Pulang Mengaji, Bocah 5 Tahun Ditemukan Tewas Usai Terseret dan Hanyut di Sungai
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Pulang Mengaji, Bocah 5 Tahun Ditemukan Tewas Usai Terseret dan Hanyut di Sungai

...
RILIS.ID
Bandarlampung
24 Maret 2021 - 11:07 WIB
Peristiwa | RILISID
...
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILISID, Bandarlampung — Duka mendalam dialami orangtua dan keluarga Chairunisa Lubna Suraiya (5). Bocah asal Langkapura Baru, Langkapura, Bandarlampung, Lampung, ini tewas usai terpeleset dan hanyut di aliran sungai di kawasan Wayhalim, pada Selasa (23/3/2021) sekitar pukul 15.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Rilislampung.id (Grup Rilis.id), kronologi hingga korban celaka dan meninggal berawal saat Chairunisa pulang dari mengaji di wilayah Langkapura Baru pada Senin (22/3/2021) pukul 16.00 WIB.

Saat korban hendak pulang ke rumahnya Perumahan Bunga Panorama RT 07/LK 2, tiba-tiba hujan deras. Chairunisa pun menerobos hujan dengan menggunakan jas hujan berwarna hijau.

Naas dialami korban saat melintasi sungai. Dia terpeleset dan jatuh. Seketika korban hanyut dibawa arus aliran air sungai yang deras akibat tingginya curah hujan pada Senin sore.

Salah seorang saksi bernama Rasti Dwi Pertiwi (16) mengatakan, seorang nenek sempat mendengar teriakan korban. Bahkan nenek tersebut hendak menolong korban yang sudah terseret arus aliran sungai.

Pencarian pun dilakukan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandarlampung bersama TNI, Polri, Tagana, PMI, RAPI dan warga setempat. Hingga Senin malam, korban tidak berhasil ditemukan.

Tim kemudian melanjutkan proses pencarian sejak Selasa pagi. Upaya tersebut membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal di atas gundukan batu di aliran sungai yang berada di belakang kantor Koramil Tanjungkarang Timur.

Jasad korban langsung dibawa ke rumah duka di Perumahan Bunga Panorama. Menurut informasi dari pihak keluarga, jenazah Chairunisa akan dimakamkan di Bengkulu.

Kepala BPBD Bandarlampung Syamsul mengatakan, meski ditemukan meninggal, sekujur tubuh korban masih dalam kondisi baik.

”Hanya ada luka-luka tergores,” ucapnya dikutip dari Rilislampung.id, Rabu (24/3/2021).

Pihaknya mengimbau orangtua bisa lebih menjaga anaknya, terutama saat musim hujan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

Sementara itu, Lurah Langkapura Baru Yasir Djaganata berjanji akan mulai melakukan membersihkan saluran drainase dan sungai, supaya tidak lagi terjadi luapan air sungai.

”Akan segera dilakukan pembersihan drainase dan aliran sungai,” katanya. (*)

Laporan: Kiki Oktavian, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Pulang Mengaji, Bocah 5 Tahun Ditemukan Tewas Usai Terseret dan Hanyut di Sungai

...
RILIS.ID
Bandarlampung
24 Maret 2021 - 11:07 WIB
Peristiwa | RILISID
...
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILISID, Bandarlampung — Duka mendalam dialami orangtua dan keluarga Chairunisa Lubna Suraiya (5). Bocah asal Langkapura Baru, Langkapura, Bandarlampung, Lampung, ini tewas usai terpeleset dan hanyut di aliran sungai di kawasan Wayhalim, pada Selasa (23/3/2021) sekitar pukul 15.30 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Rilislampung.id (Grup Rilis.id), kronologi hingga korban celaka dan meninggal berawal saat Chairunisa pulang dari mengaji di wilayah Langkapura Baru pada Senin (22/3/2021) pukul 16.00 WIB.

Saat korban hendak pulang ke rumahnya Perumahan Bunga Panorama RT 07/LK 2, tiba-tiba hujan deras. Chairunisa pun menerobos hujan dengan menggunakan jas hujan berwarna hijau.

Naas dialami korban saat melintasi sungai. Dia terpeleset dan jatuh. Seketika korban hanyut dibawa arus aliran air sungai yang deras akibat tingginya curah hujan pada Senin sore.

Salah seorang saksi bernama Rasti Dwi Pertiwi (16) mengatakan, seorang nenek sempat mendengar teriakan korban. Bahkan nenek tersebut hendak menolong korban yang sudah terseret arus aliran sungai.

Pencarian pun dilakukan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandarlampung bersama TNI, Polri, Tagana, PMI, RAPI dan warga setempat. Hingga Senin malam, korban tidak berhasil ditemukan.

Tim kemudian melanjutkan proses pencarian sejak Selasa pagi. Upaya tersebut membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal di atas gundukan batu di aliran sungai yang berada di belakang kantor Koramil Tanjungkarang Timur.

Jasad korban langsung dibawa ke rumah duka di Perumahan Bunga Panorama. Menurut informasi dari pihak keluarga, jenazah Chairunisa akan dimakamkan di Bengkulu.

Kepala BPBD Bandarlampung Syamsul mengatakan, meski ditemukan meninggal, sekujur tubuh korban masih dalam kondisi baik.

”Hanya ada luka-luka tergores,” ucapnya dikutip dari Rilislampung.id, Rabu (24/3/2021).

Pihaknya mengimbau orangtua bisa lebih menjaga anaknya, terutama saat musim hujan agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.

Sementara itu, Lurah Langkapura Baru Yasir Djaganata berjanji akan mulai melakukan membersihkan saluran drainase dan sungai, supaya tidak lagi terjadi luapan air sungai.

”Akan segera dilakukan pembersihan drainase dan aliran sungai,” katanya. (*)

Laporan: Kiki Oktavian, Bandarlampung

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya