Kapolres Sambangi Rumah Pasien Covid-19 yang Diintimidasi Warga karena Beli Obat saat Isoman
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Kapolres Sambangi Rumah Pasien Covid-19 yang Diintimidasi Warga karena Beli Obat saat Isoman

...
RILIS.ID
Jakarta
10 Juli 2021 - 23:58 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Kapolres Jakut sambangi kediaman pasien Covid-19. Foto: Instagram

RILISID, Jakarta — Viral video pasien Covid-19 ditegur sejumlah warga karena berkeliaran saat isolasi mandiri (Isoman) direspons cepat oleh pihak kepolisian.

Kapolres Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan turun langsung ke kediaman pasien Covid-19 di Semper Barat, Kecamatan Cilincing, pada Sabtu (10/7/2021).

Guruh bersama Kapolsek Cilincing dan pengurus RT 14/RW 15 turut membawa sejumlah bantuan untuk pasien Covid-19 yang sedang menjalani isoman sejak dinyatakan terpapar virus corona pada Kamis (8/7/2021).

"Semoga warga yang terpapar Covid-19 segera sembuh dan pulih seperti sediakala," tulis Guruh di Instagram pribadinya @guruh_arif.

Sebelumnya, akun Facebook Adjie Sudarmaji mengunggah video pasien Covid-19 yang ditegur warga lantaran berkeliaran saat isoman di rumahnya, Jalan Tipar Selatan VII RT 014 RW 15 Kelurahan Semper Barat Kecamatan Cilincing.

Dalam postingannya, akun tersebut menuliskan ada sekeluarga yang isoman dan sudah kehabisan obat juga bahan makanan. Bukannya dibantu warga setempat, pasien tersebut malah diintimidasi.

"Kronologis: Keluarga teman yg td kirim WA bilang kalo keluarganya diintimidasi karena akan ke puskesmas dan membeli makan di dalam rumah ada 4 org (Ibu dan 3 anak remaja) 3 positif dan 1 negatif.. Yang negatif ini mau mencari obat ke puskesmas dan makanan tapi perlakuan warga setempat bukan membantu malah mengintimidasi," tulis Adjie Sudarmaji.


"Temen saya yang keluarganya terpapar itu sedang berada di Purwakarta karena ada pembatasan sampai sekarang masih tertahan di Purwakarta..," lanjutnya.

Beberapa jam berikutnya, sang pasien bernama Yola kemudian memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

"Saya ibu Yola (pasien Covid) yang diserang warga, begini kronologisnya: Hari Rabu (7/7/2021) pagi hari saya melakukan test antibodi, dan hasil reaktif, maka saya langsung melaporkan ke puskesmas terdekat biasa tempat saya berobat. Dan saya bertanya, ini maksudnya apa dengan hasil reaktif, dibilang pihak puskesmas saya positif Covid, lalu saya tanya, trus saya harus bagaimana? Pihak puskesmas bilang saya harus pulang nanti dihubungi kembali, maka saya pulang dan balik ke rumah," katanya.

Keesokan harinya atau Kamis (8/7), Yola dan anaknya melakukan tes antigen di sebuah klinik dan hasilnya positif terpapar corona.

"Saya dan kedua anak saya (Positif Covid-19). Tetapi anak saya yang kecil negatif, jadi yang positif 3 orang," ujarnya.

Singkat cerita, Yola masih tetap setia menunggu kedatangan pihak puskesmas, namun tak kunjung tiba hingga Kamis sore.

Pihaknya juga mengaku sudah menginformasikan perihal mereka terpapar Covid-19 kepada pengurus RT 014. Dan Ketua RT bilang akan diteruskan ke Satgas setempat.

"Malam hari hingga Jumat pagi, saya enggak bisa tidur. Dada saya terasa enggak enak, sebelah kiri, kadang berasa kadang ada. Maka, paginya saya berniat berobat ke puskesmas karena ada yang dirasa di dada saya, tapi sebelumnya saya mencoba nelpon ke WA RT 014 tetapi tidak terjawab, lalu saya dan anak saya mengeluarkan motor," ungkapnya.

"Saat saya mengeluarkan motor, nah...disinilah kejadiannya: *𝘸𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘴𝘢𝘺𝘢, 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘦𝘨𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘨𝘢𝘬 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩, 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘢𝘴𝘢𝘳 dan menunjukkan STIKER yang di tempel dirumah saya. Mereka menuduh saya keluar padahal isoman," lanjut Yola.

Saat keluar rumah untuk berobat, Yola mengaku kedua anaknya 'diserang' warga yang mayoritas orang dewasa.

"Saya itu pergi bukannya mau jalan-jalan. Saya pagi keluar karena dari semalaman tidur gak nyenyak dan saya merasakan dada saya agak sesak, maka saya langsung minta tolong anak saya untuk mengantarkan saya berobat ke puskesmas, tetapi apa yg saya terima, warga yang 4 orang itu menyerang kami, anak saya yang di rumah," tambahnya.

"Pagar rumah kami ditendang oleh warga yg ada di video itu. Sampai anak saya ketakutan dan cemas....sambil menangis sesenggukan, anak saya menelepon saya sambil menangis saat saya sedang di puskesmas," ia menambahkan.

Yola pun dibuat bingung dengan kejadian itu. Apalagi mendengar anaknya menelepon sambil menangis ketakutan saat dirinya sedang mengantre obat di puskesmas.

"Karena saya takut, mengkhawatirkan anak saya yang di rumah. Sambil masih antre, saya langsung menuju ke Polsek Cilincing melaporkan kejadian tersebut," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Kapolres Sambangi Rumah Pasien Covid-19 yang Diintimidasi Warga karena Beli Obat saat Isoman

...
RILIS.ID
Jakarta
10 Juli 2021 - 23:58 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Kapolres Jakut sambangi kediaman pasien Covid-19. Foto: Instagram

RILISID, Jakarta — Viral video pasien Covid-19 ditegur sejumlah warga karena berkeliaran saat isolasi mandiri (Isoman) direspons cepat oleh pihak kepolisian.

Kapolres Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan turun langsung ke kediaman pasien Covid-19 di Semper Barat, Kecamatan Cilincing, pada Sabtu (10/7/2021).

Guruh bersama Kapolsek Cilincing dan pengurus RT 14/RW 15 turut membawa sejumlah bantuan untuk pasien Covid-19 yang sedang menjalani isoman sejak dinyatakan terpapar virus corona pada Kamis (8/7/2021).

"Semoga warga yang terpapar Covid-19 segera sembuh dan pulih seperti sediakala," tulis Guruh di Instagram pribadinya @guruh_arif.

Sebelumnya, akun Facebook Adjie Sudarmaji mengunggah video pasien Covid-19 yang ditegur warga lantaran berkeliaran saat isoman di rumahnya, Jalan Tipar Selatan VII RT 014 RW 15 Kelurahan Semper Barat Kecamatan Cilincing.

Dalam postingannya, akun tersebut menuliskan ada sekeluarga yang isoman dan sudah kehabisan obat juga bahan makanan. Bukannya dibantu warga setempat, pasien tersebut malah diintimidasi.

"Kronologis: Keluarga teman yg td kirim WA bilang kalo keluarganya diintimidasi karena akan ke puskesmas dan membeli makan di dalam rumah ada 4 org (Ibu dan 3 anak remaja) 3 positif dan 1 negatif.. Yang negatif ini mau mencari obat ke puskesmas dan makanan tapi perlakuan warga setempat bukan membantu malah mengintimidasi," tulis Adjie Sudarmaji.


"Temen saya yang keluarganya terpapar itu sedang berada di Purwakarta karena ada pembatasan sampai sekarang masih tertahan di Purwakarta..," lanjutnya.

Beberapa jam berikutnya, sang pasien bernama Yola kemudian memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.

"Saya ibu Yola (pasien Covid) yang diserang warga, begini kronologisnya: Hari Rabu (7/7/2021) pagi hari saya melakukan test antibodi, dan hasil reaktif, maka saya langsung melaporkan ke puskesmas terdekat biasa tempat saya berobat. Dan saya bertanya, ini maksudnya apa dengan hasil reaktif, dibilang pihak puskesmas saya positif Covid, lalu saya tanya, trus saya harus bagaimana? Pihak puskesmas bilang saya harus pulang nanti dihubungi kembali, maka saya pulang dan balik ke rumah," katanya.

Keesokan harinya atau Kamis (8/7), Yola dan anaknya melakukan tes antigen di sebuah klinik dan hasilnya positif terpapar corona.

"Saya dan kedua anak saya (Positif Covid-19). Tetapi anak saya yang kecil negatif, jadi yang positif 3 orang," ujarnya.

Singkat cerita, Yola masih tetap setia menunggu kedatangan pihak puskesmas, namun tak kunjung tiba hingga Kamis sore.

Pihaknya juga mengaku sudah menginformasikan perihal mereka terpapar Covid-19 kepada pengurus RT 014. Dan Ketua RT bilang akan diteruskan ke Satgas setempat.

"Malam hari hingga Jumat pagi, saya enggak bisa tidur. Dada saya terasa enggak enak, sebelah kiri, kadang berasa kadang ada. Maka, paginya saya berniat berobat ke puskesmas karena ada yang dirasa di dada saya, tapi sebelumnya saya mencoba nelpon ke WA RT 014 tetapi tidak terjawab, lalu saya dan anak saya mengeluarkan motor," ungkapnya.

"Saat saya mengeluarkan motor, nah...disinilah kejadiannya: *𝘸𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘴𝘢𝘺𝘢, 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘦𝘨𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘺𝘢 𝘨𝘢𝘬 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩, 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘢𝘴𝘢𝘳 dan menunjukkan STIKER yang di tempel dirumah saya. Mereka menuduh saya keluar padahal isoman," lanjut Yola.

Saat keluar rumah untuk berobat, Yola mengaku kedua anaknya 'diserang' warga yang mayoritas orang dewasa.

"Saya itu pergi bukannya mau jalan-jalan. Saya pagi keluar karena dari semalaman tidur gak nyenyak dan saya merasakan dada saya agak sesak, maka saya langsung minta tolong anak saya untuk mengantarkan saya berobat ke puskesmas, tetapi apa yg saya terima, warga yang 4 orang itu menyerang kami, anak saya yang di rumah," tambahnya.

"Pagar rumah kami ditendang oleh warga yg ada di video itu. Sampai anak saya ketakutan dan cemas....sambil menangis sesenggukan, anak saya menelepon saya sambil menangis saat saya sedang di puskesmas," ia menambahkan.

Yola pun dibuat bingung dengan kejadian itu. Apalagi mendengar anaknya menelepon sambil menangis ketakutan saat dirinya sedang mengantre obat di puskesmas.

"Karena saya takut, mengkhawatirkan anak saya yang di rumah. Sambil masih antre, saya langsung menuju ke Polsek Cilincing melaporkan kejadian tersebut," pungkasnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya