Elektabilitas Tinggi, Prabowo Dinilai Akan Tetap Kalah
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Elektabilitas Tinggi, Prabowo Dinilai Akan Tetap Kalah

...
RILIS.ID
Jakarta
22 Juli 2020 - 23:00 WIB
Elektoral | RILISID
...
Prabowo Subianto. ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi S.

RILISID, Jakarta — Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menyebutkan Prabowo Subianto memuncaki keterpilihan sebesar 16,3 persen pada Pilpres 2024. Disusul Anies Baswedan 12,7 persen, dan Ganjar Pranowo 11,5 persen.

Namun, pengamat politik yang juga direktur eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menilai Prabowo akan tetap kalah jika kembali mengikuti kontestasi Pilpres. Hal ini berdasarkan opini masyarakat terkait peluang menang menteri pertahanan itu. 

“Sebanyak 26,3 persen responden sangat yakin Prabowo kembali kalah, dan 42,8 persen ragu-ragu. Data ini menggambarkan jika mereka yang memilih Prabowo saat survei memiliki keyakinan pilihannya akan tetap kalah” ujar Dedi, Rabu (22/7/2020).

Menurut Dedi, persentase keyakinan responden atas kalahnya Prabowo bisa mempengaruhi pilihan di saat Pilpres benar-benar dilakukan.

“Mereka yang saat ini masih memilih Prabowo sementara ragu atau bahkan yakin akan kalah, punya potensi mengurungkan pilihan pada Prabowo, hal ini bisa saja karena ada kejenuhan pemilih” kata Dedi.

Sementara itu, nama lain yang turut mendapat perhatian publik secara berturut; Sandiaga Uno 8,8 persen, Ridwan Kamil 6,0 persen, AHY 5,7 persen, Airlangga Hartarto 4,3 persen, Khofifah Indar Parawansa 4,0 persen, Mahfud MD 3,0 persen. Doni Munardo 2,9 persen, Gatot Nurmantyo 2,1 persen, dan Tito Karnavian 1,1 persen.

“Semua tokoh potensial memiliki peluang karena ini tentu masih sangat cair, bahkan jika tanpa keikutsertaan Prabowo di 2024, kontestasi akan sangat ramai dan fresh dengan nama-nama baru” pungkas Dedi.

Survei IPO dilakukan pada 8-19 Juni 2020, dengan metode Wellbeing Purposif Sampling (WPS), melibatkan 1350 responden dari 30 Provinsi. Hasil survsi memiliki akurasi dalam rentang maksimum 97 persen, dengan sampling error 3,5 persen. 

 

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Elektabilitas Tinggi, Prabowo Dinilai Akan Tetap Kalah

...
RILIS.ID
Jakarta
22 Juli 2020 - 23:00 WIB
Elektoral | RILISID
...
Prabowo Subianto. ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi S.

RILISID, Jakarta — Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menyebutkan Prabowo Subianto memuncaki keterpilihan sebesar 16,3 persen pada Pilpres 2024. Disusul Anies Baswedan 12,7 persen, dan Ganjar Pranowo 11,5 persen.

Namun, pengamat politik yang juga direktur eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menilai Prabowo akan tetap kalah jika kembali mengikuti kontestasi Pilpres. Hal ini berdasarkan opini masyarakat terkait peluang menang menteri pertahanan itu. 

“Sebanyak 26,3 persen responden sangat yakin Prabowo kembali kalah, dan 42,8 persen ragu-ragu. Data ini menggambarkan jika mereka yang memilih Prabowo saat survei memiliki keyakinan pilihannya akan tetap kalah” ujar Dedi, Rabu (22/7/2020).

Menurut Dedi, persentase keyakinan responden atas kalahnya Prabowo bisa mempengaruhi pilihan di saat Pilpres benar-benar dilakukan.

“Mereka yang saat ini masih memilih Prabowo sementara ragu atau bahkan yakin akan kalah, punya potensi mengurungkan pilihan pada Prabowo, hal ini bisa saja karena ada kejenuhan pemilih” kata Dedi.

Sementara itu, nama lain yang turut mendapat perhatian publik secara berturut; Sandiaga Uno 8,8 persen, Ridwan Kamil 6,0 persen, AHY 5,7 persen, Airlangga Hartarto 4,3 persen, Khofifah Indar Parawansa 4,0 persen, Mahfud MD 3,0 persen. Doni Munardo 2,9 persen, Gatot Nurmantyo 2,1 persen, dan Tito Karnavian 1,1 persen.

“Semua tokoh potensial memiliki peluang karena ini tentu masih sangat cair, bahkan jika tanpa keikutsertaan Prabowo di 2024, kontestasi akan sangat ramai dan fresh dengan nama-nama baru” pungkas Dedi.

Survei IPO dilakukan pada 8-19 Juni 2020, dengan metode Wellbeing Purposif Sampling (WPS), melibatkan 1350 responden dari 30 Provinsi. Hasil survsi memiliki akurasi dalam rentang maksimum 97 persen, dengan sampling error 3,5 persen. 

 

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya