021 - 17:52 WIB
Nasional | RILISID
...
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta Bank Jatim bertanggung jawab atas kebocoran data nasabah yang diduga diperjualbelikan di forum hacker seharga USD250 ribu atau sekitar Rp 3,5 miliar.

Senator asal Jawa Timur (Jatim) itu juga mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kebocoran data yang sangat merugikan masyarakat.

"Tentu Bank Jatim harus bertanggungjawab atas hal ini. Publik menunggu penjelasan mereka. Polisi pun harus bertindak cepat mengusut kasus ini hingga tuntas," kata LaNyalla, Jumat (22/10/2021).

Data nasabah Bank Jatim diketahui bocor saat akun @bl4ckt0r menjajakan data tersebut di situs Raidforums.

Data yang ditawarkan berukuran cukup besar, yakni 378 GB. Isinya meliputi 259 database beserta informasi sensitif seperti data nasabah, data karyawan, data keuangan pribadi, dan masih banyak lagi.

LaNyalla menilai, peristiwa ini menunjukkan jika sistem perlindungan data kita sangat lemah dan mudah diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan pribadi dari aksi kejahatan tersebut.

"Saya kira perlu digital forensik dan penguatan sistem perlindungan agar peristiwa serupa ke depan tak terjadi lagi," tegasnya.

Tak hanya pada penjualan data, kebocoran itu juga bisa merembet ke berbagai kejahatan lainnya. Bukan tak mungkin kejahatan lainnya berbekal data para nasabah itu akan terjadi.

Sebab menurut LaNyalla, para hacker telah memiliki data valid secara detail. Hal ini sangat meresahkan masyarakat dan menimbulkan kejahatan lain serta mengancam stabilitas keamanan.

"Kasus jual beli data ini harus menjadi perhatian pemerintah dan segera dilakukan penanganan. Negara tidak boleh membiarkan kejahatan ini terus berlangsung," ungkapnya.

Berkaca dari Bank Jatim, LaNyalla mendorong agar setiap lembaga harus membuat penguatan sistem keamanan digital dan SDM harus terus ditingkatkan.

"Penguasaan teknologi pada setiap sistem, baik sistem perbankan ataupun lainnya yang rawan keamanan harus menjadi fokus perhatian dan segera dilakukan penanganan oleh ahli IT," saran LaNyalla.

Mantan Ketua Umum PSSI itu juga mendesak agar pemerintah segera merampungkan UU Perlindungan Data Pribadi (PDP).

"Agar pemerintah memiliki langkah konkret dalam melindungi data penting," tandas LaNyalla. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Data Nasabah Bank Jatim Senilai Rp3,5 M Bocor, LaNyalla: Usut Tuntas!

...
RILIS.ID
Jakarta
22 Oktober 2021 - 17:52 WIB
Nasional | RILISID
...
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta Bank Jatim bertanggung jawab atas kebocoran data nasabah yang diduga diperjualbelikan di forum hacker seharga USD250 ribu atau sekitar Rp 3,5 miliar.

Senator asal Jawa Timur (Jatim) itu juga mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kebocoran data yang sangat merugikan masyarakat.

"Tentu Bank Jatim harus bertanggungjawab atas hal ini. Publik menunggu penjelasan mereka. Polisi pun harus bertindak cepat mengusut kasus ini hingga tuntas," kata LaNyalla, Jumat (22/10/2021).

Data nasabah Bank Jatim diketahui bocor saat akun @bl4ckt0r menjajakan data tersebut di situs Raidforums.

Data yang ditawarkan berukuran cukup besar, yakni 378 GB. Isinya meliputi 259 database beserta informasi sensitif seperti data nasabah, data karyawan, data keuangan pribadi, dan masih banyak lagi.

LaNyalla menilai, peristiwa ini menunjukkan jika sistem perlindungan data kita sangat lemah dan mudah diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan pribadi dari aksi kejahatan tersebut.

"Saya kira perlu digital forensik dan penguatan sistem perlindungan agar peristiwa serupa ke depan tak terjadi lagi," tegasnya.

Tak hanya pada penjualan data, kebocoran itu juga bisa merembet ke berbagai kejahatan lainnya. Bukan tak mungkin kejahatan lainnya berbekal data para nasabah itu akan terjadi.

Sebab menurut LaNyalla, para hacker telah memiliki data valid secara detail. Hal ini sangat meresahkan masyarakat dan menimbulkan kejahatan lain serta mengancam stabilitas keamanan.

"Kasus jual beli data ini harus menjadi perhatian pemerintah dan segera dilakukan penanganan. Negara tidak boleh membiarkan kejahatan ini terus berlangsung," ungkapnya.

Berkaca dari Bank Jatim, LaNyalla mendorong agar setiap lembaga harus membuat penguatan sistem keamanan digital dan SDM harus terus ditingkatkan.

"Penguasaan teknologi pada setiap sistem, baik sistem perbankan ataupun lainnya yang rawan keamanan harus menjadi fokus perhatian dan segera dilakukan penanganan oleh ahli IT," saran LaNyalla.

Mantan Ketua Umum PSSI itu juga mendesak agar pemerintah segera merampungkan UU Perlindungan Data Pribadi (PDP).

"Agar pemerintah memiliki langkah konkret dalam melindungi data penting," tandas LaNyalla. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya