Nasir: RLBA Satupena Ilegal, Pengacara Sebut Ada Upaya Kudeta
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Nasir: RLBA Satupena Ilegal, Pengacara Sebut Ada Upaya Kudeta

...
RILIS.ID
Jakarta
5 Agustus 2021 - 20:34 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Logo Satupena. Foto: Satupena.id

RILISID, Jakarta — Polemik di tubuh organisasi Persatuan Penulis Indonesia (Satupena) semakin panas. Setelah dipojokkan Kelompok Peduli Satupena lewat Rapat Luar Biasa Anggota (RLBA), giliran pengurus Satupena angkat bicara.

Ketua Umum Satupena Dr Nasir Tamara menyatakan RLBA Satupena pada 1 Agustus 2021 adalah ilegal karena tidak memenuhi syarat sesuai aturan organisasi. Dia bahkan menyebut RLBA digelar oleh sekelompok oknum.

"Sampai saat ini hanya ada satu organisasi Satupena," tandas Nasir Tamara dalam siaran pers yang diterima rilis.id, Kamis (5/8/2021).

Pers rilis ini disampaikan Ketua Bidang Humas dan Media Satupena, Fakhrunnas MA Jabbar dan diketahui oleh Nasir Sekretaris Umum Satupena Wina Armada.

Menurut Nasir, sampai saat ini belum ada perubahan jadwal Rapat Anggota (RA). Dia karenanya menegaskan bila ada pihak tertentu yang mengadakan RLBA adalah tidak sah (baca: RLBA Satupena Tolak LPj, Pengurus Hasil Kongres Solo Demisioner).

Kuasa hukum Satupena, Robby F Asshiddiqie menambahkan, ada upaya kudeta yang hendak dilakukan kubu yang mengaku caretaker RLBA Satupena.

Ia menerangkan masalah ini berawal dari permasalahan internal yang berujung mundurnya Sekretaris Umum Satupena, Mikke Soesanto.

Sejak itu, ada upaya menggiring arah RLBA. Padahal, sebelumnya sudah disepakati jadwal RA pada 15-16 Agustus 2021.

“Saya ditunjuk bukan untuk gagah-gagahan, tapi sebagai penasehat hukum yang membantu organisasi Satupena yang akan menyelenggarakan RA untuk menentukan perjalanan organisasi," ingat Robby.

Ia menyebut Nasir menyatakan belum perlu diadakan RLBA karena RA Satupena sudah dijadwalkan. 

“Tapi entah kenapa, mereka tetap memaksakan diri mengadakan RLBA. Ini berarti mereka sudah mantap untuk 'berseberangan' dengan badan pengurus dan organizing committee RA Satupena,” ujarnya.

Robby menyatakan apa yang dilakukan badan pengurus yang dipimpin Dr Nasurelah sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) Satupena. Badan pengurus tidak pernah melalaikan surat permintaan untuk RLBA Satupena.

“Kalau mereka bersandar pada Pasal 14 AD, badan pengurus kan diberikan waktu 30 hari sebetulnya untuk menyelenggarakan RLBA. Itu pun kalau dianggap perlu. Ini belum ada 30 hari mereka langsung frontal mengadakan RLBA sendiri," sesal Robby.

Seperti diberitakan, penyelenggara RLBA menganggap badan pengurus Satupena telah didemisionerkan.

Menurut mereka Nasir dan Wina sudah tidak lagi menjabat sebagai ketua umum dan sekretaris ymum Satupena.

Atas keputusan RLBA dimaksud, Robby mengungkapkan hal itu merupakan langkah kudeta Kelompok Peduli Satupena terhadap kepemimpinan ketua umum yang sah.

“Ini memang membuktikan bahwa sedari awal ada oknum-oknum yang mengkudeta kepemimpinan ketua umum dengan cara-cara pecah-belah yang benar-benar tidak elegan dan cenderung ingin merusak tatanan berorganisasi," paparnya.

"RA sudah disepakati 15-16 Agustus 2021, kenapa mereka langsung buru-buru menyelenggarakan RLBA untuk mendemisionerkan ketua umum pada 1 Agustus lalu? Apa namanya kalau bukan kudeta?” tambah Robby.

Robby karenanya menegaskan Badan Pengurus Perhimpunan Penulis Satupena di bawah Ketua Umum Nasir Tamara, Sekretaris Umum Wina Armada, dan Bendahara Umum Nasihin Masha tidak benar sudah demisioner.

Steering Comittee yang dipimpin Chappy Hakim dengan anggota antara lain Ilham Bintang, Azyumardi Azra, Komaruddin Hidayat, Eka Budianta, dan Andrik Purwosito juga telah merekomendasikan agar RA tetap diselenggarakan 15-16 Agustus 2021.

Organizing comittee sudah dibentuk dan disempurnakan keanggotaannya dan bekerja menyelenggarakan RA. Sebelum terselenggara RA, badan pengurus pimpinan Nasir Tamara tetap legal dan menjalankan sisa waktu kepengurusannya sampai RA yang legal," pungkas Robby. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya

Nasir: RLBA Satupena Ilegal, Pengacara Sebut Ada Upaya Kudeta

...
RILIS.ID
Jakarta
5 Agustus 2021 - 20:34 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Logo Satupena. Foto: Satupena.id

RILISID, Jakarta — Polemik di tubuh organisasi Persatuan Penulis Indonesia (Satupena) semakin panas. Setelah dipojokkan Kelompok Peduli Satupena lewat Rapat Luar Biasa Anggota (RLBA), giliran pengurus Satupena angkat bicara.

Ketua Umum Satupena Dr Nasir Tamara menyatakan RLBA Satupena pada 1 Agustus 2021 adalah ilegal karena tidak memenuhi syarat sesuai aturan organisasi. Dia bahkan menyebut RLBA digelar oleh sekelompok oknum.

"Sampai saat ini hanya ada satu organisasi Satupena," tandas Nasir Tamara dalam siaran pers yang diterima rilis.id, Kamis (5/8/2021).

Pers rilis ini disampaikan Ketua Bidang Humas dan Media Satupena, Fakhrunnas MA Jabbar dan diketahui oleh Nasir Sekretaris Umum Satupena Wina Armada.

Menurut Nasir, sampai saat ini belum ada perubahan jadwal Rapat Anggota (RA). Dia karenanya menegaskan bila ada pihak tertentu yang mengadakan RLBA adalah tidak sah (baca: RLBA Satupena Tolak LPj, Pengurus Hasil Kongres Solo Demisioner).

Kuasa hukum Satupena, Robby F Asshiddiqie menambahkan, ada upaya kudeta yang hendak dilakukan kubu yang mengaku caretaker RLBA Satupena.

Ia menerangkan masalah ini berawal dari permasalahan internal yang berujung mundurnya Sekretaris Umum Satupena, Mikke Soesanto.

Sejak itu, ada upaya menggiring arah RLBA. Padahal, sebelumnya sudah disepakati jadwal RA pada 15-16 Agustus 2021.

“Saya ditunjuk bukan untuk gagah-gagahan, tapi sebagai penasehat hukum yang membantu organisasi Satupena yang akan menyelenggarakan RA untuk menentukan perjalanan organisasi," ingat Robby.

Ia menyebut Nasir menyatakan belum perlu diadakan RLBA karena RA Satupena sudah dijadwalkan. 

“Tapi entah kenapa, mereka tetap memaksakan diri mengadakan RLBA. Ini berarti mereka sudah mantap untuk 'berseberangan' dengan badan pengurus dan organizing committee RA Satupena,” ujarnya.

Robby menyatakan apa yang dilakukan badan pengurus yang dipimpin Dr Nasurelah sesuai dengan Anggaran Dasar (AD) Satupena. Badan pengurus tidak pernah melalaikan surat permintaan untuk RLBA Satupena.

“Kalau mereka bersandar pada Pasal 14 AD, badan pengurus kan diberikan waktu 30 hari sebetulnya untuk menyelenggarakan RLBA. Itu pun kalau dianggap perlu. Ini belum ada 30 hari mereka langsung frontal mengadakan RLBA sendiri," sesal Robby.

Seperti diberitakan, penyelenggara RLBA menganggap badan pengurus Satupena telah didemisionerkan.

Menurut mereka Nasir dan Wina sudah tidak lagi menjabat sebagai ketua umum dan sekretaris ymum Satupena.

Atas keputusan RLBA dimaksud, Robby mengungkapkan hal itu merupakan langkah kudeta Kelompok Peduli Satupena terhadap kepemimpinan ketua umum yang sah.

“Ini memang membuktikan bahwa sedari awal ada oknum-oknum yang mengkudeta kepemimpinan ketua umum dengan cara-cara pecah-belah yang benar-benar tidak elegan dan cenderung ingin merusak tatanan berorganisasi," paparnya.

"RA sudah disepakati 15-16 Agustus 2021, kenapa mereka langsung buru-buru menyelenggarakan RLBA untuk mendemisionerkan ketua umum pada 1 Agustus lalu? Apa namanya kalau bukan kudeta?” tambah Robby.

Robby karenanya menegaskan Badan Pengurus Perhimpunan Penulis Satupena di bawah Ketua Umum Nasir Tamara, Sekretaris Umum Wina Armada, dan Bendahara Umum Nasihin Masha tidak benar sudah demisioner.

Steering Comittee yang dipimpin Chappy Hakim dengan anggota antara lain Ilham Bintang, Azyumardi Azra, Komaruddin Hidayat, Eka Budianta, dan Andrik Purwosito juga telah merekomendasikan agar RA tetap diselenggarakan 15-16 Agustus 2021.

Organizing comittee sudah dibentuk dan disempurnakan keanggotaannya dan bekerja menyelenggarakan RA. Sebelum terselenggara RA, badan pengurus pimpinan Nasir Tamara tetap legal dan menjalankan sisa waktu kepengurusannya sampai RA yang legal," pungkas Robby. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya