Lembaga Eijkman Berduka, Peneliti Garda Terdepan Corona Meninggal Akibat Covid-19
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Lembaga Eijkman Berduka, Peneliti Garda Terdepan Corona Meninggal Akibat Covid-19

...
RILIS.ID
Jakarta
9 Juli 2021 - 22:27 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Foto: Instagram Eijkman

RILISID, Jakarta — Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) kembali menelan korban jiwa. Peneliti garda terdepan corona dari Lembaga Eijkman, Aris Supriyanto, meninggal dunia karena terinfeksi virus tersebut.

Kabar duka ini diumumkan Lembaga Eijkman melalui Instagram resminya, pada Jumat (9/7/2021). Aris merupakan peneliti yang sudah 13 tahun berkarya di Eijkman.

"Innalillahi wainnaillaihi rojiun. Telah meninggal dunia rekan sejawat kami, mentor dan senior kami, Aris Supriyanto," tulis Eijkman.

Pria kelahiran 30 April 1974 ini memiliki kiprah moncer. Ia ikut terlibat dalam penanganan pandemi Avian Influenza atau flu burung.

"Mas Aris sudah bekerja di LBM Eijkman selama 13 tahun dan berperan penting dalam penanganan berbagai pandemi sebelumnya seperti Avian Influenza (Flu Burung)," lanjut lembaga tersebut.

Tak hanya itu, Aris juga menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 sebagai High Containment Laboratory Engineer. Ia gugur saat berjuang melawan virus corona.

"Mas Aris menambah daftar para pahlawan kemanusiaan yang membaktikan hidupnya untuk sesama. Pandemi ini tidak melihat usia status, dan pekerjaan. Mari memperketat prokes kita," kata Eijkman.

"Selamat jalan Mas Aris. Kiranya amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT. Izinkan kami melanjutkan estafet perjuanganmu," tulis Lembaga Eijkman itu. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Lembaga Eijkman Berduka, Peneliti Garda Terdepan Corona Meninggal Akibat Covid-19

...
RILIS.ID
Jakarta
9 Juli 2021 - 22:27 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Foto: Instagram Eijkman

RILISID, Jakarta — Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) kembali menelan korban jiwa. Peneliti garda terdepan corona dari Lembaga Eijkman, Aris Supriyanto, meninggal dunia karena terinfeksi virus tersebut.

Kabar duka ini diumumkan Lembaga Eijkman melalui Instagram resminya, pada Jumat (9/7/2021). Aris merupakan peneliti yang sudah 13 tahun berkarya di Eijkman.

"Innalillahi wainnaillaihi rojiun. Telah meninggal dunia rekan sejawat kami, mentor dan senior kami, Aris Supriyanto," tulis Eijkman.

Pria kelahiran 30 April 1974 ini memiliki kiprah moncer. Ia ikut terlibat dalam penanganan pandemi Avian Influenza atau flu burung.

"Mas Aris sudah bekerja di LBM Eijkman selama 13 tahun dan berperan penting dalam penanganan berbagai pandemi sebelumnya seperti Avian Influenza (Flu Burung)," lanjut lembaga tersebut.

Tak hanya itu, Aris juga menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19 sebagai High Containment Laboratory Engineer. Ia gugur saat berjuang melawan virus corona.

"Mas Aris menambah daftar para pahlawan kemanusiaan yang membaktikan hidupnya untuk sesama. Pandemi ini tidak melihat usia status, dan pekerjaan. Mari memperketat prokes kita," kata Eijkman.

"Selamat jalan Mas Aris. Kiranya amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT. Izinkan kami melanjutkan estafet perjuanganmu," tulis Lembaga Eijkman itu. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya