Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Benih Jagung Meninggal, Kejati Tunggu Surat Kematian
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Benih Jagung Meninggal, Kejati Tunggu Surat Kematian

...
RILIS.ID
Bandarlampung
3 September 2021 - 16:18 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Kasipenkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan. Foto: Tangkapan layar

RILISID, Bandarlampung — Kabar duka datang dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Ketahanan Pangan Provinsi Lampung. Mantan Kepala Bidang Tanaman Pangan Herlin Retnowati meninggal dunia, pada Kamis (2/9/2021).

Herlin meninggal saat sedang menghadapi perkara dugaan korupsi pengadaan benih jagung tahun anggaran 2017. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Lampung Andrie W Setiawan mengaku sudah mendapatkan kabar meninggalnya Herlin dari kuasa hukum tersangka.

Meski begitu, Kejati masih menunggu surat keterangan kematian yang bersangkutan guna persyaratan administrasi.

"Namun, kami tetap menunggu surat keterangan kematian. Kami juga akan menurunkan tim untuk mengecek kebenaran informasi tersebut," ujar Andrie dalam keterangan persnya, Jumat (3/9/2021).

Lebih lanjut, Andrie mengatakan berdasarkan Pasal 77 KUHP,  jika tersangka meninggal dunia maka tuntutan terhadap tersangka langsung gugur.

"Sehingga dalam faktanya apabila HR (Herlin) meninggal dunia maka kasus pidana yang bersangkutan kami hentikan," ungkapnya.

Soal kerugian negara atas perbuatan tersangka hingga saat ini belum bisa disampaikan.

Karena kasus ini merupakan rangkaian dan ada tiga tersangka yang ditetapkan. Dua tersangka saat ini ditahan di rumah tahanan (rutan).

"Jika memang faktanya ada aliran uang terhadap tersangka yang meninggal dunia, maka berdasarkan Pasal 33 UU Tipikor Nomor 31/1999 kami akan ajukan gugatan perdata," ujarnya.


Sebagai informasi, Kejati Lampung telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus korupsi pengadaan benih jagung. Yakni Edi Yanto (Mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung), Herlin Retnowati, dan Imam (pengusaha).

Penetapan ketiganya sebagai tersangka berawal dari surat perintah penyidikan Kajati Lampung Nomor: Print 04/L.8/Fd.1/10/2020 tanggal 14 Oktober 2020 terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bantuan benih jagung Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian tahun anggaran 2017.

Kasus ini bermula dari penyelidikan Tim Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Penanganan dan Penyelesaian Tindak Pidana Korupsi (P3TPK) bentukan Kejagung RI pada tahun lalu.

Dari hasil penyelidikan, kasus tersebut kemudian ditingkatkan ke tahap penyidikan karena ditemukan kerugian negara yang diprediksi mencapai miliaran rupiah.

Dalam pengadaan bantuan benih jagung, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan mengalokasikan anggaran sebesar Rp170 miliar untuk seluruh daerah di Indonesia. Termasuk Lampung. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Benih Jagung Meninggal, Kejati Tunggu Surat Kematian

...
RILIS.ID
Bandarlampung
3 September 2021 - 16:18 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Kasipenkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan. Foto: Tangkapan layar

RILISID, Bandarlampung — Kabar duka datang dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Ketahanan Pangan Provinsi Lampung. Mantan Kepala Bidang Tanaman Pangan Herlin Retnowati meninggal dunia, pada Kamis (2/9/2021).

Herlin meninggal saat sedang menghadapi perkara dugaan korupsi pengadaan benih jagung tahun anggaran 2017. Dia telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Lampung Andrie W Setiawan mengaku sudah mendapatkan kabar meninggalnya Herlin dari kuasa hukum tersangka.

Meski begitu, Kejati masih menunggu surat keterangan kematian yang bersangkutan guna persyaratan administrasi.

"Namun, kami tetap menunggu surat keterangan kematian. Kami juga akan menurunkan tim untuk mengecek kebenaran informasi tersebut," ujar Andrie dalam keterangan persnya, Jumat (3/9/2021).

Lebih lanjut, Andrie mengatakan berdasarkan Pasal 77 KUHP,  jika tersangka meninggal dunia maka tuntutan terhadap tersangka langsung gugur.

"Sehingga dalam faktanya apabila HR (Herlin) meninggal dunia maka kasus pidana yang bersangkutan kami hentikan," ungkapnya.

Soal kerugian negara atas perbuatan tersangka hingga saat ini belum bisa disampaikan.

Karena kasus ini merupakan rangkaian dan ada tiga tersangka yang ditetapkan. Dua tersangka saat ini ditahan di rumah tahanan (rutan).

"Jika memang faktanya ada aliran uang terhadap tersangka yang meninggal dunia, maka berdasarkan Pasal 33 UU Tipikor Nomor 31/1999 kami akan ajukan gugatan perdata," ujarnya.


Sebagai informasi, Kejati Lampung telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus korupsi pengadaan benih jagung. Yakni Edi Yanto (Mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung), Herlin Retnowati, dan Imam (pengusaha).

Penetapan ketiganya sebagai tersangka berawal dari surat perintah penyidikan Kajati Lampung Nomor: Print 04/L.8/Fd.1/10/2020 tanggal 14 Oktober 2020 terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bantuan benih jagung Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian tahun anggaran 2017.

Kasus ini bermula dari penyelidikan Tim Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Penanganan dan Penyelesaian Tindak Pidana Korupsi (P3TPK) bentukan Kejagung RI pada tahun lalu.

Dari hasil penyelidikan, kasus tersebut kemudian ditingkatkan ke tahap penyidikan karena ditemukan kerugian negara yang diprediksi mencapai miliaran rupiah.

Dalam pengadaan bantuan benih jagung, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan mengalokasikan anggaran sebesar Rp170 miliar untuk seluruh daerah di Indonesia. Termasuk Lampung. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya