Diduga Curang saat Tes SKD, LaNyalla Minta CPNS dan Oknum BKN Ditindak
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Diduga Curang saat Tes SKD, LaNyalla Minta CPNS dan Oknum BKN Ditindak

...
RILIS.ID
Jakarta
2 Desember 2021 - 15:56 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menanggapi dugaan kecurangan dalam tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2021 yang melibatkan 252 peserta dan oknum Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Senator asal Jawa Timur itu menegaskan aksi curang tersebut tidak bisa ditolerir lagi. Ia karenanya meminta seluruh pihak yang terlibat harus diberi tindakan tegas.

"Kita sangat menyesalkan masih adanya kecurangan dalam rekrutmen. Hal itu sangat tidak etis. Kita berharap para CPNS yang curang didiskualifikasi. Tidak patut mereka menjadi abdi negara. Oknum BKN yang terbukti terlibat juga harus dipecat sebagai PNS," tegas LaNyalla dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/12/2021).

Para pihak yang terlibat, kata dia, harus diganjar sanksi berat dan tindakan tegas. Sehingga peristiwa tersebut tidak terjadi lagi.

Dengan cara itu, LaNyalla mengharapkan para peserta CPNS dan pegawai tidak berani lagi untuk 'main mata' dalam pelaksanaan seleksi CPNS di masa mendatang.

Karena menurut LaNyalla, para pihak tersebut telah merusak sistem rekrutmen yang sudah diciptakan sesuai standar yang diperlukan.

"Karena idealnya sistem rekrutmen yang digunakan adalah mampu menjaring CPNS yang berkualitas sesuai dengan standar passing grade yang ditetapkan," jelasnya.

"Jika ada kongkalikong seperti ini, takutnya CPNS yang diterima jauh dari standar yang dibutuhkan. Bisa jadi tidak sesuai kecakapan maupun kompetensinya sehingga ke depan menjadi kendala dalam melayani masyarakat," sambungnya.

Lebih penting lagi, tambah LaNyalla, hal itu berkaitan dengan moral calon abdi negara. Sungguh tak elok, calon pegawai yang seharusnya menjadi orang-orang pilihan berlaku tidak jujur.

"Kita imbau pada para peserta seleksi CPNS agar berlaku jujur. Menurut saya, segala pekerjaan yang dimulai dari ketidakjujuran bukan hanya tidak berkah tetapi juga akan menuntut konsekuensi berat dan hilang kepercayaan orang terhadap kita," tuturnya.

LaNyalla berharap kecurangan yang terjadi dievaluasi, sehingga ada perbaikan baik terhadap sistem maupun sumber daya manusia itu sendiri.

"Kenapa masih ada celah kecurangan? Itu yang harus diperbaiki ke depan. Makanya perlu evaluasi terhadap sistem dan mekanisme pelaksanaan rekrutmen, termasuk dari segi teknologinya. BKN juga harus selektif dengan memilih petugas-petugas yang kredibel dan berdedikasi," ucapnya.

Kecurangan dalam perekrutan CPNS itu diungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo.

Dijelaskan oleh BKN kecurangan dalam seleksi CPNS 2021 bermoduskan remote access alias komputer yang digunakan peserta bisa diakses oleh orang lain dari jarak jauh.

Di mana temuan kecurangan CPNS 2021 saat SKD terjadi di sejumlah titik lokasi seleksi. Hal itu terungkap setelah BKN dan Badan Siber Sandi Negara melakukan pemeriksaan digital forensik dengan cara menelusuri pola peserta di server CAT BKN. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Diduga Curang saat Tes SKD, LaNyalla Minta CPNS dan Oknum BKN Ditindak

...
RILIS.ID
Jakarta
2 Desember 2021 - 15:56 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Ketua DPD AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menanggapi dugaan kecurangan dalam tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2021 yang melibatkan 252 peserta dan oknum Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Senator asal Jawa Timur itu menegaskan aksi curang tersebut tidak bisa ditolerir lagi. Ia karenanya meminta seluruh pihak yang terlibat harus diberi tindakan tegas.

"Kita sangat menyesalkan masih adanya kecurangan dalam rekrutmen. Hal itu sangat tidak etis. Kita berharap para CPNS yang curang didiskualifikasi. Tidak patut mereka menjadi abdi negara. Oknum BKN yang terbukti terlibat juga harus dipecat sebagai PNS," tegas LaNyalla dalam keterangan tertulisnya, Kamis (2/12/2021).

Para pihak yang terlibat, kata dia, harus diganjar sanksi berat dan tindakan tegas. Sehingga peristiwa tersebut tidak terjadi lagi.

Dengan cara itu, LaNyalla mengharapkan para peserta CPNS dan pegawai tidak berani lagi untuk 'main mata' dalam pelaksanaan seleksi CPNS di masa mendatang.

Karena menurut LaNyalla, para pihak tersebut telah merusak sistem rekrutmen yang sudah diciptakan sesuai standar yang diperlukan.

"Karena idealnya sistem rekrutmen yang digunakan adalah mampu menjaring CPNS yang berkualitas sesuai dengan standar passing grade yang ditetapkan," jelasnya.

"Jika ada kongkalikong seperti ini, takutnya CPNS yang diterima jauh dari standar yang dibutuhkan. Bisa jadi tidak sesuai kecakapan maupun kompetensinya sehingga ke depan menjadi kendala dalam melayani masyarakat," sambungnya.

Lebih penting lagi, tambah LaNyalla, hal itu berkaitan dengan moral calon abdi negara. Sungguh tak elok, calon pegawai yang seharusnya menjadi orang-orang pilihan berlaku tidak jujur.

"Kita imbau pada para peserta seleksi CPNS agar berlaku jujur. Menurut saya, segala pekerjaan yang dimulai dari ketidakjujuran bukan hanya tidak berkah tetapi juga akan menuntut konsekuensi berat dan hilang kepercayaan orang terhadap kita," tuturnya.

LaNyalla berharap kecurangan yang terjadi dievaluasi, sehingga ada perbaikan baik terhadap sistem maupun sumber daya manusia itu sendiri.

"Kenapa masih ada celah kecurangan? Itu yang harus diperbaiki ke depan. Makanya perlu evaluasi terhadap sistem dan mekanisme pelaksanaan rekrutmen, termasuk dari segi teknologinya. BKN juga harus selektif dengan memilih petugas-petugas yang kredibel dan berdedikasi," ucapnya.

Kecurangan dalam perekrutan CPNS itu diungkap Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo.

Dijelaskan oleh BKN kecurangan dalam seleksi CPNS 2021 bermoduskan remote access alias komputer yang digunakan peserta bisa diakses oleh orang lain dari jarak jauh.

Di mana temuan kecurangan CPNS 2021 saat SKD terjadi di sejumlah titik lokasi seleksi. Hal itu terungkap setelah BKN dan Badan Siber Sandi Negara melakukan pemeriksaan digital forensik dengan cara menelusuri pola peserta di server CAT BKN. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya