Kapal Perang Amerika Serikat Masuk Pelindo II Panjang, Ada Apa?
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Kapal Perang Amerika Serikat Masuk Pelindo II Panjang, Ada Apa?

...
RILIS.ID
Bandarlampung
18 Juli 2021 - 22:42 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Kapal Perang Amerika Serikat sandar di Pelabuhan Panjang. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Kapal Perang USAV Harpers Ferry (LCU 2022) milik Angkatan Darat Amerika Serikat masuk ke wilayah Bandarlampung, Lampung, pada Minggu (18/7/2021).

Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Lampung Kolonel Laut (P) Nuryadi mengatakan Kapal US Army sandar di Dermaga A Pelabuhan PT Pelindo II Panjang, Bandarlampung.

Pihaknya langsung melaksanakan pengawasan dan pengamanan kegiatan (Waspamgiat) kedatangan Kapal US Army tersebut.

"Kunjungan kapal Amerika Serikat ini dalam melaksanakan latihan bersama Garuda Shield-15 tahun 2021 antara TNI AD dengan US ARMY di Puslatpur TNI AD Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan," kata Nuryadi dikutip dari laman resmi TNI AL, Minggu (18/7).

Kapal USAV HARPERS FERRY (LCU 2022) merupakan kapal Angkatan Darat Amerika Serikat jenis Amphibi dengan panjang 53 meter, lebar 12 meter, drart 3,5 meter, dan speed 11 knots. Awak kapal sebanyak 15 orang.

Selain itu, Kapal Perang USAV ini membawa peralatan dan perlengkapan latihan sebanyak 14 kontainer, yang rencananya akan diturunkan pada 22 Juli 2021.

Sebanyak 11 kontainer diturunkan di Pelabuhan Panjang untuk mendukung Latma di Baturaja. Sementara 3 kontainer lainnya tetap di atas kapal yang akan dibawa ke Balikpapan mendukung Latma di Amborawang, Kalimantan Timur.

"Penyambutan dan selama kapal sandar di pelabuhan tetap melaksanakan prosedur protokol kesehatan Covid-19 sesuai anjuran pemerintah," ujar Nuryadi.

Lebih lanjut, Nuryadi memastikan bahwa kegiatan sejalan dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono.

"Untuk mendukung dan jalin solidaritas dengan segenap komponen pertahanan dan keamanan negara menuju sinergitas dalam kesemestaan. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Populer

Tag Populer

  • #LampungJaya
  • #Covid19
  • #SertifikatTanah
  • #AbjadAkhir
  • #Aplikasi

Pilihan

Baca Juga

Kapal Perang Amerika Serikat Masuk Pelindo II Panjang, Ada Apa?

...
RILIS.ID
Bandarlampung
18 Juli 2021 - 22:42 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Kapal Perang Amerika Serikat sandar di Pelabuhan Panjang. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Kapal Perang USAV Harpers Ferry (LCU 2022) milik Angkatan Darat Amerika Serikat masuk ke wilayah Bandarlampung, Lampung, pada Minggu (18/7/2021).

Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Lampung Kolonel Laut (P) Nuryadi mengatakan Kapal US Army sandar di Dermaga A Pelabuhan PT Pelindo II Panjang, Bandarlampung.

Pihaknya langsung melaksanakan pengawasan dan pengamanan kegiatan (Waspamgiat) kedatangan Kapal US Army tersebut.

"Kunjungan kapal Amerika Serikat ini dalam melaksanakan latihan bersama Garuda Shield-15 tahun 2021 antara TNI AD dengan US ARMY di Puslatpur TNI AD Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatera Selatan," kata Nuryadi dikutip dari laman resmi TNI AL, Minggu (18/7).

Kapal USAV HARPERS FERRY (LCU 2022) merupakan kapal Angkatan Darat Amerika Serikat jenis Amphibi dengan panjang 53 meter, lebar 12 meter, drart 3,5 meter, dan speed 11 knots. Awak kapal sebanyak 15 orang.

Selain itu, Kapal Perang USAV ini membawa peralatan dan perlengkapan latihan sebanyak 14 kontainer, yang rencananya akan diturunkan pada 22 Juli 2021.

Sebanyak 11 kontainer diturunkan di Pelabuhan Panjang untuk mendukung Latma di Baturaja. Sementara 3 kontainer lainnya tetap di atas kapal yang akan dibawa ke Balikpapan mendukung Latma di Amborawang, Kalimantan Timur.

"Penyambutan dan selama kapal sandar di pelabuhan tetap melaksanakan prosedur protokol kesehatan Covid-19 sesuai anjuran pemerintah," ujar Nuryadi.

Lebih lanjut, Nuryadi memastikan bahwa kegiatan sejalan dengan instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono.

"Untuk mendukung dan jalin solidaritas dengan segenap komponen pertahanan dan keamanan negara menuju sinergitas dalam kesemestaan. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya