Update Pembakaran Mapolsek Candipuro Lampung: 14 Warga Diamankan hingga Penemuan 2 Senpi
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Update Pembakaran Mapolsek Candipuro Lampung: 14 Warga Diamankan hingga Penemuan 2 Senpi

...
Segan Simanjuntak
Jakarta
20 Mei 2021 - 15:20 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Beginilah kondisi Mapolsek Candipuro, Lampung Selatan usai dibakar massa pada Selasa (18/5/2021) malam. FOTO: RILISIDLAMPUNG/Ahmad Kurdy

RILISID, Jakarta — Pembakaran Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Candipuro, Lampung Selatan, Lampung pada Selasa (18/5/2021) malam, berbuntut panjang.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan sebanyak 14 orang telah diamankan Polres Lampung Selatan (Lamsel).

"Terkait pembakaran Polsek Candipuro, 14 orang ditangkap. Mulai inisiator, provokator, pelaku pengerusakan, dan pelaku pembakaran," katanya dalam konferensi pers yang ditayangkan di akun Facebook Divisi Humas Polri, Kamis (20/5/2021).

Namun, Ramadhan belum bisa membeberkan identitas ke-14 warga tersebut. Pihaknya mengaku masih menunggu data terbaru dari Polres Lamsel.

"Saat ini masih dilakukan penangkapan, jika sudah memiliki bukti permulaan yang cukup, maka akan dilakukan penahanan," ujarnya.

Ramadhan menjelaskan bahwa Polres Lampung Selatan masih mendalami motif pembakaran Mapolsek Candipuro.

"Untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan dan penyidikan," tuturnya.

Kata Ramadhan, beberapa warga yang diamankan mengaku hanya ikut-ikutan. Hal ini menurutnya, masih terus didalami penyidik.

"Harapannya ke depan kejadian seperti itu tidak terulang kembali, karena ujung-ujungnya merugikan masyarakat itu sendiri," ia menambahkan.

Setelah dibakarnya Mapolsek Candipuro, Polri memastikan seluruh anggota dan tahanan dalam kondisi aman.

Senjata tersebut sebelumnya ditinggalkan oleh anggota Polsek Candipuro saat peristiwa pembakaran Mapolsek oleh massa terjadi pada Rabu dinihari.

Pada Rabu (19/5/2021), polisi telah menangkap delapan orang yang diduga sebagai provokator. Salah satunya yang ditangkap adalah seorang kepala desa.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Asyad membenarkan adanya penahanan delapan orang yang diduga provokator pembakaran Mapolsek Candipuro.

"Nanti dulu, saya belum dapat informasi kalau itu (salah satunya oknum kades atau bukan),” ungkapnya kepada Rilisid Lampung (Grup Rilis.id) usai meninjau lokasi kejadian.

Lebih lanjut Pandra justru mengatakan terjadinya pembakaran mapolsek itu disebabkan adanya ketimpangan jumlah penduduk.

"Ada sekitar 56 ribu orang yang ada pada 14 desa di Candipuro. Sementara, jumlah personel di Mapolsek Candipuro hanya 19 orang,” ungkap Pandra.

Terlebih lagi, lanjut Pandra, saat ini kepolisian masih melakukan banyak kegiatan. Selain pengamanan kasus, anggota juga melakukan operasi penegakkan protokol kesehatan.

Belum lagi melakukan pengamanan kegiatan kerumunan masa dan arus balik.

Karenanya Pandra meminta masyarakat juga dapat menjadi polisi untuk masyarakat sendiri. Yakni melalui program Community Police

"Masyarakat juga diharapkan dapat membantu kinerja polisi,” tutupnya.

 

Temukan Senpi

Kodim 0421 Lampung Selatan (Lamsel) menyerahkan dua pucuk senjata laras panjang jenis SB1 V-2 kaliber 7,62 mm ke pihak Polres Lamsel pada Rabu (19/5/2021) atau beberapa jam setelah Mapolsek Candipuro dibakar massa.

Menurut Pasi Intel Kodim 0421 Lamsel Kapten Czi Mistry, kedua senjata itu diamankan oleh dua anggota Bhabinsa, setelah sebelumnya diberi tahu oleh anggota Polsek Candipuro yang menyelamatkan diri.

“Saat itu Serda Irwan dan Serda Nur Hidayat ada disana. Mereka berinisiatif masuk ke dalam Mapolsek Candipuro yang dibakar untuk mengamankan senjata,” ujar Mistry.

Setelah diamankan, lanjutnya, senjata tersebut dibawa ke gudang senjata Kodim 0421 Lamsel sebelum diserahkan ke pihak Polres Lamsel.

“Saat diamankan, senjata laras panjang itu masih berisi delapan butir amunisi,” katanya. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Update Pembakaran Mapolsek Candipuro Lampung: 14 Warga Diamankan hingga Penemuan 2 Senpi

...
Segan Simanjuntak
Jakarta
20 Mei 2021 - 15:20 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Beginilah kondisi Mapolsek Candipuro, Lampung Selatan usai dibakar massa pada Selasa (18/5/2021) malam. FOTO: RILISIDLAMPUNG/Ahmad Kurdy

RILISID, Jakarta — Pembakaran Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Candipuro, Lampung Selatan, Lampung pada Selasa (18/5/2021) malam, berbuntut panjang.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan sebanyak 14 orang telah diamankan Polres Lampung Selatan (Lamsel).

"Terkait pembakaran Polsek Candipuro, 14 orang ditangkap. Mulai inisiator, provokator, pelaku pengerusakan, dan pelaku pembakaran," katanya dalam konferensi pers yang ditayangkan di akun Facebook Divisi Humas Polri, Kamis (20/5/2021).

Namun, Ramadhan belum bisa membeberkan identitas ke-14 warga tersebut. Pihaknya mengaku masih menunggu data terbaru dari Polres Lamsel.

"Saat ini masih dilakukan penangkapan, jika sudah memiliki bukti permulaan yang cukup, maka akan dilakukan penahanan," ujarnya.

Ramadhan menjelaskan bahwa Polres Lampung Selatan masih mendalami motif pembakaran Mapolsek Candipuro.

"Untuk selanjutnya dilakukan penyelidikan dan penyidikan," tuturnya.

Kata Ramadhan, beberapa warga yang diamankan mengaku hanya ikut-ikutan. Hal ini menurutnya, masih terus didalami penyidik.

"Harapannya ke depan kejadian seperti itu tidak terulang kembali, karena ujung-ujungnya merugikan masyarakat itu sendiri," ia menambahkan.

Setelah dibakarnya Mapolsek Candipuro, Polri memastikan seluruh anggota dan tahanan dalam kondisi aman.

Senjata tersebut sebelumnya ditinggalkan oleh anggota Polsek Candipuro saat peristiwa pembakaran Mapolsek oleh massa terjadi pada Rabu dinihari.

Pada Rabu (19/5/2021), polisi telah menangkap delapan orang yang diduga sebagai provokator. Salah satunya yang ditangkap adalah seorang kepala desa.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Asyad membenarkan adanya penahanan delapan orang yang diduga provokator pembakaran Mapolsek Candipuro.

"Nanti dulu, saya belum dapat informasi kalau itu (salah satunya oknum kades atau bukan),” ungkapnya kepada Rilisid Lampung (Grup Rilis.id) usai meninjau lokasi kejadian.

Lebih lanjut Pandra justru mengatakan terjadinya pembakaran mapolsek itu disebabkan adanya ketimpangan jumlah penduduk.

"Ada sekitar 56 ribu orang yang ada pada 14 desa di Candipuro. Sementara, jumlah personel di Mapolsek Candipuro hanya 19 orang,” ungkap Pandra.

Terlebih lagi, lanjut Pandra, saat ini kepolisian masih melakukan banyak kegiatan. Selain pengamanan kasus, anggota juga melakukan operasi penegakkan protokol kesehatan.

Belum lagi melakukan pengamanan kegiatan kerumunan masa dan arus balik.

Karenanya Pandra meminta masyarakat juga dapat menjadi polisi untuk masyarakat sendiri. Yakni melalui program Community Police

"Masyarakat juga diharapkan dapat membantu kinerja polisi,” tutupnya.

 

Temukan Senpi

Kodim 0421 Lampung Selatan (Lamsel) menyerahkan dua pucuk senjata laras panjang jenis SB1 V-2 kaliber 7,62 mm ke pihak Polres Lamsel pada Rabu (19/5/2021) atau beberapa jam setelah Mapolsek Candipuro dibakar massa.

Menurut Pasi Intel Kodim 0421 Lamsel Kapten Czi Mistry, kedua senjata itu diamankan oleh dua anggota Bhabinsa, setelah sebelumnya diberi tahu oleh anggota Polsek Candipuro yang menyelamatkan diri.

“Saat itu Serda Irwan dan Serda Nur Hidayat ada disana. Mereka berinisiatif masuk ke dalam Mapolsek Candipuro yang dibakar untuk mengamankan senjata,” ujar Mistry.

Setelah diamankan, lanjutnya, senjata tersebut dibawa ke gudang senjata Kodim 0421 Lamsel sebelum diserahkan ke pihak Polres Lamsel.

“Saat diamankan, senjata laras panjang itu masih berisi delapan butir amunisi,” katanya. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya