Ini Penyebab KM Entebe Express Terdampar di Perairan Mamuju Tengah Sulbar
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Ini Penyebab KM Entebe Express Terdampar di Perairan Mamuju Tengah Sulbar

...
Wahyuandi
Mamuju Tengah, Sulawesi Barat
29 November 2021 - 14:33 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Kapten KM Entebe Ekspress, Keisya Julia. Foto: Wahyuandi

RILISID, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat — Kapal perintis KM Entebe Express rute Mamuju, Sulawesi Barat-Bontang, Kalimantan Timur kandas di perairan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng).

KM Entebe Express yang berlayar dari Pelabuhan TPI Mamuju, kandas setelah kapten kapal memutuskan memutar haluan akibat tingginya badai dan gelombang di perairan Budong-budong Kabupaten Mateng.

Akibat cuaca buruk di wilayah tersebut, Kapal bermuatan 126 orang dan 18 Anak Buah Kapal (ABK), sempat terombang-ambing akibat gelombang tinggi.

Sehingga, Kapal tersebut terpaksa kandas tak jauh dari bibir pantai di Desa Lumu, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah.

Kapten Kapal, Kesya Julia menjelaskan, KM Entebe Express hendak berlayar dari Budong-budong, Mamuju, ke Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Namun, dalam diperjalanan tepat di sekitar Pantai Desa Lumu, terjadi cuaca buruk yang menyebabkan gelombang tinggi, hingga ia memutuskan untuk putar balik.

Saat hendak putar balik ke pelabuhan Budong-budong, cuaca semakin buruk, ombak pun kian besar menghatam Kapal dari arah sebelah kiri Kapal, akhirnya rencana putar balik gagal.

Kapten kapal memutuskan untuk mematikan mesin Kapal dan menurunkan jangkar, di posisi yang dianggap aman. Namun, karena cuaca semakin memburuk, jangkar kapal terputus.

"Setelah jangkar Kapal putus, kami nyalakan mesin mau keluar tetapi sudah tidak bisa, Kapal terus terseret ombak dan akhirnya kandas," jelas Kesya Julia, Senin (29/11/2021).

Beruntun kata Kesya, Kapal kandas tak jauh dari bibir pantai, sehingga memudahkan untuk mengevakuasi para penumpang.

"Alhamdulillah semua penumpang dan ABK selamat," katanya.

Setelah berhasil dievakuasi, 126 dan 18 ABK dibawa ke rumah-rumah warga sekitar, untuk diamankan sementara.

Berdasar informasi yang dihimpun, sebagian penumpang sudah dijemput oleh keluarga untuk dibawa ke rumah masing-masing. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Ini Penyebab KM Entebe Express Terdampar di Perairan Mamuju Tengah Sulbar

...
Wahyuandi
Mamuju Tengah, Sulawesi Barat
29 November 2021 - 14:33 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Kapten KM Entebe Ekspress, Keisya Julia. Foto: Wahyuandi

RILISID, Mamuju Tengah, Sulawesi Barat — Kapal perintis KM Entebe Express rute Mamuju, Sulawesi Barat-Bontang, Kalimantan Timur kandas di perairan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng).

KM Entebe Express yang berlayar dari Pelabuhan TPI Mamuju, kandas setelah kapten kapal memutuskan memutar haluan akibat tingginya badai dan gelombang di perairan Budong-budong Kabupaten Mateng.

Akibat cuaca buruk di wilayah tersebut, Kapal bermuatan 126 orang dan 18 Anak Buah Kapal (ABK), sempat terombang-ambing akibat gelombang tinggi.

Sehingga, Kapal tersebut terpaksa kandas tak jauh dari bibir pantai di Desa Lumu, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah.

Kapten Kapal, Kesya Julia menjelaskan, KM Entebe Express hendak berlayar dari Budong-budong, Mamuju, ke Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Namun, dalam diperjalanan tepat di sekitar Pantai Desa Lumu, terjadi cuaca buruk yang menyebabkan gelombang tinggi, hingga ia memutuskan untuk putar balik.

Saat hendak putar balik ke pelabuhan Budong-budong, cuaca semakin buruk, ombak pun kian besar menghatam Kapal dari arah sebelah kiri Kapal, akhirnya rencana putar balik gagal.

Kapten kapal memutuskan untuk mematikan mesin Kapal dan menurunkan jangkar, di posisi yang dianggap aman. Namun, karena cuaca semakin memburuk, jangkar kapal terputus.

"Setelah jangkar Kapal putus, kami nyalakan mesin mau keluar tetapi sudah tidak bisa, Kapal terus terseret ombak dan akhirnya kandas," jelas Kesya Julia, Senin (29/11/2021).

Beruntun kata Kesya, Kapal kandas tak jauh dari bibir pantai, sehingga memudahkan untuk mengevakuasi para penumpang.

"Alhamdulillah semua penumpang dan ABK selamat," katanya.

Setelah berhasil dievakuasi, 126 dan 18 ABK dibawa ke rumah-rumah warga sekitar, untuk diamankan sementara.

Berdasar informasi yang dihimpun, sebagian penumpang sudah dijemput oleh keluarga untuk dibawa ke rumah masing-masing. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya