Tujuh Kepala BNNP Dimutasi, Berikut Daftarnya
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Tujuh Kepala BNNP Dimutasi, Berikut Daftarnya

...
RILIS.ID
Jakarta
22 Juli 2021 - 15:55 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Pelantikan pejabat baru BNN. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Petrus Reinhard Petrus Golose memutasi sepuluh pejabat di lingkungan BNN. Tujuh di antaranya adalah kepala BNN Provinsi atau BNNP.

Pengambilan sumpah serta pelantikan jabatan tersebut berlangsung di ruang Patimura, Gedung Tan Satrisna BNN, Cawang, Jakarta Timur, pada Rabu (21/7/2021).

Adapun ketujuh kepala BNNP yang dimutasi adalah Robinson D.P. Siregar sebagai kepala BNNP Riau, Toga Habinsaran Panjaitan dipercaya menjadi Kepala BNNP Sumatera Utara, Supratman sebagai Kepala BNNP Bengkulu.

Kemudian Edi Swasono dilantik menjadi Kepala BNNP Lampung, Roy Hardi Siahaan dipercaya menjabat Kepala BNNP Kalimantan Tengah, Tjatur Abrianto sebagai Kepala BNNP Papua, dan Wisnu Handoko didapuk jadi Kepala BNNP Maluku Utara.

Sementara Kenedy dilantik menjadi Direktur Intelijen Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Jafriedi sebagai Direktur Advokasi Deputi Bidang Pencegahan BNN, dan Edhy Moestofa menjabat Inspektur Pengawasan dan Pemeriksaan Khusus Inspektorat Utama BNN.

Kepala BNN Petrus Reinhard Golose berpesan agar pejabat baru terus mengobarkan semangat war on drugs guna mewujudkan Indonesia Bersinar.

Ia juga mengingatkan kepada para pejabat baru untuk dapat mengantisipasi dampak sosial dari pandemi yaitu kemiskinan dan kesehatan mental yang rentan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

"Dalam situasi pandemi Covid-19, kita tetap harus bekerja sesuai tugas kita yang mulia dalam penanggulangan narkotika,” ujar Petrus Reinhard Golose dikutip dari situs resmi BNN RI, Kamis (22/7/2021).

Lebih lanjut, Kepala BNN menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan personel dalam hal teknologi informasi. Hal ini dilatarbelakangi dengan adanya data peningkatan penggunaan cannabis sebanyak 42 persen dari 77 negara di dunia berdasarkan hasil survey of health professionals.

"Kita harus lakukan antisipasi khususnya di kalangan generasi muda dan kita harus bisa menghadapi tantangan pemasaran narkotika melalui dark web,” tegasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Tujuh Kepala BNNP Dimutasi, Berikut Daftarnya

...
RILIS.ID
Jakarta
22 Juli 2021 - 15:55 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Pelantikan pejabat baru BNN. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Petrus Reinhard Petrus Golose memutasi sepuluh pejabat di lingkungan BNN. Tujuh di antaranya adalah kepala BNN Provinsi atau BNNP.

Pengambilan sumpah serta pelantikan jabatan tersebut berlangsung di ruang Patimura, Gedung Tan Satrisna BNN, Cawang, Jakarta Timur, pada Rabu (21/7/2021).

Adapun ketujuh kepala BNNP yang dimutasi adalah Robinson D.P. Siregar sebagai kepala BNNP Riau, Toga Habinsaran Panjaitan dipercaya menjadi Kepala BNNP Sumatera Utara, Supratman sebagai Kepala BNNP Bengkulu.

Kemudian Edi Swasono dilantik menjadi Kepala BNNP Lampung, Roy Hardi Siahaan dipercaya menjabat Kepala BNNP Kalimantan Tengah, Tjatur Abrianto sebagai Kepala BNNP Papua, dan Wisnu Handoko didapuk jadi Kepala BNNP Maluku Utara.

Sementara Kenedy dilantik menjadi Direktur Intelijen Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Jafriedi sebagai Direktur Advokasi Deputi Bidang Pencegahan BNN, dan Edhy Moestofa menjabat Inspektur Pengawasan dan Pemeriksaan Khusus Inspektorat Utama BNN.

Kepala BNN Petrus Reinhard Golose berpesan agar pejabat baru terus mengobarkan semangat war on drugs guna mewujudkan Indonesia Bersinar.

Ia juga mengingatkan kepada para pejabat baru untuk dapat mengantisipasi dampak sosial dari pandemi yaitu kemiskinan dan kesehatan mental yang rentan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

"Dalam situasi pandemi Covid-19, kita tetap harus bekerja sesuai tugas kita yang mulia dalam penanggulangan narkotika,” ujar Petrus Reinhard Golose dikutip dari situs resmi BNN RI, Kamis (22/7/2021).

Lebih lanjut, Kepala BNN menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan personel dalam hal teknologi informasi. Hal ini dilatarbelakangi dengan adanya data peningkatan penggunaan cannabis sebanyak 42 persen dari 77 negara di dunia berdasarkan hasil survey of health professionals.

"Kita harus lakukan antisipasi khususnya di kalangan generasi muda dan kita harus bisa menghadapi tantangan pemasaran narkotika melalui dark web,” tegasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya