Tolak PPKM Darurat Diperpanjang, Denny Siregar Tulis Surat untuk Jokowi
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Tolak PPKM Darurat Diperpanjang, Denny Siregar Tulis Surat untuk Jokowi

...
RILIS.ID
Jakarta
18 Juli 2021 - 11:22 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Pegiat media sosial Denny Siregar. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Pegiat media sosial Denny Siregar tak henti-hentinya menyuarakan penolakan terhadap perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat yang sudah berlangsung 15 hari di Pulau Jawa-Bali.

Menurut Denny, PPKM Darurat telah membuat masyarakat kelas bawah menjerit karena ekonomi mereka hancur akibat aktivitas dibatasi.

"Saya setiap hari aktif di medsos. Selain berita kematian, saya juga sering membaca teriakan kawan yang sudah tercekik lehernya karena ekonomi mereka sudah hancur parah. Beras habis, listrik gak mampu bayar, tidak ada kerjaan, gak bisa jualan, ngaspal gada penumpang dan banyak lagi yang sulit saya ceritakan," tulis Denny sebagaimana dikutip dari Facebooknya, Minggu (18/7/2021).

Selain banyak melihat rintihan masyarakat di medsos, Denny mengaku sering menerima permohonan bantuan dari teman dan pengikutnya melalui direct massage (DM) di Instagramnya.

"Belum lagi kalau saya baca DM saya. Banyak banget yang minta bantuan bahkan untuk makan. Trenyuh rasanya hati ini. Tapi harus bagaimana, saya bukan Superman," katanya.

Denny khawatir apabila PPKM Darurat diperpanjang enam pekan, maka rakyat kecil bisa mati kelaparan karena mereka tidak memiliki pendapatan lagi.

"Rakyat kecil lho ya, bukan rakyat kelas menengah apalagi kaya yang tiap bulan masih gajian. Rakyat kecil ini bekerja di sektor informal yang pendapatannya harian. Tiap hari pendapatan mereka berkurang. Dan adanya PPKM yang mirip lockdown ini, benar-benar menghajar mereka sampai pingsan," ungkapnya.

Karenanya, Denny meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memperpanjang PPKM Darurat yang mirip lockdown ini. Jika kebijakan tersebut diteruskan, maka sama saja membunuh rakyat kecil secara pelan-pelan.

"Jangan terlalu didengarkan kelas menengah dan kaya yang sibuk teriak tentang ketakutan. Perut lapar itu bisa menakutkan, Pak. Ketika ribuan perut lapar turun ke jalan, negara ini bisa chaos. Apa kepikir kalau ada yang ingin menunggangi situasi ini, Pak ? Mereka yang terus mendesakkan supaya PPKM Darurat diperpanjang, tapi punya maksud di belakang supaya orang lapar berontak dan melawan," tulisnya.

"Sudahlah, Pak Jokowi. Sudahlah, Pak. Beri nafas mereka yang sudah setahun lebih berkelahi dengan situasi. Covid tidak menakutkan buat mereka, tapi perut tidak mungkin tidak terisi. Longgarkanlah ikatan ini. Sesak sudah dada, Pak," lanjut Denny dalam suratnya.

Bagi masyarakat kelas bawah, kata Denny, enam minggu bukanlah waktu yang sebentar. Sementara banyak dari rakyat sudah tidak tahan lagi dengan PPKM Darurat. Termasuk mereka yang terus menerus di garda depan membela kebijakan Jokowi.

"Pikirkanlah lagi, Pak. Jangan sampai satu keputusan, berdampak serius ke depan. Semoga kita semua baik-baik saja dan tidak gampang termakan hasutan," demikian pesan Denny untuk Jokowi. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Tolak PPKM Darurat Diperpanjang, Denny Siregar Tulis Surat untuk Jokowi

...
RILIS.ID
Jakarta
18 Juli 2021 - 11:22 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Pegiat media sosial Denny Siregar. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Pegiat media sosial Denny Siregar tak henti-hentinya menyuarakan penolakan terhadap perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat yang sudah berlangsung 15 hari di Pulau Jawa-Bali.

Menurut Denny, PPKM Darurat telah membuat masyarakat kelas bawah menjerit karena ekonomi mereka hancur akibat aktivitas dibatasi.

"Saya setiap hari aktif di medsos. Selain berita kematian, saya juga sering membaca teriakan kawan yang sudah tercekik lehernya karena ekonomi mereka sudah hancur parah. Beras habis, listrik gak mampu bayar, tidak ada kerjaan, gak bisa jualan, ngaspal gada penumpang dan banyak lagi yang sulit saya ceritakan," tulis Denny sebagaimana dikutip dari Facebooknya, Minggu (18/7/2021).

Selain banyak melihat rintihan masyarakat di medsos, Denny mengaku sering menerima permohonan bantuan dari teman dan pengikutnya melalui direct massage (DM) di Instagramnya.

"Belum lagi kalau saya baca DM saya. Banyak banget yang minta bantuan bahkan untuk makan. Trenyuh rasanya hati ini. Tapi harus bagaimana, saya bukan Superman," katanya.

Denny khawatir apabila PPKM Darurat diperpanjang enam pekan, maka rakyat kecil bisa mati kelaparan karena mereka tidak memiliki pendapatan lagi.

"Rakyat kecil lho ya, bukan rakyat kelas menengah apalagi kaya yang tiap bulan masih gajian. Rakyat kecil ini bekerja di sektor informal yang pendapatannya harian. Tiap hari pendapatan mereka berkurang. Dan adanya PPKM yang mirip lockdown ini, benar-benar menghajar mereka sampai pingsan," ungkapnya.

Karenanya, Denny meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak memperpanjang PPKM Darurat yang mirip lockdown ini. Jika kebijakan tersebut diteruskan, maka sama saja membunuh rakyat kecil secara pelan-pelan.

"Jangan terlalu didengarkan kelas menengah dan kaya yang sibuk teriak tentang ketakutan. Perut lapar itu bisa menakutkan, Pak. Ketika ribuan perut lapar turun ke jalan, negara ini bisa chaos. Apa kepikir kalau ada yang ingin menunggangi situasi ini, Pak ? Mereka yang terus mendesakkan supaya PPKM Darurat diperpanjang, tapi punya maksud di belakang supaya orang lapar berontak dan melawan," tulisnya.

"Sudahlah, Pak Jokowi. Sudahlah, Pak. Beri nafas mereka yang sudah setahun lebih berkelahi dengan situasi. Covid tidak menakutkan buat mereka, tapi perut tidak mungkin tidak terisi. Longgarkanlah ikatan ini. Sesak sudah dada, Pak," lanjut Denny dalam suratnya.

Bagi masyarakat kelas bawah, kata Denny, enam minggu bukanlah waktu yang sebentar. Sementara banyak dari rakyat sudah tidak tahan lagi dengan PPKM Darurat. Termasuk mereka yang terus menerus di garda depan membela kebijakan Jokowi.

"Pikirkanlah lagi, Pak. Jangan sampai satu keputusan, berdampak serius ke depan. Semoga kita semua baik-baik saja dan tidak gampang termakan hasutan," demikian pesan Denny untuk Jokowi. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya