Maju Ketum Golkar, Agun Gunandjar jadi Rival Baru Bamsoet dan Airlangga
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Maju Ketum Golkar, Agun Gunandjar jadi Rival Baru Bamsoet dan Airlangga

...
RILIS.ID
Jakarta
24 November 2019 - 12:02 WIB
Elektoral | RILISID
...
Agun Gunandjar Sudarsa. FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Politisi Senior Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa, secara mengejutkan menyatakan maju dalam bursa pencalonan Ketua Umum Partai Golkar pada Musyawarah Nasional (Munas) Desember mendatang. Bersamaan dengan majunya Agun sebagai caketum, anggota DPR itu pun juga memyatakan mundur dari kepanitian Munas.

 

"Maka selanjutnya untuk Munas kali ini sekali lagi saya nyatakan mundur dari kepanitiaan dan maju sebagai Caketum Golkar, semoga Golkar kita satu, terjaga dan terpelihara adanya untuk maju bangkit dan menang di 2024," ujar Agun dalam rapat pleno panitia Munas di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (23/11/2019). 

 

Majunya Agun dalam kontestasi ini agar proses demokrasi di partai beringin tetap terjaga. Sehingga pencalonannya diharapkan menjadikan partai Golkar yang maju, dihormati dan didukung anggotanya. Sebab kata dia, partai didirikan untuk menjalankan Demokrasi. 

 

Dia juga berharap Munas Golkar tahun ini lebih baik dari Munas Bali tahun 2016 yang jauh dari konstitusional, demokratis, bersih dan rekonsiliasi.

 

"Demokrasi adalah sistem terbaik untuk menjalankan kekuasan, guna mewujudkan kesejahteraan rakyat, sebagai pemegang kedaulatan. Untuk itu semua harus dikembalikan kepada prinsip dan falsafah Demokrasi. Untuk itu partai wajib menjalankan proses demokrasi yang benar," tegasnya.

 

Diumumkan, sesuai Undang-Undang Parpol yang diterbitkan tentang demokrasi yang wajib dipatuhi melalui AD / ART Partai. Maka pemilihan Caketum Golkar harus diputuskan secara kolektif-kolegial. 

 

"Itulah Partai Politik, yang setiap anggota memiliki hak-hak dan kewajibannya. Inilah yang harus kita lakukan, untuk menegakkan aturan utama dalam Munas 3 hingga 6 Desember 2019. Sikap politik Anda hari ini akan menjadi catatan sejarah Golkar," ucap Agun.

 

Dirinya ingatkan bahwa Munas Partai adalah forum kedaulatan tertinggi, salah satunya adalah pemilihan ketua umum. Dengan pemilihan yang demokratis, konsitusi sebagai hukum tertinggi telah disetujui azas luber dan jurdil. Maka Munas yang dibawahnya harus tidak bertentangan dengan konsitusi dan UU parpol yang menjadi bertentangan. 

 

"Dengan demikian proses Munas yang harus memenuhi syarat azas luber dan jurdil. Permintaan dukungan 30 persen, harus dilakukan secara langsung di bilik suara munas tidak melalui surat dukungan. Mari kita tegakan mendukungasi di tubuh Golkar," tutupnya dengan penuh harapan.

 

Sejuk ini sudah ada tiga nama yang sudah disetujui siap maju dalam pertarungan Caketum Golkar pada Munas nanti. Tiga nama ini Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo (Bamsoet), dan Agun Gunandjar Sudarsa.

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Maju Ketum Golkar, Agun Gunandjar jadi Rival Baru Bamsoet dan Airlangga

...
RILIS.ID
Jakarta
24 November 2019 - 12:02 WIB
Elektoral | RILISID
...
Agun Gunandjar Sudarsa. FOTO: Istimewa

RILISID, Jakarta — Politisi Senior Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa, secara mengejutkan menyatakan maju dalam bursa pencalonan Ketua Umum Partai Golkar pada Musyawarah Nasional (Munas) Desember mendatang. Bersamaan dengan majunya Agun sebagai caketum, anggota DPR itu pun juga memyatakan mundur dari kepanitian Munas.

 

"Maka selanjutnya untuk Munas kali ini sekali lagi saya nyatakan mundur dari kepanitiaan dan maju sebagai Caketum Golkar, semoga Golkar kita satu, terjaga dan terpelihara adanya untuk maju bangkit dan menang di 2024," ujar Agun dalam rapat pleno panitia Munas di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (23/11/2019). 

 

Majunya Agun dalam kontestasi ini agar proses demokrasi di partai beringin tetap terjaga. Sehingga pencalonannya diharapkan menjadikan partai Golkar yang maju, dihormati dan didukung anggotanya. Sebab kata dia, partai didirikan untuk menjalankan Demokrasi. 

 

Dia juga berharap Munas Golkar tahun ini lebih baik dari Munas Bali tahun 2016 yang jauh dari konstitusional, demokratis, bersih dan rekonsiliasi.

 

"Demokrasi adalah sistem terbaik untuk menjalankan kekuasan, guna mewujudkan kesejahteraan rakyat, sebagai pemegang kedaulatan. Untuk itu semua harus dikembalikan kepada prinsip dan falsafah Demokrasi. Untuk itu partai wajib menjalankan proses demokrasi yang benar," tegasnya.

 

Diumumkan, sesuai Undang-Undang Parpol yang diterbitkan tentang demokrasi yang wajib dipatuhi melalui AD / ART Partai. Maka pemilihan Caketum Golkar harus diputuskan secara kolektif-kolegial. 

 

"Itulah Partai Politik, yang setiap anggota memiliki hak-hak dan kewajibannya. Inilah yang harus kita lakukan, untuk menegakkan aturan utama dalam Munas 3 hingga 6 Desember 2019. Sikap politik Anda hari ini akan menjadi catatan sejarah Golkar," ucap Agun.

 

Dirinya ingatkan bahwa Munas Partai adalah forum kedaulatan tertinggi, salah satunya adalah pemilihan ketua umum. Dengan pemilihan yang demokratis, konsitusi sebagai hukum tertinggi telah disetujui azas luber dan jurdil. Maka Munas yang dibawahnya harus tidak bertentangan dengan konsitusi dan UU parpol yang menjadi bertentangan. 

 

"Dengan demikian proses Munas yang harus memenuhi syarat azas luber dan jurdil. Permintaan dukungan 30 persen, harus dilakukan secara langsung di bilik suara munas tidak melalui surat dukungan. Mari kita tegakan mendukungasi di tubuh Golkar," tutupnya dengan penuh harapan.

 

Sejuk ini sudah ada tiga nama yang sudah disetujui siap maju dalam pertarungan Caketum Golkar pada Munas nanti. Tiga nama ini Airlangga Hartarto, Bambang Soesatyo (Bamsoet), dan Agun Gunandjar Sudarsa.

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya