Pengusaha Katering Ini Nangis-nangis Usai Ditipu Pemesan Ratusan Nasi Kotak
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Pengusaha Katering Ini Nangis-nangis Usai Ditipu Pemesan Ratusan Nasi Kotak

...
RILIS.ID
Bandarlampung
26 Juli 2021 - 21:41 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Umi Kulsum (34), korban penipuan orderan fiktif yang merugi jutaan rupiah, Senin (26/7/2021). Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Seorang pengusaha katering bernama Umi Kulsum (34), warga Gunungsulah, Bandarlampung, tak kuasa menahan tangis setelah ratusan nasi kotak yang disiapkannya ternyata penipuan.

Peristiwa itu terungkap saat Umi Kalsum baru saja mengantar 180 nasi kotak yang diorder oleh seseorang melalui pesan berbasis aplikasi WhatsApp. Si pemesan kemudian mencantumkan alamat lengkapnya di Jalan Gunungagung, Kelurahan Kupang Kota, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandarlampung.

Setibanya di lokasi, ia kemudian menghubungi nomor si pemesan. Namun, nomor telepon tersebut tidak aktif saat dihubungi.

Umi lantas menanyakan alamat si pemesan tersebut kepada warga setempat. Namun, sejumlah warga mengaku tidak ada yang mengetahui dengan sosok si pemesan.

Mendengar hal itu, perempuan berusia 34 tahun tersebut sontak menangis hingga membuat beberapa warga iba kepadanya.

”Dia (korban) nangis-nangis, karena dia bilangnya ayamnya itu juga ngambil dulu. Kami warga sekitar sini prihatin. Dia juga bilang minta dibeli,” ujar Meliyana, warga Kupang Kota kepada Rilisid Lampung (Grup Rilisid) pada Senin (26/7/2021).

Karena merasa iba, sejumlah warga akhirnya membeli nasi kotak dengan lauk ayam sayur yang dibawa menggunakan sepeda motor.

Umi mengaku merugi jutaan rupiah akibat menerima orderan fiktif tersebut. Dia menerima pesanan 180 nasi kotak seharga Rp1,5 juta.

”Dia meyakinkan sekali minta 150 kotak pakai stereofoam dan yang 30 pakai kotak kertas,” ungkapnya.

Meski jadi korban penipuan, Umi belum melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian. Dia hanya berharap polisi bisa menyelidiki kasus yang dialaminya sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

Informasi yang dihimpun, sedikitnya ada empat pedagang kecil di Bandarlampung yang ditipu pemesan “gelap” dalam waktu hampir bersamaan. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Pengusaha Katering Ini Nangis-nangis Usai Ditipu Pemesan Ratusan Nasi Kotak

...
RILIS.ID
Bandarlampung
26 Juli 2021 - 21:41 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Umi Kulsum (34), korban penipuan orderan fiktif yang merugi jutaan rupiah, Senin (26/7/2021). Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Seorang pengusaha katering bernama Umi Kulsum (34), warga Gunungsulah, Bandarlampung, tak kuasa menahan tangis setelah ratusan nasi kotak yang disiapkannya ternyata penipuan.

Peristiwa itu terungkap saat Umi Kalsum baru saja mengantar 180 nasi kotak yang diorder oleh seseorang melalui pesan berbasis aplikasi WhatsApp. Si pemesan kemudian mencantumkan alamat lengkapnya di Jalan Gunungagung, Kelurahan Kupang Kota, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandarlampung.

Setibanya di lokasi, ia kemudian menghubungi nomor si pemesan. Namun, nomor telepon tersebut tidak aktif saat dihubungi.

Umi lantas menanyakan alamat si pemesan tersebut kepada warga setempat. Namun, sejumlah warga mengaku tidak ada yang mengetahui dengan sosok si pemesan.

Mendengar hal itu, perempuan berusia 34 tahun tersebut sontak menangis hingga membuat beberapa warga iba kepadanya.

”Dia (korban) nangis-nangis, karena dia bilangnya ayamnya itu juga ngambil dulu. Kami warga sekitar sini prihatin. Dia juga bilang minta dibeli,” ujar Meliyana, warga Kupang Kota kepada Rilisid Lampung (Grup Rilisid) pada Senin (26/7/2021).

Karena merasa iba, sejumlah warga akhirnya membeli nasi kotak dengan lauk ayam sayur yang dibawa menggunakan sepeda motor.

Umi mengaku merugi jutaan rupiah akibat menerima orderan fiktif tersebut. Dia menerima pesanan 180 nasi kotak seharga Rp1,5 juta.

”Dia meyakinkan sekali minta 150 kotak pakai stereofoam dan yang 30 pakai kotak kertas,” ungkapnya.

Meski jadi korban penipuan, Umi belum melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian. Dia hanya berharap polisi bisa menyelidiki kasus yang dialaminya sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

Informasi yang dihimpun, sedikitnya ada empat pedagang kecil di Bandarlampung yang ditipu pemesan “gelap” dalam waktu hampir bersamaan. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya