Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan, 57 Pegawai KPK Malah Dapat Penghargaan
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan, 57 Pegawai KPK Malah Dapat Penghargaan

...
RILIS.ID
Jakarta
8 Agustus 2021 - 20:46 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Ilustrasi: Rilis.id

RILISID, Jakarta — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) memberikan penghargaan Tasrif Award 2021. Demikian siaran pers yang diterima rilis.id, Minggu (8/8/2021).

Dewan juri memutuskan LaporCovid-19 dan 57 Pegawai KPK yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan melakukan perlawanan atas pelemahan KPK sebagai penerima Tasrif Award 2021.

Dewan juri yang terdiri dari Fajriani Langgeng, Direktur LBH Pers Makassar, Nurina Savitri dari Amnesty International Indonesia, dan Luviana, Pemimpin Redaksi Konde.co dan penerima Tasrif Award 2013, telah menerima tujuh kandidat penerima Tasrif Award 2021.

Dewan juri mencatat, dalam waktu setahun ini Indonesia mengalami sejumlah peristiwa politik yang berimbas pada kebebasan berbicara, bersuara, dan berpendapat.

Dua peristiwa politik yang menjadi landasan kuat dewan juri selama setahun ini, pertama adalah peristiwa kebebasan bersuara untuk kasus korupsi, dan yang kedua yaitu kasus pandemi, di mana suara warga yang minim didengar oleh pengambil kebijakan.

Dalam konteks korupsi, dewan juri mencatat peristiwa TWK terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi/ KPK yang diprotes para aktivis perempuan dan keberagaman.

Tes ini merupakan upaya penyingkiran pegawai KPK atas dasar kebebasan bersuara dan berekspresi yang memperjuangkan stop diskriminasi agama, keyakinan dan gender.

Peristiwa lain yang menjadi perhatian dewan juri adalah peristiwa pandemi dengan hadirnya inisiatif warga dan organisasi untuk mengedukasi masyarakat terkait Covid-19.

Dalam perkembangannya, inisiatif ini aktif membantu penanganan pandemi dengan menjadi jembatan untuk warga yang membutuhkan saat angka Covid-19 kian tak terkendali.

Dua kelompok dalam masing-masing peristiwa ini kemudian tidak tinggal diam, memilih untuk berjuang di tengah keterbatasan dan memberikan contoh keberanian serta membuka mata, bahwa kebebasan berpendapat dan berekspresi atas dasar hak asasi manusia adalah sesuatu yang harus diperjuangkan.

Dua kelompok ini dalam perjuangannya juga telah menginsipirasi dan merangsang publik untuk memperjuangkan kemerdekaan dalam menyampaikan pendapat dan memberikan kritik pada komunikasi yang dirasakan penting dalam situasi ini, sebagaimana semangat yang diberikan oleh Suardi Tasrif.

Maka dengan semangat Suardi Tasrif, dewan juri Tasrif Award 2021 pada tanggal 4 Agustus 2021 memutuskan 2 pemenang atau peraih penghargaan Tasrif Award 2021.

Keduanya adalah, 57 Pegawai KPK yang tidak lulus TWK dan melakukan perlawanan dan LaporCovid-19.

57 pegawai KPK tersebut dinilai telah mewakili semangat Suardi Tasrif dalam memperjuangkan kemerdekaan berpendapat dan mengungkap problem ketidakadilan atas isu hak asasi manusia seperti diskriminasi agama, keyakinan, dan gender.

Sedangkan LaporCovid-19 telah memperkuat upaya masyarakat sipil untuk memperjuangkan hak informasi dengan cara-cara damai, menjadi jembatan pencatatan yang mewakili suara-suara warga untuk memperbaiki kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi.

Dewan juri berharap penghargaan ini semakin mengobarkan semangat keduanya untuk melanjutkan perjuangan kesetaraan hak, berpendapat serta akses informasi di Indonesia. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya

Tak Lolos Tes Wawasan Kebangsaan, 57 Pegawai KPK Malah Dapat Penghargaan

...
RILIS.ID
Jakarta
8 Agustus 2021 - 20:46 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Ilustrasi: Rilis.id

RILISID, Jakarta — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) memberikan penghargaan Tasrif Award 2021. Demikian siaran pers yang diterima rilis.id, Minggu (8/8/2021).

Dewan juri memutuskan LaporCovid-19 dan 57 Pegawai KPK yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan melakukan perlawanan atas pelemahan KPK sebagai penerima Tasrif Award 2021.

Dewan juri yang terdiri dari Fajriani Langgeng, Direktur LBH Pers Makassar, Nurina Savitri dari Amnesty International Indonesia, dan Luviana, Pemimpin Redaksi Konde.co dan penerima Tasrif Award 2013, telah menerima tujuh kandidat penerima Tasrif Award 2021.

Dewan juri mencatat, dalam waktu setahun ini Indonesia mengalami sejumlah peristiwa politik yang berimbas pada kebebasan berbicara, bersuara, dan berpendapat.

Dua peristiwa politik yang menjadi landasan kuat dewan juri selama setahun ini, pertama adalah peristiwa kebebasan bersuara untuk kasus korupsi, dan yang kedua yaitu kasus pandemi, di mana suara warga yang minim didengar oleh pengambil kebijakan.

Dalam konteks korupsi, dewan juri mencatat peristiwa TWK terhadap pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi/ KPK yang diprotes para aktivis perempuan dan keberagaman.

Tes ini merupakan upaya penyingkiran pegawai KPK atas dasar kebebasan bersuara dan berekspresi yang memperjuangkan stop diskriminasi agama, keyakinan dan gender.

Peristiwa lain yang menjadi perhatian dewan juri adalah peristiwa pandemi dengan hadirnya inisiatif warga dan organisasi untuk mengedukasi masyarakat terkait Covid-19.

Dalam perkembangannya, inisiatif ini aktif membantu penanganan pandemi dengan menjadi jembatan untuk warga yang membutuhkan saat angka Covid-19 kian tak terkendali.

Dua kelompok dalam masing-masing peristiwa ini kemudian tidak tinggal diam, memilih untuk berjuang di tengah keterbatasan dan memberikan contoh keberanian serta membuka mata, bahwa kebebasan berpendapat dan berekspresi atas dasar hak asasi manusia adalah sesuatu yang harus diperjuangkan.

Dua kelompok ini dalam perjuangannya juga telah menginsipirasi dan merangsang publik untuk memperjuangkan kemerdekaan dalam menyampaikan pendapat dan memberikan kritik pada komunikasi yang dirasakan penting dalam situasi ini, sebagaimana semangat yang diberikan oleh Suardi Tasrif.

Maka dengan semangat Suardi Tasrif, dewan juri Tasrif Award 2021 pada tanggal 4 Agustus 2021 memutuskan 2 pemenang atau peraih penghargaan Tasrif Award 2021.

Keduanya adalah, 57 Pegawai KPK yang tidak lulus TWK dan melakukan perlawanan dan LaporCovid-19.

57 pegawai KPK tersebut dinilai telah mewakili semangat Suardi Tasrif dalam memperjuangkan kemerdekaan berpendapat dan mengungkap problem ketidakadilan atas isu hak asasi manusia seperti diskriminasi agama, keyakinan, dan gender.

Sedangkan LaporCovid-19 telah memperkuat upaya masyarakat sipil untuk memperjuangkan hak informasi dengan cara-cara damai, menjadi jembatan pencatatan yang mewakili suara-suara warga untuk memperbaiki kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi.

Dewan juri berharap penghargaan ini semakin mengobarkan semangat keduanya untuk melanjutkan perjuangan kesetaraan hak, berpendapat serta akses informasi di Indonesia. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya