Pilkada Kabupaten Boven Digoel Ditunda, Ini Pertimbang Pemerintah
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Pilkada Kabupaten Boven Digoel Ditunda, Ini Pertimbang Pemerintah

...
RILIS.ID
Jakarta
8 Desember 2020 - 21:30 WIB
Elektoral | RILISID
...
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan, Kabupaten Boven Digoel, Papua dipastikan tidak akan menggelar Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 besok.

Menurutnya, pemerintah memutuskan menuda Pilkada di daerah tersebut karena masih adanya gugatan hukum yang belum selesai dari salah satu pasangan calon.

"Jadi yang paling utama karena adanya gugatan hukum yang belum selesai," ujar Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (8/12/2020).

Kendati demikian, aparat keamanan tetap akan berjaga di Kabupaten Boven Digoel. Bahkan pemerintah akan menambah personel untuk menjaga ketertiban dan keamanan di daerah tersebut.

"Tentu dari aparat keamanan juga akan melakukan antisipasi termasuk diantaranya memperkuat pada saat pelaksanaan kalau memang nanti ada potensi kerasan atau konfliknya dianggap ada," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan penudaan di Pilkada serentak di Kabupaten Boven Digoel diputuskan atas rekomendasi dari KPU provinsi.

"KPU provinsi menetapkan keputisan penundaan atas usulan dari KPU kabupatan/kota karena sampai hari ini masih proses penyelesaian sengketa," ungkap Arief.

Soal kapan Pilkada di Kabupaten Boven Digoel tersebut dilakukan. Arief mengatakan hajatan tersebut bisa dilakukan setelah kasus sengketa tersebut sudah berkekuatan hukum tetap.

"Jadi Pilkada ini mau ditunda sampai kapa nanti setelah ada proses dan keputusan yang berkuatan hukum tetap," katanya.

Seperti diketahui, KPU Provinsi melakukan penganuliran pasangan calon kepala daerah Yusak Yaluwo-Yakobus Yaremba di dalam Pilkada serentak ini. Akibat penganuliran tersebut terjadi kericuhan pada 30 November 2020.
 

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Pilkada Kabupaten Boven Digoel Ditunda, Ini Pertimbang Pemerintah

...
RILIS.ID
Jakarta
8 Desember 2020 - 21:30 WIB
Elektoral | RILISID
...
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Jakarta — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan, Kabupaten Boven Digoel, Papua dipastikan tidak akan menggelar Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 besok.

Menurutnya, pemerintah memutuskan menuda Pilkada di daerah tersebut karena masih adanya gugatan hukum yang belum selesai dari salah satu pasangan calon.

"Jadi yang paling utama karena adanya gugatan hukum yang belum selesai," ujar Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (8/12/2020).

Kendati demikian, aparat keamanan tetap akan berjaga di Kabupaten Boven Digoel. Bahkan pemerintah akan menambah personel untuk menjaga ketertiban dan keamanan di daerah tersebut.

"Tentu dari aparat keamanan juga akan melakukan antisipasi termasuk diantaranya memperkuat pada saat pelaksanaan kalau memang nanti ada potensi kerasan atau konfliknya dianggap ada," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan penudaan di Pilkada serentak di Kabupaten Boven Digoel diputuskan atas rekomendasi dari KPU provinsi.

"KPU provinsi menetapkan keputisan penundaan atas usulan dari KPU kabupatan/kota karena sampai hari ini masih proses penyelesaian sengketa," ungkap Arief.

Soal kapan Pilkada di Kabupaten Boven Digoel tersebut dilakukan. Arief mengatakan hajatan tersebut bisa dilakukan setelah kasus sengketa tersebut sudah berkekuatan hukum tetap.

"Jadi Pilkada ini mau ditunda sampai kapa nanti setelah ada proses dan keputusan yang berkuatan hukum tetap," katanya.

Seperti diketahui, KPU Provinsi melakukan penganuliran pasangan calon kepala daerah Yusak Yaluwo-Yakobus Yaremba di dalam Pilkada serentak ini. Akibat penganuliran tersebut terjadi kericuhan pada 30 November 2020.
 

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya