Ketua Komisi II: Bongkar Mafia Penimbun Gula!
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Ketua Komisi II: Bongkar Mafia Penimbun Gula!

Bandarlampung
19 Maret 2020 - 14:39 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi, Ilustrasi: rilislampung.id/Kalbi Rikardo

RILISID, Bandarlampung — Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi mengaku kecewa dengan kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.

Pasalnya, Mabes Polri menemukan adanya pengusaha di Lampung yang menimbun gula, bahkan hingga 100 ribu ton.
“Kita akan segera panggil dinas terkait yang membidangi masalah itu. Kekhawairan kami (Komisi II) akhirnya terbukti, jika memang benar ada aksi penimbunan gula di Lampung,” tegasnya seperti diberitakan Rilis Lampung cetak, Kamis (19/3/2020). 

Sebab Wahrul melanjutkan, di Provinsi Lampung terdapat lebih dari tiga pabrik gula baik milik pemerintah maupun swasta, yang selama ini berkontribusi sekitar 35 persen untuk kebutuhan gula nasional.

“Jadi kalau gula langka itu aneh, karena Lampung ini gudangnya gula,” papar politisi Partai NasDem ini.
Ia menuding, kelangkaan gula pasir di pasar karena permainan mafia yang sengaja menimbun.

“Mereka paham betul prediksi permintaan pasar meningkat menjelang bulan Ramadhan dan lebaran. Ini kan membuat kacau,” tegasnya lagi.

Mantan Direktur LBH Bandar Lampung ini meminta Gubernur Lampung Arinal Junaidi segera turun tangan terkait banyaknya kasus penimbunan pangan seperti gula pasir dan bawang putih serta bahan pokoknya lainnya.

“Komoditas pangan untuk memenuhi hajat hidup orang banyak jangan sampai dipermainkan. Bagaimana Lampung mau Berjaya, mengurus kebutuhan dasar masyarakat saja belum jelas,” keluh Wahrul.

Selain mempertanyakan kinerja pemerintah daerah, Wahrul juga mendesak Polda Lampung untuk segera mengusut dan menangkap mafia gula yang menimbun gula di Lampung.

“Apapun alasannya, aksi penimbunan gula tidak dibenarkan. Kami minta Polda Lampung segera menangkap dan mengusut tuntas aksi penimbunan gula ini,” tegasnya lagi.

Diketahui, indikasi meroketnya harga dan kelangkaan gula lantaran aksi penimbunan, terbukti. Sebelumnya, Mabes Polri menemukan adanya pengusaha di Lampung yang menimbun gula, bahkan hingga 100 ribu ton.

“Kemarin kita laksanakan sidak ke Lampung. Ada beberapa perusahaan yang memiliki stok besar sekali, kurang lebih 75 ribu sampai 100 ribu ton. Dan itu tak terdata di kita,” kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, saat mengecek gudang PT Food Tjipinang Jaya, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (18/3).

Untuk itu, sambung Sigit, pihaknya meminta agar pengusaha tersebut berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk mendistribusikan gula ke DKI Jakarta, sehingga harga gula yang saat ini tinggi di pasaran bisa segera turun.

“Dan sepakat mulai hari ini akan dikirimkan kurang lebih 33 ribu ton. Untuk memenuhi stok gula yang ada di Jakarta. Dengan demikin saya harapkan harga akan segera turun,” ujar Kabareskrim.(*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Ketua Komisi II: Bongkar Mafia Penimbun Gula!

...
[email protected]
Bandarlampung
19 Maret 2020 - 14:39 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi, Ilustrasi: rilislampung.id/Kalbi Rikardo

RILISID, Bandarlampung — Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi mengaku kecewa dengan kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.

Pasalnya, Mabes Polri menemukan adanya pengusaha di Lampung yang menimbun gula, bahkan hingga 100 ribu ton.
“Kita akan segera panggil dinas terkait yang membidangi masalah itu. Kekhawairan kami (Komisi II) akhirnya terbukti, jika memang benar ada aksi penimbunan gula di Lampung,” tegasnya seperti diberitakan Rilis Lampung cetak, Kamis (19/3/2020). 

Sebab Wahrul melanjutkan, di Provinsi Lampung terdapat lebih dari tiga pabrik gula baik milik pemerintah maupun swasta, yang selama ini berkontribusi sekitar 35 persen untuk kebutuhan gula nasional.

“Jadi kalau gula langka itu aneh, karena Lampung ini gudangnya gula,” papar politisi Partai NasDem ini.
Ia menuding, kelangkaan gula pasir di pasar karena permainan mafia yang sengaja menimbun.

“Mereka paham betul prediksi permintaan pasar meningkat menjelang bulan Ramadhan dan lebaran. Ini kan membuat kacau,” tegasnya lagi.

Mantan Direktur LBH Bandar Lampung ini meminta Gubernur Lampung Arinal Junaidi segera turun tangan terkait banyaknya kasus penimbunan pangan seperti gula pasir dan bawang putih serta bahan pokoknya lainnya.

“Komoditas pangan untuk memenuhi hajat hidup orang banyak jangan sampai dipermainkan. Bagaimana Lampung mau Berjaya, mengurus kebutuhan dasar masyarakat saja belum jelas,” keluh Wahrul.

Selain mempertanyakan kinerja pemerintah daerah, Wahrul juga mendesak Polda Lampung untuk segera mengusut dan menangkap mafia gula yang menimbun gula di Lampung.

“Apapun alasannya, aksi penimbunan gula tidak dibenarkan. Kami minta Polda Lampung segera menangkap dan mengusut tuntas aksi penimbunan gula ini,” tegasnya lagi.

Diketahui, indikasi meroketnya harga dan kelangkaan gula lantaran aksi penimbunan, terbukti. Sebelumnya, Mabes Polri menemukan adanya pengusaha di Lampung yang menimbun gula, bahkan hingga 100 ribu ton.

“Kemarin kita laksanakan sidak ke Lampung. Ada beberapa perusahaan yang memiliki stok besar sekali, kurang lebih 75 ribu sampai 100 ribu ton. Dan itu tak terdata di kita,” kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, saat mengecek gudang PT Food Tjipinang Jaya, Kramatjati, Jakarta Timur, Rabu (18/3).

Untuk itu, sambung Sigit, pihaknya meminta agar pengusaha tersebut berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat untuk mendistribusikan gula ke DKI Jakarta, sehingga harga gula yang saat ini tinggi di pasaran bisa segera turun.

“Dan sepakat mulai hari ini akan dikirimkan kurang lebih 33 ribu ton. Untuk memenuhi stok gula yang ada di Jakarta. Dengan demikin saya harapkan harga akan segera turun,” ujar Kabareskrim.(*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya