Seluruh Gerai Disegel, Ratusan Karyawan Bakso Sony Merintih: Bagaimana Nasib Kami?
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Seluruh Gerai Disegel, Ratusan Karyawan Bakso Sony Merintih: Bagaimana Nasib Kami?

...
RILIS.ID
Bandarlampung
23 September 2021 - 12:43 WIB
Potret | RILISID
...
Ratusan karyawan Bakso Sony kini menganggur setelah tempat kerjanya disegel. Foto: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Setiap tindakan pasti memiliki dampak, baik itu positif maupun negatif. Hal inilah yang sekarang terjadi pascapenyegelan seluruh gerai Bakso Sonhaji Sony atau Bakso Sony.

Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menutup semua gerai milik Bakso Sony lantaran tidak membayar tunggakan pajak. Pada Senin (20/9/2021), sebanyak 12 gerai disegel. Enam gerai sebelumnya sudah disegel lebih dulu pada Juli lalu.

Ke-12 gerai ini terletak di Jl Imam Bonjol, Tanjungkarang Pusat (TkP); Jalan Pemuda dan Jalan Raden Intan, Enggal; dan dua gerai di Jl Cut Nyak Dien Kecamatan Tanjungkarang Barat (TkB) dan Tanjungkarang Pusat (TkP).

Lalu, Jl Teuku Cik Ditiro, Kemiling; dua gerai di Jl Pramuka dan Jl Sumantri Brojonegoro (Unila), Rajabasa; Jl Gunung Rajabasa, Wayhalim, Jl Gajah Mada, Tanjungkarang Timur (TkT), Jl Yos Sudarso, Panjang, dan Jl Laksmana RE Martadinata, Telukbetung Timur.

Akibat penutupan paksa itu, ratusan karyawan Bakso Sony kini merintih. Mereka kini menganggur setelah tempat kerjanya disegel oleh Tim Pengendalian Pemeriksaan dan Pengawasan Pajak Daerah (TP4D) Bandarlampung.

Seperti diungkapkan seorang karyawan Bakso Sony bernama Joni. Ia mengaku kecewa dengan penutupan yang dilakukan oleh Pemkot Bandarlampung.

"Di gerai ini ada enam orang karyawan. Seluruhnya, dari 18 gerai kurang lebih 100 orang lah," ungkapnya dikutip dari Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Kamis (23/9/2021).

Joni mengaku tidak memahami permasalahan antara pihak Pemkot dengan manajemen Bakso Sony.

"Kita cuma pegawai. Ikut pemerintah saja. Nanti kita koordinasi dengan manajemen Bakso Sony," katanya.

Begitu juga dengan salah satu pegawai Bakso Sony Unila. Ia meminta Pemkot Bandarlampung memikirkan nasib mereka.

"Bagaimana nasib kami? Kasihan, paham nggak sih pemerintah," ucap pria yang enggan disebut namanya ini.

Sementara itu, manajemen Bakso Sony mengaku akan tetap mempekerjakan ratusan karyawan dengan membuka gerai di wilayah Sumatera Selatan.

"Karena kami berencana memperluas gerai di Sumatera Selatan," kata salah seorang staf Bakso Sony yang mewanti-wanti agar namanya tidak ditulis.

Sebelumnya, pemilik Bakso Sonhaji Sony mengaku tidak mempermasalahkan penutupan 18 gerainya. Namun, ia hanya memikirkan nasib seluruh karyawan yang berjumlah 200 orang beserta keluarganya.

"Saya tidak masalah disegel. Saya masih punya beras untuk satu sampai dua tahun. Tapi kalau karyawan saya ini punya anak yang masih sekolah," ungkapnya, Senin (20/9/2021). (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Seluruh Gerai Disegel, Ratusan Karyawan Bakso Sony Merintih: Bagaimana Nasib Kami?

...
RILIS.ID
Bandarlampung
23 September 2021 - 12:43 WIB
Potret | RILISID
...
Ratusan karyawan Bakso Sony kini menganggur setelah tempat kerjanya disegel. Foto: Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Setiap tindakan pasti memiliki dampak, baik itu positif maupun negatif. Hal inilah yang sekarang terjadi pascapenyegelan seluruh gerai Bakso Sonhaji Sony atau Bakso Sony.

Diketahui, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menutup semua gerai milik Bakso Sony lantaran tidak membayar tunggakan pajak. Pada Senin (20/9/2021), sebanyak 12 gerai disegel. Enam gerai sebelumnya sudah disegel lebih dulu pada Juli lalu.

Ke-12 gerai ini terletak di Jl Imam Bonjol, Tanjungkarang Pusat (TkP); Jalan Pemuda dan Jalan Raden Intan, Enggal; dan dua gerai di Jl Cut Nyak Dien Kecamatan Tanjungkarang Barat (TkB) dan Tanjungkarang Pusat (TkP).

Lalu, Jl Teuku Cik Ditiro, Kemiling; dua gerai di Jl Pramuka dan Jl Sumantri Brojonegoro (Unila), Rajabasa; Jl Gunung Rajabasa, Wayhalim, Jl Gajah Mada, Tanjungkarang Timur (TkT), Jl Yos Sudarso, Panjang, dan Jl Laksmana RE Martadinata, Telukbetung Timur.

Akibat penutupan paksa itu, ratusan karyawan Bakso Sony kini merintih. Mereka kini menganggur setelah tempat kerjanya disegel oleh Tim Pengendalian Pemeriksaan dan Pengawasan Pajak Daerah (TP4D) Bandarlampung.

Seperti diungkapkan seorang karyawan Bakso Sony bernama Joni. Ia mengaku kecewa dengan penutupan yang dilakukan oleh Pemkot Bandarlampung.

"Di gerai ini ada enam orang karyawan. Seluruhnya, dari 18 gerai kurang lebih 100 orang lah," ungkapnya dikutip dari Rilisid Lampung (Grup Rilisid), Kamis (23/9/2021).

Joni mengaku tidak memahami permasalahan antara pihak Pemkot dengan manajemen Bakso Sony.

"Kita cuma pegawai. Ikut pemerintah saja. Nanti kita koordinasi dengan manajemen Bakso Sony," katanya.

Begitu juga dengan salah satu pegawai Bakso Sony Unila. Ia meminta Pemkot Bandarlampung memikirkan nasib mereka.

"Bagaimana nasib kami? Kasihan, paham nggak sih pemerintah," ucap pria yang enggan disebut namanya ini.

Sementara itu, manajemen Bakso Sony mengaku akan tetap mempekerjakan ratusan karyawan dengan membuka gerai di wilayah Sumatera Selatan.

"Karena kami berencana memperluas gerai di Sumatera Selatan," kata salah seorang staf Bakso Sony yang mewanti-wanti agar namanya tidak ditulis.

Sebelumnya, pemilik Bakso Sonhaji Sony mengaku tidak mempermasalahkan penutupan 18 gerainya. Namun, ia hanya memikirkan nasib seluruh karyawan yang berjumlah 200 orang beserta keluarganya.

"Saya tidak masalah disegel. Saya masih punya beras untuk satu sampai dua tahun. Tapi kalau karyawan saya ini punya anak yang masih sekolah," ungkapnya, Senin (20/9/2021). (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya