Predikat Kota Layak Anak untuk Tangerang Disoal, Ini Sebabnya
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Predikat Kota Layak Anak untuk Tangerang Disoal, Ini Sebabnya

...
Hendra
Tangerang
15 Oktober 2021 - 17:12 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Ade Yunus duduk di depan pintu gerbang kantor walkot Tangerang, Jumat (15/10/2021). Foto: Ist

RILISID, Tangerang — Jaringan Nurani Rakyat (Janur) mendesak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mengkaji ulang predikat yang diberikan kepada Kota Tangerang sebagai Kota Layak Anak (KLA).

Hal tersebut disampaikan Koordinator Janur Ade Yunus saat melakukan aksi simpatik di depan pintu gerbang Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Jumat (15/10/2021).

Ade menjelaskan bahwa pihaknya memiliki sejumlah alasan mendasar terkait desakan tersebut.

"Pertama, Tangerang belum memiliki Perda KLA, padahal nilai bobot nilai regulasi itu 40, ini kan malah terbalik, Perwal (Peraturan Walikota) nya sudah ada, tapi perda baru dibahas, itu pun inisiatif dari DPRD bukan eksekutif," ujarnya.

Selain belum sempurna dari sisi regulasi, Ade juga menyoroti P2TP2A yang hingga saat ini belum jadi UPT.

"Cita-cita kita, Tangerang punya rumah aman, dan syaratnya P2TP2A harus jadi UPT. Nah, di Provinsi Banten cuma Kota Tangerang yang P2TP2A-nya belum jadi UPT," katanya.

Ade juga meminta Wali Kota (Walkot) Tangerang untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja kepala DP3AP2KB yang dinilai lamban dan lalai.

"Nggak usah urusan lain, soal teknis database Kekerasan pada anak saja, belum pernah di Update, masih pakai data 2016, ini kan sangat memalukan," ucapnya.

Aksi itu memasang tenda camping di depan kantor walkot Tangerang. Selain itu juga membentangkan poster serta melakukan siaran langsung di Instagram.

Aksi dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan menyesuiakan pelaksanaan PPKM yang masih berlangsung.

Mereka akhirnya diterima langsung oleh Sekretaris Dinas DP3AP2KB Kota Tangerang Yusuf Alfian.

Pada kesempatan itu, Yusuf memastikan akan menyampaikan masukan dari aktivis Janur tersebut ke pimpinannya.

"Terima kasih atas masukan dari rekan-rekan Janur, dan tentu ini merupakan jadi bahan evaluasi untuk kami di DP3AP2KB," tandasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Predikat Kota Layak Anak untuk Tangerang Disoal, Ini Sebabnya

...
Hendra
Tangerang
15 Oktober 2021 - 17:12 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Ade Yunus duduk di depan pintu gerbang kantor walkot Tangerang, Jumat (15/10/2021). Foto: Ist

RILISID, Tangerang — Jaringan Nurani Rakyat (Janur) mendesak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak untuk mengkaji ulang predikat yang diberikan kepada Kota Tangerang sebagai Kota Layak Anak (KLA).

Hal tersebut disampaikan Koordinator Janur Ade Yunus saat melakukan aksi simpatik di depan pintu gerbang Pusat Pemerintah Kota Tangerang, Jumat (15/10/2021).

Ade menjelaskan bahwa pihaknya memiliki sejumlah alasan mendasar terkait desakan tersebut.

"Pertama, Tangerang belum memiliki Perda KLA, padahal nilai bobot nilai regulasi itu 40, ini kan malah terbalik, Perwal (Peraturan Walikota) nya sudah ada, tapi perda baru dibahas, itu pun inisiatif dari DPRD bukan eksekutif," ujarnya.

Selain belum sempurna dari sisi regulasi, Ade juga menyoroti P2TP2A yang hingga saat ini belum jadi UPT.

"Cita-cita kita, Tangerang punya rumah aman, dan syaratnya P2TP2A harus jadi UPT. Nah, di Provinsi Banten cuma Kota Tangerang yang P2TP2A-nya belum jadi UPT," katanya.

Ade juga meminta Wali Kota (Walkot) Tangerang untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja kepala DP3AP2KB yang dinilai lamban dan lalai.

"Nggak usah urusan lain, soal teknis database Kekerasan pada anak saja, belum pernah di Update, masih pakai data 2016, ini kan sangat memalukan," ucapnya.

Aksi itu memasang tenda camping di depan kantor walkot Tangerang. Selain itu juga membentangkan poster serta melakukan siaran langsung di Instagram.

Aksi dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan menyesuiakan pelaksanaan PPKM yang masih berlangsung.

Mereka akhirnya diterima langsung oleh Sekretaris Dinas DP3AP2KB Kota Tangerang Yusuf Alfian.

Pada kesempatan itu, Yusuf memastikan akan menyampaikan masukan dari aktivis Janur tersebut ke pimpinannya.

"Terima kasih atas masukan dari rekan-rekan Janur, dan tentu ini merupakan jadi bahan evaluasi untuk kami di DP3AP2KB," tandasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya