Pimpinan MPR Minta Pemerintah Konsisten Terapkan PSBB - RILIS.ID
Pimpinan MPR Minta Pemerintah Konsisten Terapkan PSBB
Nailin In Saroh
Selasa | 19/05/2020 20.00 WIB
Pimpinan MPR Minta Pemerintah Konsisten Terapkan PSBB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta – Wakil Ketua Majelis Permusyawaran Rakyat (MPR) RI Lestari Moerdijat meminta pemerintah konsisten dalam penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), khususnya menjelang Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah. Sebab menurutnya, sikap pemerintah kini terlihat kebingingungan dan ambigu. 

"Terjadi pemandangan yang memprihatinkan menjelang Lebaran ini. Pemerintah menegaskan belum ada pelonggaran kebijakan, tetapi keramaian dan kerumunan orang terus saja terjadi," ujar Lestari yang akrab disapa Rerie dalam keterangannya, di Jakarta, Selasa (19/5/2020).

Laporan berbagai pihak, lanjut dia, menyebutkan sejumlah tempat, seperti ruas jalan dan pasar semakin ramai di tengah wabah COVID-19. Politikus Partai NasDem tersebut menilai kondisi seperti ini justru membingungkan sebagian masyarakat.

Menurut Rerie, kalau memang belum ada pelonggaran kebijakan, pihak aparat yang berwenang seharusnya bisa langsung menertibkan.

Namun kenyataannya, jelas Rerie, sejumlah tempat termasuk ruas jalan di Jakarta mulai dipadati kendaraan, seperti Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Meski secara resmi pasar ditutup, lanjut dia, para pedagang tetap bisa menggelar dagangannya di pinggir jalan sekitar pasar.

Akibatnya, Rerie mengatakan kerumunan orang tidak terhindarkan, padahal kawasan Tanah Abang adalah salah satu kawasan dengan catatan kasus COVID-19 yang cukup tinggi di Jakarta.

Berdasarkan http://corona.jakarta.go.id, jumlah pasien positif COVID-19 di Tanah Abang sebanyak 305 orang hingga Senin (18/5).

"Hal tersebut juga menyebabkan masyarakat yang sejak awal mematuhi aturan untuk tetap di rumah menjadi bingung apakah sudah diberlakukan pelonggaran atau bagaimana? Kalau belum ada pelonggaran kebijakan, mengapa tidak ada sanksi dan pengaturan sesuai protokol kesehatan?" katanya.

Kebingungan masyarakat, sambung Rerie, bisa berujung pada kekecewaan, bahkan sikap skeptis dari masyarakat. Rerie juga mengingatkan pentingnya untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa wabah COVID-19 ini harus dihadapi secara bersama dengan disiplin yang tinggi dan jangan sampai kelengahan membawa dampak berlarutnya penyebaran wabah. 

"Sebelum publik tidak peduli, saya berharap pemerintah bisa menerapkan kebijakan dengan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku," jelasnya.
 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2020 | WWW.RILIS.ID