Flashmob di Hari Ibu, Siapkan Sekolah untuk Orangtua
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Flashmob di Hari Ibu, Siapkan Sekolah untuk Orangtua

Bandarlampung
22 Desember 2019 - 19:52 WIB
Politika | RILISID
...
Aksi flashmob di depan Mall Boemi Kedaton (MBK), Sabtu (21/12/2019). FOTO: HUMAS PKS BANDARLAMPUNG

RILISID, Bandarlampung — Memperingati hari ibu 22 Desember 2019, kader PKS turun ke jalan melakukan aksi flashmob di depan Mall Boemi Kedaton (MBK), Sabtu (21/12/2019).

Pada bagian lain, PKS juga bersiap untuk meluncurkan program sekolah orangtua ke masyarakat. Sebagai bentuk keseriusan dilakukan Training of trainer (tot) di aula DPW PKS Lampung, Minggu (22/12/2019).

Flashmob sendiri mengangkat tema Mengokohkan Peran Ibu sebagai Pemersatu Bangsa, diikuti 50-an kader PKS dari Kecamatan Labuhanratu, Kedaton, dan Wayhalim.

Pengurus Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPPK), Damayanti, mengatakan PKS ingin mengingatkan dan mengajak masyarakat selalu berbakti kepada orangtua terutama ibu.

”Tanpanya kita bukanlah apa-apa. Berbakti dan mencintai ibu bukan hanya saat memperingati hari ibu, tetapi sepanjang masa,” ingatnya.

Panitia pelaksana Adil Hasbullah menjelaskan, Ibu merupakan salah satu simbol pemersatu bangsa, serta penentu baik tidaknya generasi penerus. Tanpa bantuan dan bimbingan ibu, moral generasi bangsa akan hancur.

Sementara itu, TOT program sekolah orangtua yang digelar BPKK PKS Bandarlampung diikuti sekitar 150 peserta. Temanya, ”Menjadi Orangtua Tangguh di Era Digital”.

Ketua BPKK Bandarlampung, Yuni Karnelis, memaparkan TOT bertujuan mengisi sekolah bagi para orangtua menjadi trainer dan bagaimana cara mendidik anak.

”Tujuan lainnya, ingin keluarga di Bandarlampung memiliki ilmu parenting. Bagaimana cara mereka mendidik anak sesuai dengan ilmu dan mempraktikkannya. Maka itu perlu pendampingan trainer-trainer,” ujarnya.

Anggota DPRD Bandarlampung ini juga menyebutkan, trainer dibentuk agar nantinya mereka bisa menyampaikannya lagi kepada masyarakat bagaimana cara memperbaiki kualitas keluarga dan cara mengasuh orangtua.

”Karena melihat isu dan kondisi yang ada sekarang itu menyedihkan. Anak-anak kecanduan pornografi, gadget, obat-obatan, dan sebagainya. Ketika kami evaluasi ternyata pengaruh dari keluarga yang memang bermasalah karena orangtua tidak punya ilmu mengasuh anak yang benar,” ungkap Yuni. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya

Flashmob di Hari Ibu, Siapkan Sekolah untuk Orangtua

...
[email protected]
Bandarlampung
22 Desember 2019 - 19:52 WIB
Politika | RILISID
...
Aksi flashmob di depan Mall Boemi Kedaton (MBK), Sabtu (21/12/2019). FOTO: HUMAS PKS BANDARLAMPUNG

RILISID, Bandarlampung — Memperingati hari ibu 22 Desember 2019, kader PKS turun ke jalan melakukan aksi flashmob di depan Mall Boemi Kedaton (MBK), Sabtu (21/12/2019).

Pada bagian lain, PKS juga bersiap untuk meluncurkan program sekolah orangtua ke masyarakat. Sebagai bentuk keseriusan dilakukan Training of trainer (tot) di aula DPW PKS Lampung, Minggu (22/12/2019).

Flashmob sendiri mengangkat tema Mengokohkan Peran Ibu sebagai Pemersatu Bangsa, diikuti 50-an kader PKS dari Kecamatan Labuhanratu, Kedaton, dan Wayhalim.

Pengurus Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPPK), Damayanti, mengatakan PKS ingin mengingatkan dan mengajak masyarakat selalu berbakti kepada orangtua terutama ibu.

”Tanpanya kita bukanlah apa-apa. Berbakti dan mencintai ibu bukan hanya saat memperingati hari ibu, tetapi sepanjang masa,” ingatnya.

Panitia pelaksana Adil Hasbullah menjelaskan, Ibu merupakan salah satu simbol pemersatu bangsa, serta penentu baik tidaknya generasi penerus. Tanpa bantuan dan bimbingan ibu, moral generasi bangsa akan hancur.

Sementara itu, TOT program sekolah orangtua yang digelar BPKK PKS Bandarlampung diikuti sekitar 150 peserta. Temanya, ”Menjadi Orangtua Tangguh di Era Digital”.

Ketua BPKK Bandarlampung, Yuni Karnelis, memaparkan TOT bertujuan mengisi sekolah bagi para orangtua menjadi trainer dan bagaimana cara mendidik anak.

”Tujuan lainnya, ingin keluarga di Bandarlampung memiliki ilmu parenting. Bagaimana cara mereka mendidik anak sesuai dengan ilmu dan mempraktikkannya. Maka itu perlu pendampingan trainer-trainer,” ujarnya.

Anggota DPRD Bandarlampung ini juga menyebutkan, trainer dibentuk agar nantinya mereka bisa menyampaikannya lagi kepada masyarakat bagaimana cara memperbaiki kualitas keluarga dan cara mengasuh orangtua.

”Karena melihat isu dan kondisi yang ada sekarang itu menyedihkan. Anak-anak kecanduan pornografi, gadget, obat-obatan, dan sebagainya. Ketika kami evaluasi ternyata pengaruh dari keluarga yang memang bermasalah karena orangtua tidak punya ilmu mengasuh anak yang benar,” ungkap Yuni. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya