Motornya Digembok karena Telat Bayar Angsuran, Jurnalis dan Kader PP Datangi FIF Malang
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Motornya Digembok karena Telat Bayar Angsuran, Jurnalis dan Kader PP Datangi FIF Malang

...
Iwan Irawan
Malang
13 Oktober 2021 - 18:56 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Beberapa anggota PP Kota Malang berdiri di depan kantor FIF Malang 1, di Jalan Buring Klojen, Kota Malang. Foto Istimewa

RILISID, Malang — Tak terima sepeda motornya digembok dan dirantai oleh oknum karyawan Federal International Finance (FIF), seorang jurnalis di Kota Malang nekat mendatangi kantor FIF setempat, Rabu (13/10/2021).

Jurnalis bernama Sutikno (41), warga Kelurahan Pandanwangi, Blimbing, itu ditemani sejumlah kader Pemuda Pancasila setempat.

Sutikno mengaku terlambat membayar angsuran satu unit sepeda motor miliknya karena sedang kesulitan ekonomi.

Motor Sutikno digembok dan dirantai pada Selasa (12/10/2021). Ia tidak menyadari jika dirinya digiring ke kantor FIF dengan dalih koordinasi sekaligus mengomunikasikan keterlambatan pembayaran tersebut.

Pada hari yang sama, Sutikno juga telah melaporkan hal itu ke Polresta Malang Kota. Ia didampingi sejumlah pengacara.

Pada hari ini, Rabu (13/10/21), Sutikno didukung Pemuda Pancasila (PP) Kota Malang mendatangi Kantor FIF di Jalan Buring, Klojen, Kota Malang.

Ia mengklarifikasi sekaligus menyelesaikan persoalan tersebut. Hingga akhirnya, pihak FIF menawarkan solusi agar Sutikno bisa menyelesaikan angsuran di kantor FIF Malang 2 Singosari, Kabupaten Malang.

"Ini menjadi pengalaman, kedepannya akan lebih berhati-hati serta lebih tertib lagi di sisa angsuran yang menjadi tanggungannya," ujar Sutikno.

Perwakilan PP Kota Malang M. Ashari mengharapkan segera ada penyelesaian dari pihak FIF. Ia juga meminta peristiwa seperti ini tidak boleh terjadi lagi karena merugikan masyarakat.

"Kami berpesan, janganlah aktivitas semacam ini memberikan keresahan kepada masyarakat. Laksanakan tugasnya sesuai aturan mekanisme umumnya sesuai aturan yang ada," tegasnya.

Terpisah, Head Colector FIF Malang 1 Mashuda menyampaikan permasalahan Sutikno sudah ditemukan solusinya.

"Insyaallah, usai diselesaikan oleh nasabah. Maka haknya bisa didapatkan kembali, dan bisa menyelesaikan angsuran seperti biasanya secara tertib administrasi," ucap Mashuda.

"Kami juga menjadikan pengalaman, semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi (konflik). Tapi dengan syarat nasabah tidak boleh sampai wanprestasi dalam menyelesaikan pembayaran angsurannya alias mesti tertib," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Motornya Digembok karena Telat Bayar Angsuran, Jurnalis dan Kader PP Datangi FIF Malang

...
Iwan Irawan
Malang
13 Oktober 2021 - 18:56 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Beberapa anggota PP Kota Malang berdiri di depan kantor FIF Malang 1, di Jalan Buring Klojen, Kota Malang. Foto Istimewa

RILISID, Malang — Tak terima sepeda motornya digembok dan dirantai oleh oknum karyawan Federal International Finance (FIF), seorang jurnalis di Kota Malang nekat mendatangi kantor FIF setempat, Rabu (13/10/2021).

Jurnalis bernama Sutikno (41), warga Kelurahan Pandanwangi, Blimbing, itu ditemani sejumlah kader Pemuda Pancasila setempat.

Sutikno mengaku terlambat membayar angsuran satu unit sepeda motor miliknya karena sedang kesulitan ekonomi.

Motor Sutikno digembok dan dirantai pada Selasa (12/10/2021). Ia tidak menyadari jika dirinya digiring ke kantor FIF dengan dalih koordinasi sekaligus mengomunikasikan keterlambatan pembayaran tersebut.

Pada hari yang sama, Sutikno juga telah melaporkan hal itu ke Polresta Malang Kota. Ia didampingi sejumlah pengacara.

Pada hari ini, Rabu (13/10/21), Sutikno didukung Pemuda Pancasila (PP) Kota Malang mendatangi Kantor FIF di Jalan Buring, Klojen, Kota Malang.

Ia mengklarifikasi sekaligus menyelesaikan persoalan tersebut. Hingga akhirnya, pihak FIF menawarkan solusi agar Sutikno bisa menyelesaikan angsuran di kantor FIF Malang 2 Singosari, Kabupaten Malang.

"Ini menjadi pengalaman, kedepannya akan lebih berhati-hati serta lebih tertib lagi di sisa angsuran yang menjadi tanggungannya," ujar Sutikno.

Perwakilan PP Kota Malang M. Ashari mengharapkan segera ada penyelesaian dari pihak FIF. Ia juga meminta peristiwa seperti ini tidak boleh terjadi lagi karena merugikan masyarakat.

"Kami berpesan, janganlah aktivitas semacam ini memberikan keresahan kepada masyarakat. Laksanakan tugasnya sesuai aturan mekanisme umumnya sesuai aturan yang ada," tegasnya.

Terpisah, Head Colector FIF Malang 1 Mashuda menyampaikan permasalahan Sutikno sudah ditemukan solusinya.

"Insyaallah, usai diselesaikan oleh nasabah. Maka haknya bisa didapatkan kembali, dan bisa menyelesaikan angsuran seperti biasanya secara tertib administrasi," ucap Mashuda.

"Kami juga menjadikan pengalaman, semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi (konflik). Tapi dengan syarat nasabah tidak boleh sampai wanprestasi dalam menyelesaikan pembayaran angsurannya alias mesti tertib," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya