Viral Seruan "Jokowi End Game" Ajak Masyarakat Turun ke Jalan Tolak PPKM Besok
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Viral Seruan "Jokowi End Game" Ajak Masyarakat Turun ke Jalan Tolak PPKM Besok

...
RILIS.ID
Jakarta
23 Juli 2021 - 22:56 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Viral flyer bertuliskan "Jokowi End Game" di media sosial pada Jumat (23/7/2021). Isinya mengajak masyarakat turun ke jalan menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

Namun, flyer tersebut mencantumkan nomor telepon, penanggungjawab aksi. Termasuk izin untuk aksi demo yang akan digelar pada esok hari, Sabtu (24/7/2021).

Dalam flyer itu hanya tertulis bahwa peserta aksi akan melakukan longmarch dari Glodok menuju Istana Negara, Jakarta.

Jokowi End Game. Mengundang seluruh elemen masyarakat!! Untuk turun ke jalan menolak PPKM dan menghancurkan oligarki istana beserta jajarannya," demikian isi flyer sebagaimana dikutip Rilis.id, Jumat (23/7/2021).

Meski tak tercantum nomor kontak person koordinator aksi, namun terdapat beberapa logo seperti GoJek, Grab, Shopee Food, aliansi mahasiswa dan paguyuban pedagang kaki lima.

Menanggapi hal itu, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono meminta masyarakat untuk tidak mengikuti aksi tersebut. Ia beralasan karena kasus Covid-19 masih terus melonjak.

"Tentunya kita berharap untuk tidak melakukan kerumunan karena situasi angka Covid-19 yang masih tinggi," ujar Argo dalam keterangannya.

Jika masih tetap menggelar aksi, Argo berjanji akan bertindak tegas demi ketertiban dan keselamatan seluruh masyarakat.

"Kalau memang dilakukan mengganggu ketertiban umum, ya kita amankan," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat hingga 25 Juli 2021 mendatang.

Menurutnya, penerapan PPKM Darurat yang dimulai pada 3 Juli 2021 adalah kebijakan yang harus diambil pemerintah untuk menurunkan penularan kasus Covid-19 dan mengurangi kebutuhan masyarakat untuk pengobatan di rumah sakit.

"Sehingga tidak membuat lumpuhnya rumah sakit lantaran over kapasitas pasien Covid-19, serta agar pelayanan kesehatan untuk pasien dengan penyakit kritis lainnya tidak terganggu dan terancam nyawanya," kata Jokowi.

"Namun, alhamdulillah, kita patut bersyukur setelah dilaksanakan PPKM Darurat terlihat dari data penambahan kasus dan kepenuhan bed rumah sakit mengalami penurunan," lanjutnya.

Jokowi mengaku selalu memantau, memahami dinamika di lapangan dan juga mendengar suara-suara masyarakat yang terdampak dari PPKM.

Jika tren kasus terus mengalami penurunan, Jokowi mengatakan pemerintah akan melakukan pelonggaran kegiatan masyarakat secara bertahap pada 26 Juli 2021.

Seperti pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan dibuka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

Pasar tradisional selain yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan dibuka sampai dengan pukul 15.00 dengan kapasitas maksimal 50 persen.

"Tentu saja dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, yang pengaturannya akan ditetapkan oleh pemerintah daerah," ujarnya.

Kemudian pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lainnya yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00.

Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan dengan ketat sampai pukul 21.00 dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 30 menit.

Sedangkan kegiatan yang lain pada sektor esensial dan kritikal, baik di pemerintahan maupun swasta, serta terkait dengan protokol perjalanan akan dijelaskan secara terpisah.

"Saya minta kita semuanya bisa bekerja sama bahu-membahu untuk melaksanakan PPKM ini, dengan harapan kasus akan segera turun dan tekanan kepada rumah sakit juga menurun," tuturnya.

Untuk itu, kata Jokowi, semua pihak harus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan, melakukan isolasi terhadap yang bergejala dan memberikan pengobatan sedini mungkin kepada yang terpapar corona.

Lebih lanjut, Jokowi menyatakan bahwa pemerintah akan terus membagikan paket obat gratis untuk orang tanpa gejala (OTG) dan yang bergejala ringan yang direncanakan sejumlah 2 juta paket obat.

Lalu untuk masyarakat yang terdampak, pemerintah akan meringankan beban masyarakat dengan mengalokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial Rp55,21 triliun berupa bantuan tunai, yaitu Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Langsung Tunai atau BLT Desa, Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, bantuan kuota internet, dan subsidi listrik.

Pemerintah juga memberikan insentif untuk usaha mikro informal sebesar Rp1,2 juta untuk sekitar satu juta usaha mikro.

Jokowi pun telah memerintahkan kepada para menteri terkait untuk segera menyalurkan bansos tersebut kepada warga masyarakat yang berhak.

"Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, seluruh komponen bangsa untuk bersatu melawan Covid-19 ini. Memang ini situasi yang sangat berat tetap dengan usaha keras kita bersama, insyaallah kita bisa segera terbebas dari Covid-19 dan kegiatan sosial, kegiatan ekonomi masyarakat bisa kembali normal," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Viral Seruan "Jokowi End Game" Ajak Masyarakat Turun ke Jalan Tolak PPKM Besok

...
RILIS.ID
Jakarta
23 Juli 2021 - 22:56 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Viral flyer bertuliskan "Jokowi End Game" di media sosial pada Jumat (23/7/2021). Isinya mengajak masyarakat turun ke jalan menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

Namun, flyer tersebut mencantumkan nomor telepon, penanggungjawab aksi. Termasuk izin untuk aksi demo yang akan digelar pada esok hari, Sabtu (24/7/2021).

Dalam flyer itu hanya tertulis bahwa peserta aksi akan melakukan longmarch dari Glodok menuju Istana Negara, Jakarta.

Jokowi End Game. Mengundang seluruh elemen masyarakat!! Untuk turun ke jalan menolak PPKM dan menghancurkan oligarki istana beserta jajarannya," demikian isi flyer sebagaimana dikutip Rilis.id, Jumat (23/7/2021).

Meski tak tercantum nomor kontak person koordinator aksi, namun terdapat beberapa logo seperti GoJek, Grab, Shopee Food, aliansi mahasiswa dan paguyuban pedagang kaki lima.

Menanggapi hal itu, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono meminta masyarakat untuk tidak mengikuti aksi tersebut. Ia beralasan karena kasus Covid-19 masih terus melonjak.

"Tentunya kita berharap untuk tidak melakukan kerumunan karena situasi angka Covid-19 yang masih tinggi," ujar Argo dalam keterangannya.

Jika masih tetap menggelar aksi, Argo berjanji akan bertindak tegas demi ketertiban dan keselamatan seluruh masyarakat.

"Kalau memang dilakukan mengganggu ketertiban umum, ya kita amankan," katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat hingga 25 Juli 2021 mendatang.

Menurutnya, penerapan PPKM Darurat yang dimulai pada 3 Juli 2021 adalah kebijakan yang harus diambil pemerintah untuk menurunkan penularan kasus Covid-19 dan mengurangi kebutuhan masyarakat untuk pengobatan di rumah sakit.

"Sehingga tidak membuat lumpuhnya rumah sakit lantaran over kapasitas pasien Covid-19, serta agar pelayanan kesehatan untuk pasien dengan penyakit kritis lainnya tidak terganggu dan terancam nyawanya," kata Jokowi.

"Namun, alhamdulillah, kita patut bersyukur setelah dilaksanakan PPKM Darurat terlihat dari data penambahan kasus dan kepenuhan bed rumah sakit mengalami penurunan," lanjutnya.

Jokowi mengaku selalu memantau, memahami dinamika di lapangan dan juga mendengar suara-suara masyarakat yang terdampak dari PPKM.

Jika tren kasus terus mengalami penurunan, Jokowi mengatakan pemerintah akan melakukan pelonggaran kegiatan masyarakat secara bertahap pada 26 Juli 2021.

Seperti pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan dibuka sampai pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

Pasar tradisional selain yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan dibuka sampai dengan pukul 15.00 dengan kapasitas maksimal 50 persen.

"Tentu saja dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, yang pengaturannya akan ditetapkan oleh pemerintah daerah," ujarnya.

Kemudian pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha kecil lainnya yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 21.00.

Warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan dengan ketat sampai pukul 21.00 dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 30 menit.

Sedangkan kegiatan yang lain pada sektor esensial dan kritikal, baik di pemerintahan maupun swasta, serta terkait dengan protokol perjalanan akan dijelaskan secara terpisah.

"Saya minta kita semuanya bisa bekerja sama bahu-membahu untuk melaksanakan PPKM ini, dengan harapan kasus akan segera turun dan tekanan kepada rumah sakit juga menurun," tuturnya.

Untuk itu, kata Jokowi, semua pihak harus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan, melakukan isolasi terhadap yang bergejala dan memberikan pengobatan sedini mungkin kepada yang terpapar corona.

Lebih lanjut, Jokowi menyatakan bahwa pemerintah akan terus membagikan paket obat gratis untuk orang tanpa gejala (OTG) dan yang bergejala ringan yang direncanakan sejumlah 2 juta paket obat.

Lalu untuk masyarakat yang terdampak, pemerintah akan meringankan beban masyarakat dengan mengalokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial Rp55,21 triliun berupa bantuan tunai, yaitu Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Langsung Tunai atau BLT Desa, Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, bantuan kuota internet, dan subsidi listrik.

Pemerintah juga memberikan insentif untuk usaha mikro informal sebesar Rp1,2 juta untuk sekitar satu juta usaha mikro.

Jokowi pun telah memerintahkan kepada para menteri terkait untuk segera menyalurkan bansos tersebut kepada warga masyarakat yang berhak.

"Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, seluruh komponen bangsa untuk bersatu melawan Covid-19 ini. Memang ini situasi yang sangat berat tetap dengan usaha keras kita bersama, insyaallah kita bisa segera terbebas dari Covid-19 dan kegiatan sosial, kegiatan ekonomi masyarakat bisa kembali normal," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya