Komisi II DPR RI Nilai Kompleksitas Penyelenggaraan Pemilu 2021 Sangat Tinggi
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Komisi II DPR RI Nilai Kompleksitas Penyelenggaraan Pemilu 2021 Sangat Tinggi

...
RILIS.ID
Jakarta
6 September 2021 - 19:08 WIB
Politika | RILISID
...
Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Foto: Geraldi/Man/dpr.go.id/Istimewa.

RILISID, Jakarta — Tahun 2024 adalah tahun politik. Sepanjang tahun itu, akan digelar beberapa event besar politik di tanah air.

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menilai, penyelenggaraan pemilu tahun 2024 memiliki tingkat kerumitan dan kompleksitas yang sangat tinggi.

Karena itulah, kata dia, disepakati untuk mencoba menyusun sejak awal desain dan konsep penyelenggaraan Pemilu tahun 2024 akan seperti apa. Dan dengan tingkat kerumitan yang seperti apa. Sehingga kerumitan dan kompleksitas itu nantinya bisa mengurainya dari awal dan dicari solusinya.

Ia menjelaskan, hal itu juga yang menjadi latar belakang dibentuknya Tim Kerja Bersama. Dalam waktu satu bulan setengah sampai dua bulan, menurut Doli, Tim Kerja Bersama ini telah bekerja dengan sungguh-sungguh. Semua Pimpinan Komisi II dan Kapoksi hadir dalam beberapa kali pertemuan.

”Tim kerja ini sudah menggelar rapat formal sebanyak tiga kali, yakni pada 24 Mei, 3 Juni, dan 10 Juni 2021,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat Komisi II DPR RI dengan KPU, Bawaslu, dan DKPP di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, yang dikutip dari laman dpr.go.id, Senin (6/9/2021).

Tetapi, terus dia, dalam pertemuan-pertemuan di luar yang formal itu, ada pertemuan-pertemuan informal lain untuk bisa mematangkan konsep dan desainnya.

Ia menambahkan, tim kerja bersama sudah selesai merumuskan beberapa hal dan sudah pernah disampaikan ke publik terkait tanggal, kapan dimulai, tetapi masih dalam keputusan tim. Keputusan akhir yang secara khusus akan terjadi dalam rapat kerja resmi antara Komisi II dengan pemerintah, dalam hal ini Menteri Dalam Negeri dan juga penyelenggara Pemilu (KPU, Bawaslu, dan DKPP RI).

Sebelumnya, Doli mengatakan, dalam kesempatan RDP Komisi II dengan penyelenggara Pemilu kali ini membahas agenda tunggal, yaitu mendengarkan penyampaian tentang kesiapan dalam menyambut penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024 serta pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota serentak tahun 2024.

Rapat kerja ini merupakan tindaklanjut dari rapat kerja sebelumnya yang memutuskan bahwa Komisi II membentuk tim kerja Bersama antara Komisi II, Kemendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP untuk mencoba menyusun konsep dan desain penyelenggaraan Pemilu di tahun 2024.

”Kita sepakati, karena Menteri Dalam Negeri tidak dapat hadir secara langsung, maka kita akan mengambil keputusan pada 16 September 2021. Hari ini kita mendengarkan laporan hasil dari Tim Kerja Bersama yang sudah dirapikan sesuai dengan kesepakatan kita oleh KPU,” pungkasnya.(*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Komisi II DPR RI Nilai Kompleksitas Penyelenggaraan Pemilu 2021 Sangat Tinggi

...
RILIS.ID
Jakarta
6 September 2021 - 19:08 WIB
Politika | RILISID
...
Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Foto: Geraldi/Man/dpr.go.id/Istimewa.

RILISID, Jakarta — Tahun 2024 adalah tahun politik. Sepanjang tahun itu, akan digelar beberapa event besar politik di tanah air.

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menilai, penyelenggaraan pemilu tahun 2024 memiliki tingkat kerumitan dan kompleksitas yang sangat tinggi.

Karena itulah, kata dia, disepakati untuk mencoba menyusun sejak awal desain dan konsep penyelenggaraan Pemilu tahun 2024 akan seperti apa. Dan dengan tingkat kerumitan yang seperti apa. Sehingga kerumitan dan kompleksitas itu nantinya bisa mengurainya dari awal dan dicari solusinya.

Ia menjelaskan, hal itu juga yang menjadi latar belakang dibentuknya Tim Kerja Bersama. Dalam waktu satu bulan setengah sampai dua bulan, menurut Doli, Tim Kerja Bersama ini telah bekerja dengan sungguh-sungguh. Semua Pimpinan Komisi II dan Kapoksi hadir dalam beberapa kali pertemuan.

”Tim kerja ini sudah menggelar rapat formal sebanyak tiga kali, yakni pada 24 Mei, 3 Juni, dan 10 Juni 2021,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat Komisi II DPR RI dengan KPU, Bawaslu, dan DKPP di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, yang dikutip dari laman dpr.go.id, Senin (6/9/2021).

Tetapi, terus dia, dalam pertemuan-pertemuan di luar yang formal itu, ada pertemuan-pertemuan informal lain untuk bisa mematangkan konsep dan desainnya.

Ia menambahkan, tim kerja bersama sudah selesai merumuskan beberapa hal dan sudah pernah disampaikan ke publik terkait tanggal, kapan dimulai, tetapi masih dalam keputusan tim. Keputusan akhir yang secara khusus akan terjadi dalam rapat kerja resmi antara Komisi II dengan pemerintah, dalam hal ini Menteri Dalam Negeri dan juga penyelenggara Pemilu (KPU, Bawaslu, dan DKPP RI).

Sebelumnya, Doli mengatakan, dalam kesempatan RDP Komisi II dengan penyelenggara Pemilu kali ini membahas agenda tunggal, yaitu mendengarkan penyampaian tentang kesiapan dalam menyambut penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024 serta pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota serentak tahun 2024.

Rapat kerja ini merupakan tindaklanjut dari rapat kerja sebelumnya yang memutuskan bahwa Komisi II membentuk tim kerja Bersama antara Komisi II, Kemendagri, KPU, Bawaslu, dan DKPP untuk mencoba menyusun konsep dan desain penyelenggaraan Pemilu di tahun 2024.

”Kita sepakati, karena Menteri Dalam Negeri tidak dapat hadir secara langsung, maka kita akan mengambil keputusan pada 16 September 2021. Hari ini kita mendengarkan laporan hasil dari Tim Kerja Bersama yang sudah dirapikan sesuai dengan kesepakatan kita oleh KPU,” pungkasnya.(*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya