Sejumlah Desa di Lumajang Gelap Gulita Usai Gunung Semeru Meletus
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Sejumlah Desa di Lumajang Gelap Gulita Usai Gunung Semeru Meletus

...
Imron Hakiki
Jawa Timur
4 Desember 2021 - 23:35 WIB
Jatim | RILISID
...
Situasi di Desa Lumajang pasca terjadinya erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021). FOTO: Istimewa

RILISID, Jawa Timur — Gunung tertinggi di Pulau Jawa Semeru kembali mengalami erupsi, Sabtu (4/12/2021) sore.

Abu tebal bercampur air hujan, mengakibatkan Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Malang, menjadi gelap gulita bak malam hari, meskipun masih sore hari.

Salah satu warga Supiturang, Abdul Manaf sempat kepanikan saat melihat situasi di luar rumahnya gelap gulita oleh abu vulkanik.

"Abu bercampur air hujan masih terjadi. Sangat pekat, tiba-tiba saja suasana seperti malam," kata Manaf, Sabtu (4/12/2021). 

Beruntung, situasi gelap itu berangsur terang kembali, sehingga pihaknya berusaha mengevakuasi diri ke kawasan yang lebih aman.

"Tempat tinggal saya berjarak sekitar kurang lebih 3 kilometer dari lereng gunung Semeru. Kini saya bersama keluarga sudah mengevakuasi diri ke Masjid yang berada di timur rumah saya, sekitar 3 Kilometer le timur," tuturnya.

Begitupun dengan kondisi akses jalan di kawasan itu, menurut Manaf becek berlumpur, sehingga sulit untuk dilewati kendaraan.

"Menurut kami erupsi saat ini lebih parah dibanding erupsi tahun lalu," pungkasnya.

Sebagai informasi, pada tahun lalu, tepatnya pada tanggal 1 Desember 2020 lalu, gunung tertinggi di Jawa itu juga mengalami erupsi dan lahar panas. Saat itu, dilaporkan ada 1 orang korban jiwa yang hilang terbawa lahar panas. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Sejumlah Desa di Lumajang Gelap Gulita Usai Gunung Semeru Meletus

...
Imron Hakiki
Jawa Timur
4 Desember 2021 - 23:35 WIB
Jatim | RILISID
...
Situasi di Desa Lumajang pasca terjadinya erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021). FOTO: Istimewa

RILISID, Jawa Timur — Gunung tertinggi di Pulau Jawa Semeru kembali mengalami erupsi, Sabtu (4/12/2021) sore.

Abu tebal bercampur air hujan, mengakibatkan Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Malang, menjadi gelap gulita bak malam hari, meskipun masih sore hari.

Salah satu warga Supiturang, Abdul Manaf sempat kepanikan saat melihat situasi di luar rumahnya gelap gulita oleh abu vulkanik.

"Abu bercampur air hujan masih terjadi. Sangat pekat, tiba-tiba saja suasana seperti malam," kata Manaf, Sabtu (4/12/2021). 

Beruntung, situasi gelap itu berangsur terang kembali, sehingga pihaknya berusaha mengevakuasi diri ke kawasan yang lebih aman.

"Tempat tinggal saya berjarak sekitar kurang lebih 3 kilometer dari lereng gunung Semeru. Kini saya bersama keluarga sudah mengevakuasi diri ke Masjid yang berada di timur rumah saya, sekitar 3 Kilometer le timur," tuturnya.

Begitupun dengan kondisi akses jalan di kawasan itu, menurut Manaf becek berlumpur, sehingga sulit untuk dilewati kendaraan.

"Menurut kami erupsi saat ini lebih parah dibanding erupsi tahun lalu," pungkasnya.

Sebagai informasi, pada tahun lalu, tepatnya pada tanggal 1 Desember 2020 lalu, gunung tertinggi di Jawa itu juga mengalami erupsi dan lahar panas. Saat itu, dilaporkan ada 1 orang korban jiwa yang hilang terbawa lahar panas. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya