Pernah Terjerat Kasus Korupsi, Politisi PDIP Emir Moeis Jadi Komisaris Anak Usaha BUMN
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Pernah Terjerat Kasus Korupsi, Politisi PDIP Emir Moeis Jadi Komisaris Anak Usaha BUMN

...
RILIS.ID
Jakarta
5 Agustus 2021 - 15:40 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Izedrik Emir Moeis. Ilustrasi: Rilisid/Kalbi Rikardo

RILISID, Jakarta — Meski pernah terjerat kasus korupsi dan dihukum tiga tahun penjara, namun karir Izedrik Emir Moeis ternyata belum tamat.

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu justru diangkat menjadi komisaris anak usaha BUMN yakni PT Pupuk Iskandar Muda.

Dikutip dari website Pupuk Iskandar Muda, Izedrik Emir Moeis diangkat menjadi komisaris terhitung sejak 18 Februari 2021 lalu.

"Sejak tanggal 18 Februari 2021 ditunjuk oleh Pemegang Saham sebagai Komisaris PT Pupuk Iskandar Muda," demikian keterangan perusahaan seperti dikutip Rilisid, Kamis (5/8/2021).

Sebelum menjabat sebagai komisaris, Izedrik Emir Moeis pernah menjadi anggota DPR RI pada 2000-2013. Pada 2014, ia terjerat dalam kasus suap lelang proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tarahan, Lampung Selatan, Lampung.

Oleh majelis hakim, mantan anggota Komisi VIII DPR RI itu divonis tiga tahun penjara dan denda Rp150 juta karena terbukti menerima USD 357 ribu dari Konsorsium Alstom Power Inc, salah satu peserta lelang.

Izedrik Emir Moeis sendiri lahir di Jakarta pada 27 Agustus 1950. Ia menyelesaikan gelar sarjana dari Jurusan Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung tahun 1975. Pada 1984, politisi senior PDIP itu menuntaskan studi pascasarjana MIPA Universitas Indonesia.

Ia memulai karir pada tahun 1975 sebagai dosen di Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan Manager Bisnis di PT Tirta Menggala. Kemudian juga menjabat sebagai Direktur Utama di beberapa perusahaan swasta pada tahun 1980 – 2000. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Pernah Terjerat Kasus Korupsi, Politisi PDIP Emir Moeis Jadi Komisaris Anak Usaha BUMN

...
RILIS.ID
Jakarta
5 Agustus 2021 - 15:40 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Izedrik Emir Moeis. Ilustrasi: Rilisid/Kalbi Rikardo

RILISID, Jakarta — Meski pernah terjerat kasus korupsi dan dihukum tiga tahun penjara, namun karir Izedrik Emir Moeis ternyata belum tamat.

Politisi PDI Perjuangan (PDIP) itu justru diangkat menjadi komisaris anak usaha BUMN yakni PT Pupuk Iskandar Muda.

Dikutip dari website Pupuk Iskandar Muda, Izedrik Emir Moeis diangkat menjadi komisaris terhitung sejak 18 Februari 2021 lalu.

"Sejak tanggal 18 Februari 2021 ditunjuk oleh Pemegang Saham sebagai Komisaris PT Pupuk Iskandar Muda," demikian keterangan perusahaan seperti dikutip Rilisid, Kamis (5/8/2021).

Sebelum menjabat sebagai komisaris, Izedrik Emir Moeis pernah menjadi anggota DPR RI pada 2000-2013. Pada 2014, ia terjerat dalam kasus suap lelang proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Tarahan, Lampung Selatan, Lampung.

Oleh majelis hakim, mantan anggota Komisi VIII DPR RI itu divonis tiga tahun penjara dan denda Rp150 juta karena terbukti menerima USD 357 ribu dari Konsorsium Alstom Power Inc, salah satu peserta lelang.

Izedrik Emir Moeis sendiri lahir di Jakarta pada 27 Agustus 1950. Ia menyelesaikan gelar sarjana dari Jurusan Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung tahun 1975. Pada 1984, politisi senior PDIP itu menuntaskan studi pascasarjana MIPA Universitas Indonesia.

Ia memulai karir pada tahun 1975 sebagai dosen di Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan Manager Bisnis di PT Tirta Menggala. Kemudian juga menjabat sebagai Direktur Utama di beberapa perusahaan swasta pada tahun 1980 – 2000. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya