Keluarga Korban Tabrak Lari Protes karena Almarhum Dinyatakan Positif Covid-19
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Keluarga Korban Tabrak Lari Protes karena Almarhum Dinyatakan Positif Covid-19

...
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
21 April 2021 - 22:26 WIB
Peristiwa | RILISID
...
ILUSTRASI: RILIS.ID/Kalbi Rikardo

RILISID, Bandarlampung — Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah kondisi yang dialami keluarga almarhum Deni Irawan, korban tabrak lari di Jalan Soekarno Hatta Bypass, Bandarlampung, Lampung, pada Selasa (20/4/2021).

Selain karena ditabrak oleh orang tak dikenal (OTK), Deni juga dinyatakan positif terinfeksi virus corona berdasarkan hasil tes usap.

Ditetapkannya almarhum sebagai pasien Covid-19 membuat keluarga geram. Mereka mempertanyakan hasil tes usap tersebut.

Dedi Pujianto selaku kakak kandung korban menduga ada kejanggalan atas ditetapkannya status almarhum positif Covid-19 berdasarkan test swab Naso Orofaring.

"Pertama, korban meninggal di tempat (TKP). Sepengetahuan saya, test swab naso orofaring melalui PCR itu berdasarkan hembusan udara melalui pernapasan," katanya seperti dilansir Rilislampung (Grup Rilis.id), Rabu (21/4/2021).

Kejanggalan kedua, lanjut Dedi, pihak keluarga hanya menerima data yang menerangkan bahwa almarhum positif corona dalam bentuk screnshoot atau tangkapan layar.

“Kenapa bukan dalam bentuk selembar kertas yang benar-benar berisi keterangan positif Covid-19, malah foto yang berisikan data saja, tidak ada penjelasannya,” sesalnya.

Menurut Dedi, sampai saat ini belum ada pihak rumah sakit atau puskesmas yang datang untuk melakukan test swab PCR kepada pihak kerabat yang kontak erat dengan korban.

"Kami berharap jangan sampai situasi berduka seperti ini, dimanfaatkan oleh oknum yang ingin mengklaim biaya penanganan Covid-19," tegasnya.

“Biar jelas semuanya, jangan sampai kami sudah ditimpa musibah kemudian muncul fitnah juga korban kena Covid-19,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terkait hal itu, salah satu petugas Puskesmas Waykandis Tere memberikan data penetapan Deni sebagai pasien Covid-19 dari Dinas Kesehatan Bandarlampung.

Dia mengaku mendapat notifikasi positifnya korban Deni pada Selasa (20/4/2021) pukul 22.00 WIB.

Kemudian dirinya mencoba mencari tahu alamat korban. Lalu pada Rabu (21/4/2021), Tere bersama RT dan Lurah Labuhandalam mendatangi rumah keluarga korban.

“Saya meminta agar pihak keluarga tidak menyebarkan informasi ke masyarakat luas, dan menyarankan isolasi mandiri terhadap keluarga,” katanya.

Tere mengklarifikasi bahwa bukti notifikasi baru sebatas pemberitahuan bahwa Deni terkonfirmasi positif Covid-19.

“Untuk bukti tertulisnya lebih lanjut menunggu Dinas Kesehatan Bandarlampung,” ucapnya.

Ia mengklaim akan memberikan fasilitas rapid test antigen kepada keluarga dan kerabat yang berkontak erat dengan almarhum Deni Irawan.

Juga kepada orang-orang yang kontak erat dengan korban baru tiga hari dapat terdeteksi dan dilakukan swab atau rapid test.

“Jumat (23/4/2021) lusa, kami akan memfasilitasi rapid test antigen dan semua biaya ditanggung pihak kami,” ujar Tere. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Keluarga Korban Tabrak Lari Protes karena Almarhum Dinyatakan Positif Covid-19

...
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
21 April 2021 - 22:26 WIB
Peristiwa | RILISID
...
ILUSTRASI: RILIS.ID/Kalbi Rikardo

RILISID, Bandarlampung — Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah kondisi yang dialami keluarga almarhum Deni Irawan, korban tabrak lari di Jalan Soekarno Hatta Bypass, Bandarlampung, Lampung, pada Selasa (20/4/2021).

Selain karena ditabrak oleh orang tak dikenal (OTK), Deni juga dinyatakan positif terinfeksi virus corona berdasarkan hasil tes usap.

Ditetapkannya almarhum sebagai pasien Covid-19 membuat keluarga geram. Mereka mempertanyakan hasil tes usap tersebut.

Dedi Pujianto selaku kakak kandung korban menduga ada kejanggalan atas ditetapkannya status almarhum positif Covid-19 berdasarkan test swab Naso Orofaring.

"Pertama, korban meninggal di tempat (TKP). Sepengetahuan saya, test swab naso orofaring melalui PCR itu berdasarkan hembusan udara melalui pernapasan," katanya seperti dilansir Rilislampung (Grup Rilis.id), Rabu (21/4/2021).

Kejanggalan kedua, lanjut Dedi, pihak keluarga hanya menerima data yang menerangkan bahwa almarhum positif corona dalam bentuk screnshoot atau tangkapan layar.

“Kenapa bukan dalam bentuk selembar kertas yang benar-benar berisi keterangan positif Covid-19, malah foto yang berisikan data saja, tidak ada penjelasannya,” sesalnya.

Menurut Dedi, sampai saat ini belum ada pihak rumah sakit atau puskesmas yang datang untuk melakukan test swab PCR kepada pihak kerabat yang kontak erat dengan korban.

"Kami berharap jangan sampai situasi berduka seperti ini, dimanfaatkan oleh oknum yang ingin mengklaim biaya penanganan Covid-19," tegasnya.

“Biar jelas semuanya, jangan sampai kami sudah ditimpa musibah kemudian muncul fitnah juga korban kena Covid-19,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terkait hal itu, salah satu petugas Puskesmas Waykandis Tere memberikan data penetapan Deni sebagai pasien Covid-19 dari Dinas Kesehatan Bandarlampung.

Dia mengaku mendapat notifikasi positifnya korban Deni pada Selasa (20/4/2021) pukul 22.00 WIB.

Kemudian dirinya mencoba mencari tahu alamat korban. Lalu pada Rabu (21/4/2021), Tere bersama RT dan Lurah Labuhandalam mendatangi rumah keluarga korban.

“Saya meminta agar pihak keluarga tidak menyebarkan informasi ke masyarakat luas, dan menyarankan isolasi mandiri terhadap keluarga,” katanya.

Tere mengklarifikasi bahwa bukti notifikasi baru sebatas pemberitahuan bahwa Deni terkonfirmasi positif Covid-19.

“Untuk bukti tertulisnya lebih lanjut menunggu Dinas Kesehatan Bandarlampung,” ucapnya.

Ia mengklaim akan memberikan fasilitas rapid test antigen kepada keluarga dan kerabat yang berkontak erat dengan almarhum Deni Irawan.

Juga kepada orang-orang yang kontak erat dengan korban baru tiga hari dapat terdeteksi dan dilakukan swab atau rapid test.

“Jumat (23/4/2021) lusa, kami akan memfasilitasi rapid test antigen dan semua biaya ditanggung pihak kami,” ujar Tere. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya