Ferdinand Tuding 7 Parpol Turut Serta Bantu Anies Tutupi Dugaan Penyimpangan Formula E
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Ferdinand Tuding 7 Parpol Turut Serta Bantu Anies Tutupi Dugaan Penyimpangan Formula E

...
RILIS.ID
Jakarta
28 September 2021 - 19:30 WIB
Politika | RILISID
...
Ferdinand Hutahaean. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Polemik penyelenggaraan Formula E makin meruncing setelah tujuh fraksi di DPRD DKI Jakarta menolak hadir dalam rapat paripurna hak interpelasi Gubernur Anies Baswedan terkait Formula E pada Selasa (28/9/2021).

Rapat paripurna hak interpelasi tersebut hanya dihadiri 32 anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Sementara tujuh fraksi menolak yakni Golkar, Demokrat, PKS, PKB, NasDem, Gerindra, dan PAN. 

Meski tak kourum karena harus memenuhi 50+1 dari total anggota dewan atau 53 orang, namun Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi tetap melanjutkan rapat paripurna tersebut.

Penolakan tujuh fraksi atas hak interpelasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuai sorotan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari eks kader Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

Melalui akun Twitternya, Ferdinand menuding ketujuh partai itu turut serta membantu Gubernur Anies Baswedan menutupi dugaan penyimpangan penyelenggaraan Formula E.

"Di Jakarta, Partai2 ini turut serta MEMBANTU GUBERNUR MENUTUPI DUGAAN2 PENYIMPANGAN PELAKSANAAN FORMULA E," tulisnya sebagai dikutip Rilisid dari akun Twitternya, Selasa.

"Partai2 ini tdk mendukung transparansi dan Anies Baswedan hanya omong kosong bicara ttg transparansi karena TAKUT BICARA JUJUR tentang Formula E. Berwatak Korup?," lanjut Ferdinand.

Formula E pun ramai diperbincangkan warganet di linimasa Twitter hingga menjadi trending topic. Beragam tanggapan disampaikan warganet terkait Formula E.

"Kalo kasus Lahan Rusun lolos Masih ada kasus Formula E.. Iya kannn pak @KPK_RI," ujar akun @Yulia_***.

"Dari KPK ke DPRD DKI. Dari DP 0 rupiah berlanjut ke formula E. Kecebur gotnya sekali tapi sialnya berkali2. Begini akibatnya jika pilih pemimpin dgn jualan agama, ancam mayat saudara seiman dan politisasi masjid," kata akun @Chusnul***.

"Baliho hilang ribut. Patung hilang ribut, narasinya disusupi PKI. Instalasi bambu hilang, diam tdk ribut. Tugu sepatu hilang, diam tidak ribut. Anggaran hampir 5 Triliun formula E hilang, mereka jg diam. Politikus busuk di Jakarta memang licik ngadalin orang!," tutur akun @deditelaumba***.

"1. Pindah ibu kota gak bikin kenyang. 2. Bikin kereta cepat Jakarta-Bandung gak bikin kenyang. 3. Bikin sirkuit Mandalika gak bikin kenyang Dan 3 proyek konyol tsb nilainya >500x lipat dari formula E, tapi kalian bungkam. ...Super Munafik... (``,)," ucap akun @kafirradika***.

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Ferdinand Tuding 7 Parpol Turut Serta Bantu Anies Tutupi Dugaan Penyimpangan Formula E

...
RILIS.ID
Jakarta
28 September 2021 - 19:30 WIB
Politika | RILISID
...
Ferdinand Hutahaean. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Polemik penyelenggaraan Formula E makin meruncing setelah tujuh fraksi di DPRD DKI Jakarta menolak hadir dalam rapat paripurna hak interpelasi Gubernur Anies Baswedan terkait Formula E pada Selasa (28/9/2021).

Rapat paripurna hak interpelasi tersebut hanya dihadiri 32 anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Sementara tujuh fraksi menolak yakni Golkar, Demokrat, PKS, PKB, NasDem, Gerindra, dan PAN. 

Meski tak kourum karena harus memenuhi 50+1 dari total anggota dewan atau 53 orang, namun Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi tetap melanjutkan rapat paripurna tersebut.

Penolakan tujuh fraksi atas hak interpelasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuai sorotan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari eks kader Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.

Melalui akun Twitternya, Ferdinand menuding ketujuh partai itu turut serta membantu Gubernur Anies Baswedan menutupi dugaan penyimpangan penyelenggaraan Formula E.

"Di Jakarta, Partai2 ini turut serta MEMBANTU GUBERNUR MENUTUPI DUGAAN2 PENYIMPANGAN PELAKSANAAN FORMULA E," tulisnya sebagai dikutip Rilisid dari akun Twitternya, Selasa.

"Partai2 ini tdk mendukung transparansi dan Anies Baswedan hanya omong kosong bicara ttg transparansi karena TAKUT BICARA JUJUR tentang Formula E. Berwatak Korup?," lanjut Ferdinand.

Formula E pun ramai diperbincangkan warganet di linimasa Twitter hingga menjadi trending topic. Beragam tanggapan disampaikan warganet terkait Formula E.

"Kalo kasus Lahan Rusun lolos Masih ada kasus Formula E.. Iya kannn pak @KPK_RI," ujar akun @Yulia_***.

"Dari KPK ke DPRD DKI. Dari DP 0 rupiah berlanjut ke formula E. Kecebur gotnya sekali tapi sialnya berkali2. Begini akibatnya jika pilih pemimpin dgn jualan agama, ancam mayat saudara seiman dan politisasi masjid," kata akun @Chusnul***.

"Baliho hilang ribut. Patung hilang ribut, narasinya disusupi PKI. Instalasi bambu hilang, diam tdk ribut. Tugu sepatu hilang, diam tidak ribut. Anggaran hampir 5 Triliun formula E hilang, mereka jg diam. Politikus busuk di Jakarta memang licik ngadalin orang!," tutur akun @deditelaumba***.

"1. Pindah ibu kota gak bikin kenyang. 2. Bikin kereta cepat Jakarta-Bandung gak bikin kenyang. 3. Bikin sirkuit Mandalika gak bikin kenyang Dan 3 proyek konyol tsb nilainya >500x lipat dari formula E, tapi kalian bungkam. ...Super Munafik... (``,)," ucap akun @kafirradika***.

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya