Relawan Ganjar Bermunculan, Pengamat: Demokrasi Partisipatoris Menguat
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Relawan Ganjar Bermunculan, Pengamat: Demokrasi Partisipatoris Menguat

...
RILIS.ID
JAKARTA
15 Juni 2021 - 22:25 WIB
Politika | RILISID
...
Pengamat politik digital dari Institute for Digital Democracy (IDD) Jogjakarta Bambang Arianto.FOTO ISTIMEWA

RILISID, JAKARTA — Sejak polemik Ganjar Pranowo dan PDI Perjuangan bergulir, relawan politik Gubernur Jawa Tengah itu bermunculan.

Tercatat, beberapa barisan relawan politik Ganjar Pranowo yang mendeklarasikan diri seperti Teman Ganjar (Tegar), Ganjarist, hingga Dulur Ganjar.

Pengamat politik digital dari Institute for Digital Democracy (IDD) Jogjakarta Bambang Arianto menilai, kemunculan relawan politik Ganjar Pranowo itu sebagai bukti kualitas demokrasi partisipatoris di Indonesia cukup baik.

Menurutnya, era digital memiliki kontur partisipatoris, sehingga dapat lebih mudah mengajak masyarakat luas untuk lebih banyak berpartisipasi aktif dalam berbagai hal, termasuk urusan politik dan pemerintahan.

”Nah, ketika ada figur politik idolanya, kemudian diikuti hadirnya relawan politik, tentu ini merupakan hal yang sangat bagus. Ini bukti pelembagaan demokrasi partisipatoris di Indonesia kian menguat,” nilainya dalam press releasenya yang dikirimkan kepada Rilis.id, Selasa (15/6/2021).

Selain itu juga, terus dia, kemunculan relawan politik dikarenakan kontur politik Indonesia lebih berbasis figur, sehingga masyarakat lebih tertarik mendukung figur politik ketimbang partai politik. Inilah sebenarnya yang membuat mengapa party identity masyarakat di Indonesia sangat rendah.

Meski begitu, kata dia, kemunculan relawan politik ini menujukkan masyarakat Indonesia telah mampu memaknai demokrasi partisipatoris dengan baik. Tentu ini juga banyak didorong peran media sosial. Sebab belajar dari pengalaman sebelumnya, media sosial paling banyak berkontribusi mendorong kelahiran basis-basis relawan politik di Indonesia.

Namun, imbuh dia, perlu menjadi catatan, jangan sampai relawan politik ini justru berbenturan dengan partai politik.

”Karena ini kan sebenarnya sama-sama simpul demokrasi. Artinya meski party identity masyarakat Indonesia rendah, akan lebih baik bila relawan politik ini berposisi sebagai suplemen atau pelengkap dari langgam demokrasi. Bukan sebaliknya!” pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya

Populer

Tag Populer

  • #LampungJaya
  • #Covid19
  • #SertifikatTanah
  • #AbjadAkhir
  • #Aplikasi

Pilihan

Baca Juga

Relawan Ganjar Bermunculan, Pengamat: Demokrasi Partisipatoris Menguat

...
RILIS.ID
JAKARTA
15 Juni 2021 - 22:25 WIB
Politika | RILISID
...
Pengamat politik digital dari Institute for Digital Democracy (IDD) Jogjakarta Bambang Arianto.FOTO ISTIMEWA

RILISID, JAKARTA — Sejak polemik Ganjar Pranowo dan PDI Perjuangan bergulir, relawan politik Gubernur Jawa Tengah itu bermunculan.

Tercatat, beberapa barisan relawan politik Ganjar Pranowo yang mendeklarasikan diri seperti Teman Ganjar (Tegar), Ganjarist, hingga Dulur Ganjar.

Pengamat politik digital dari Institute for Digital Democracy (IDD) Jogjakarta Bambang Arianto menilai, kemunculan relawan politik Ganjar Pranowo itu sebagai bukti kualitas demokrasi partisipatoris di Indonesia cukup baik.

Menurutnya, era digital memiliki kontur partisipatoris, sehingga dapat lebih mudah mengajak masyarakat luas untuk lebih banyak berpartisipasi aktif dalam berbagai hal, termasuk urusan politik dan pemerintahan.

”Nah, ketika ada figur politik idolanya, kemudian diikuti hadirnya relawan politik, tentu ini merupakan hal yang sangat bagus. Ini bukti pelembagaan demokrasi partisipatoris di Indonesia kian menguat,” nilainya dalam press releasenya yang dikirimkan kepada Rilis.id, Selasa (15/6/2021).

Selain itu juga, terus dia, kemunculan relawan politik dikarenakan kontur politik Indonesia lebih berbasis figur, sehingga masyarakat lebih tertarik mendukung figur politik ketimbang partai politik. Inilah sebenarnya yang membuat mengapa party identity masyarakat di Indonesia sangat rendah.

Meski begitu, kata dia, kemunculan relawan politik ini menujukkan masyarakat Indonesia telah mampu memaknai demokrasi partisipatoris dengan baik. Tentu ini juga banyak didorong peran media sosial. Sebab belajar dari pengalaman sebelumnya, media sosial paling banyak berkontribusi mendorong kelahiran basis-basis relawan politik di Indonesia.

Namun, imbuh dia, perlu menjadi catatan, jangan sampai relawan politik ini justru berbenturan dengan partai politik.

”Karena ini kan sebenarnya sama-sama simpul demokrasi. Artinya meski party identity masyarakat Indonesia rendah, akan lebih baik bila relawan politik ini berposisi sebagai suplemen atau pelengkap dari langgam demokrasi. Bukan sebaliknya!” pungkasnya.(*)

Editor : Wirahadikusumah

TAG:

Berita Lainnya