Mabes Polri Diserang Terduga Teroris, Pengamat: Ini Kecerobohan!
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Mabes Polri Diserang Terduga Teroris, Pengamat: Ini Kecerobohan!

...
Wirahadikusumah
JAKARTA
1 April 2021 - 11:50 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Pengamat Hukum Dr. Budiono/FOTO RILIS.ID

RILISID, JAKARTA — Penyerangan Mabes Polri oleh terduga teroris yang terjadi pada Rabu (31/3/2021) menuai sorotan berbagai pihak. Di antaranya datang dari pengamat hukum asal Universitas Lampung Dr. Budiono.

Ia menyesalkan, mengapa peristiwa itu bisa terjadi. Menurutnya, penyerangan itu dilakukan karena teroris ingin menebar teror kepada masyarakat, bahwa tempat yang dianggap paling aman saja bisa mereka serang.

Hal ini, kata dia, sangat kontradiktif dengan imbauan negara kepada masyarakat untuk tidak takut dengan teroris. Tentunya dengan jaminan keamanan yang diberikan oleh negara.

”Kalau kejadiannya seperti ini, bagaimana bisa menjamin keamanan masyarakat, jika Mabes Polri yang "jantungnya" keamanan saja bisa diserang teroris,” sesalnya.

Seharusnya, terus Budiono, Polri sudah meningkatkan antisipasi sejak terjadinya bom di Makasar. Dengan memperketat pengamanan pada objek-objek vital.

”Saya juga sebenarnya heran, mengapa perempuan itu bisa lolos di penjagaan. Bukankah di pandemi Covid-19 ini seharusnya penjagaan gedung-gedung perkantoran lebih ketat. Terlebih masuk Mabes Polri,” herannya.

Karenanya Budiono berharap, Kapolri mengevaluasi penjagaan di Mabes Polri dan kantor polisi di seluruh Indonesia.

”Termasuk juga mengevaluasi intelijen. Sebab, saya memandang ini ada unsur kecerobohannya,” pungkasnya.(*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Mabes Polri Diserang Terduga Teroris, Pengamat: Ini Kecerobohan!

...
Wirahadikusumah
JAKARTA
1 April 2021 - 11:50 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Pengamat Hukum Dr. Budiono/FOTO RILIS.ID

RILISID, JAKARTA — Penyerangan Mabes Polri oleh terduga teroris yang terjadi pada Rabu (31/3/2021) menuai sorotan berbagai pihak. Di antaranya datang dari pengamat hukum asal Universitas Lampung Dr. Budiono.

Ia menyesalkan, mengapa peristiwa itu bisa terjadi. Menurutnya, penyerangan itu dilakukan karena teroris ingin menebar teror kepada masyarakat, bahwa tempat yang dianggap paling aman saja bisa mereka serang.

Hal ini, kata dia, sangat kontradiktif dengan imbauan negara kepada masyarakat untuk tidak takut dengan teroris. Tentunya dengan jaminan keamanan yang diberikan oleh negara.

”Kalau kejadiannya seperti ini, bagaimana bisa menjamin keamanan masyarakat, jika Mabes Polri yang "jantungnya" keamanan saja bisa diserang teroris,” sesalnya.

Seharusnya, terus Budiono, Polri sudah meningkatkan antisipasi sejak terjadinya bom di Makasar. Dengan memperketat pengamanan pada objek-objek vital.

”Saya juga sebenarnya heran, mengapa perempuan itu bisa lolos di penjagaan. Bukankah di pandemi Covid-19 ini seharusnya penjagaan gedung-gedung perkantoran lebih ketat. Terlebih masuk Mabes Polri,” herannya.

Karenanya Budiono berharap, Kapolri mengevaluasi penjagaan di Mabes Polri dan kantor polisi di seluruh Indonesia.

”Termasuk juga mengevaluasi intelijen. Sebab, saya memandang ini ada unsur kecerobohannya,” pungkasnya.(*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya