Wasekjen Demokrat Berang Disebut Bego oleh Denny Siregar Terkait Bandara Kualanamu
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Wasekjen Demokrat Berang Disebut Bego oleh Denny Siregar Terkait Bandara Kualanamu

...
RILIS.ID
Jakarta
26 November 2021 - 18:01 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Jansen Sitindaon dan Denny Siregar. Ilustrasi: Rilisid/Kalbi Rikardo

RILISID, Jakarta — Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon berang atas kicauan pegiat media sosial Denny Siregar.

Denny Siregar sebelumnya berkicau terkait pernyataan Jansen Sitindaon soal penjualan saham Bandara Internasional Kualanamu.

"Katanya elit partai, tapi bego. Ga ada aset yang dijual, yang ada adalah pengelolaan bandara dgn sistem BOT selama 25 tahun. Itu model yg sama dgn pembangunan jalan tol. Pantes @PDemokratBgak maju2 elitnya bego2," tulis Denny di akun Twitternya, Jumat (26/11/2021).

Cuitan Denny itu direspons langsung oleh Jansen melalui akun Twitternya @jansen_jsp.

"Twitmu ini sudah cemarkan & nyerang kehormatanku. Jika misal terus lanjut, nanti kita buktikan," sahut politikus Demokrat itu.

"Saya tidak pernah pakai kata “JUAL”. Di badan berita jg itu bisa dibaca. Malah saya bertanya baik2 ke @KemenBUMN. Soal medianya mekanisme di UU Pers akan aku tempuh. Salam," lanjut Jansen.

Sebelumnya, Jansen mempertanyakan polemik penjualan saham Bandara Kualanamu kepada Kementerian BUMN.

"Gimana maksudnya ini ya? Sbg anak Sumut & sejak dulu banyak mosting soal Kualanamo saya minta penjelasan lebih terang dikit dr teman2 @KemenBUMN soal ini. Saya lihat selama ini Kualanmo baik2 saja sejak dibangun dr zaman pak SBY sampai skrg. Memang rencananya mau dibuat gmn lagi?," ujarnya.

Polemik Bandara Kualanamu juga disoroti mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu. Hingga akhirnya, ia disebut tidak cerdas oleh Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN Arya Sinulingga.

"Bagi yg pernah ke India dan menyaksikan Bandaranya, pasti merasa heran kok bandara kita akan dikelola oleh India," tulis Said Didu.

"Makin tdk cerdas...Kmrn BOT dibilang jual aset. Skrg melintir lagi, pengelolanya ya anak perusahaan AP2 dan GMR karena Anak AP2 pemegang saham mayoritas," ujar Arya Sinulingga melalui akun Twitternya @AryaSinulingga.

Penjualan saham Bandara Internasional Kualanamu yang dibangun di era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menimbulkan polemik hingga menjadi trending topik di Twitter. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Wasekjen Demokrat Berang Disebut Bego oleh Denny Siregar Terkait Bandara Kualanamu

...
RILIS.ID
Jakarta
26 November 2021 - 18:01 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Jansen Sitindaon dan Denny Siregar. Ilustrasi: Rilisid/Kalbi Rikardo

RILISID, Jakarta — Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon berang atas kicauan pegiat media sosial Denny Siregar.

Denny Siregar sebelumnya berkicau terkait pernyataan Jansen Sitindaon soal penjualan saham Bandara Internasional Kualanamu.

"Katanya elit partai, tapi bego. Ga ada aset yang dijual, yang ada adalah pengelolaan bandara dgn sistem BOT selama 25 tahun. Itu model yg sama dgn pembangunan jalan tol. Pantes @PDemokratBgak maju2 elitnya bego2," tulis Denny di akun Twitternya, Jumat (26/11/2021).

Cuitan Denny itu direspons langsung oleh Jansen melalui akun Twitternya @jansen_jsp.

"Twitmu ini sudah cemarkan & nyerang kehormatanku. Jika misal terus lanjut, nanti kita buktikan," sahut politikus Demokrat itu.

"Saya tidak pernah pakai kata “JUAL”. Di badan berita jg itu bisa dibaca. Malah saya bertanya baik2 ke @KemenBUMN. Soal medianya mekanisme di UU Pers akan aku tempuh. Salam," lanjut Jansen.

Sebelumnya, Jansen mempertanyakan polemik penjualan saham Bandara Kualanamu kepada Kementerian BUMN.

"Gimana maksudnya ini ya? Sbg anak Sumut & sejak dulu banyak mosting soal Kualanamo saya minta penjelasan lebih terang dikit dr teman2 @KemenBUMN soal ini. Saya lihat selama ini Kualanmo baik2 saja sejak dibangun dr zaman pak SBY sampai skrg. Memang rencananya mau dibuat gmn lagi?," ujarnya.

Polemik Bandara Kualanamu juga disoroti mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu. Hingga akhirnya, ia disebut tidak cerdas oleh Staf Khusus (Stafsus) Menteri BUMN Arya Sinulingga.

"Bagi yg pernah ke India dan menyaksikan Bandaranya, pasti merasa heran kok bandara kita akan dikelola oleh India," tulis Said Didu.

"Makin tdk cerdas...Kmrn BOT dibilang jual aset. Skrg melintir lagi, pengelolanya ya anak perusahaan AP2 dan GMR karena Anak AP2 pemegang saham mayoritas," ujar Arya Sinulingga melalui akun Twitternya @AryaSinulingga.

Penjualan saham Bandara Internasional Kualanamu yang dibangun di era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menimbulkan polemik hingga menjadi trending topik di Twitter. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya