Jasad Bocah Ini Ditemukan Mengapung di Teluk Lampung Usai sang Ayah Kumandangkan Azan
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Jasad Bocah Ini Ditemukan Mengapung di Teluk Lampung Usai sang Ayah Kumandangkan Azan

...
Dora Afrohah
Bandarlampung
18 Mei 2021 - 13:19 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Warga temukan jasad Shakel di perairan Teluk Lampung, Selasa (18/5/2021). Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Penemuan jasad Muhammad Arvansa Shakel, bocah 3,5 tahun yang mengapung di Teluk Lampung pada Selasa (18/5/2021) pagi, membuat geger warga Gunung Kunyit, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumiwaras, Kota Bandarlampung.

Jasad Shakel yang hanyut terseret arus di saluran drainase Pasar Tugu Kecamatan Tanjungkarang Timur sejauh 6,2 kilometer itu pertama kali ditemukan oleh Deni Firmanto (40), warga Gunung Kunyit.

Sebelumnya, tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas Lampung, BPBD Bandarlampung, TNI dan Polri telah melakukan pencarian sejak bocah malang tersebut dinyatakan hilang, tepatnya pada Minggu (16/5/2021) sekitar pukul 14.00 WIB.

Deni Firmanto mengaku awalnya hendak berenang dan tiba-tiba melihat penampakan sesosok jasad mengapung di tepi muara, tepatnya sekitar 5 meter dari bibir muara Gunung Kunyit.

"Awalnya saya mau berenang, saya lihat ada seperti boneka mengapung. Setelah saya dekati ternyata itu sosok mayat," kata Deni.

Deni menjelaskan kondisi jasad Shakel masih utuh dan baik saat dirinya melakukan evakuasi.

"Hanya saja agak lebam," ungkapnya.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Lampung Basri membenarkan bahwa jenazah Shakel pertama kali ditemukan oleh warga.

”Tim menerima info dari keluarga korban bahwa ada warga di sekitar muara Gunung Kunyit yang menemukan satu jenazah di sekitar 5 meter dari bibir pantai,” katanya.

Tim SAR gabungan bersama keluarga korban kemudian menuju lokasi dan tiba pada pukul 06.35 WIB.

Pihak keluarga membenarkan bahwa jenazah tersebut adalah Muhammad Arvansa Shakel (3,5) yang dilaporkan hanyut di gorong-gorong sekitar Pasar Tugu pada Minggu (16/5/2021).

”Lokasi penemuan korban sekitar 6,2 km arah selatan tenggara dari lokasi kejadian,” ujar Basri.

Setelah dievakuasi, jenazah Shakel langsung dibawa ke kediaman duka dan telah dimakamkan di TPU Blok 7 Kelurahan Sawahbrebes, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandarlampung.

Ayah korban Krisna Bayu Arengga mengucapkan terima kasih atas bantuan semua pihak yang sudah turut mencari anaknya.

"Terima kasih buat semua. Anak saya Muhammad Arvansa Shakel bin Krisna Bayu Arengga telah ditemukan. Mohon maaf lahir batin ya kalau tidak balas satu per satu chat," ucap Krisna seperti dilansir Rilisidlampung (Grup Rilis.id), Selasa (18/5).

Krisna juga sebelumnya ikut masuk ke gorong-gorong untuk mencari anak ketiganya tersebut.

Bahkan warga Gang Bukit I, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Tanjungkarang Timur, itu melantukan azan demi menemukan buah hatinya.

Suasana pun berubah mengharu biru usai Krisna mengumandangkan azan. Sejumlah warga yang berada di lokasi ikut merasakan kesedihan yang dialami bapak empat anak tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana yang mengunjungi rumah korban turut menyampaikan rasa duka yang mendalam.

"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Apapun yang diberikan oleh Allah SWT adalah kebaikan untuk kita," kata Eva.

Diketahui, Shakel dinyatakan hilang saat bermain hujan-hujanan pada Minggu (16/5/2021) sekitar pukul 14.00 WIB.

Anak ketiga dari Krisna dan Santi itu diduga hanyut terseret air di gorong-gorong sekitar Pasar Tugu, Jalan Hayam Huruk. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Jasad Bocah Ini Ditemukan Mengapung di Teluk Lampung Usai sang Ayah Kumandangkan Azan

...
Dora Afrohah
Bandarlampung
18 Mei 2021 - 13:19 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Warga temukan jasad Shakel di perairan Teluk Lampung, Selasa (18/5/2021). Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Penemuan jasad Muhammad Arvansa Shakel, bocah 3,5 tahun yang mengapung di Teluk Lampung pada Selasa (18/5/2021) pagi, membuat geger warga Gunung Kunyit, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumiwaras, Kota Bandarlampung.

Jasad Shakel yang hanyut terseret arus di saluran drainase Pasar Tugu Kecamatan Tanjungkarang Timur sejauh 6,2 kilometer itu pertama kali ditemukan oleh Deni Firmanto (40), warga Gunung Kunyit.

Sebelumnya, tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas Lampung, BPBD Bandarlampung, TNI dan Polri telah melakukan pencarian sejak bocah malang tersebut dinyatakan hilang, tepatnya pada Minggu (16/5/2021) sekitar pukul 14.00 WIB.

Deni Firmanto mengaku awalnya hendak berenang dan tiba-tiba melihat penampakan sesosok jasad mengapung di tepi muara, tepatnya sekitar 5 meter dari bibir muara Gunung Kunyit.

"Awalnya saya mau berenang, saya lihat ada seperti boneka mengapung. Setelah saya dekati ternyata itu sosok mayat," kata Deni.

Deni menjelaskan kondisi jasad Shakel masih utuh dan baik saat dirinya melakukan evakuasi.

"Hanya saja agak lebam," ungkapnya.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Lampung Basri membenarkan bahwa jenazah Shakel pertama kali ditemukan oleh warga.

”Tim menerima info dari keluarga korban bahwa ada warga di sekitar muara Gunung Kunyit yang menemukan satu jenazah di sekitar 5 meter dari bibir pantai,” katanya.

Tim SAR gabungan bersama keluarga korban kemudian menuju lokasi dan tiba pada pukul 06.35 WIB.

Pihak keluarga membenarkan bahwa jenazah tersebut adalah Muhammad Arvansa Shakel (3,5) yang dilaporkan hanyut di gorong-gorong sekitar Pasar Tugu pada Minggu (16/5/2021).

”Lokasi penemuan korban sekitar 6,2 km arah selatan tenggara dari lokasi kejadian,” ujar Basri.

Setelah dievakuasi, jenazah Shakel langsung dibawa ke kediaman duka dan telah dimakamkan di TPU Blok 7 Kelurahan Sawahbrebes, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandarlampung.

Ayah korban Krisna Bayu Arengga mengucapkan terima kasih atas bantuan semua pihak yang sudah turut mencari anaknya.

"Terima kasih buat semua. Anak saya Muhammad Arvansa Shakel bin Krisna Bayu Arengga telah ditemukan. Mohon maaf lahir batin ya kalau tidak balas satu per satu chat," ucap Krisna seperti dilansir Rilisidlampung (Grup Rilis.id), Selasa (18/5).

Krisna juga sebelumnya ikut masuk ke gorong-gorong untuk mencari anak ketiganya tersebut.

Bahkan warga Gang Bukit I, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Tanjungkarang Timur, itu melantukan azan demi menemukan buah hatinya.

Suasana pun berubah mengharu biru usai Krisna mengumandangkan azan. Sejumlah warga yang berada di lokasi ikut merasakan kesedihan yang dialami bapak empat anak tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana yang mengunjungi rumah korban turut menyampaikan rasa duka yang mendalam.

"Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Apapun yang diberikan oleh Allah SWT adalah kebaikan untuk kita," kata Eva.

Diketahui, Shakel dinyatakan hilang saat bermain hujan-hujanan pada Minggu (16/5/2021) sekitar pukul 14.00 WIB.

Anak ketiga dari Krisna dan Santi itu diduga hanyut terseret air di gorong-gorong sekitar Pasar Tugu, Jalan Hayam Huruk. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya