Gara-gara Surat Terbuka agar Babinsa Tak Dipanggil Polisi, Brigjen Junior Akan Diperiksa
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Gara-gara Surat Terbuka agar Babinsa Tak Dipanggil Polisi, Brigjen Junior Akan Diperiksa

...
RILIS.ID
Jakarta
21 September 2021 - 22:32 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Irdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Junior Tumilaar. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Viral surat terbuka Inspektur Kodam (Irdam) XIII/Merdeka Brigjen TNI Junior Tumilaar yang ditujukan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, di media sosial (medsos).

Menyikapi hal itu, Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) Letjen TNI Chandra W. Sukotjo berencana akan memeriksa Brigjen Junior.

Danpuspomad mengatakan pemeriksaan terkait viralnya surat terbuka dengan tulisan tangan yang ditujukan kepada Kapolri dan beredarnya rekaman video pernyataan yang dibuat oleh Brigjen Junior di media sosial.

"Pemeriksaan terhadap Irdam XIII/Merdeka tersebut di Puspomad Jakarta, terkait adanya dugaan bahwa hal-hal yang disampaikan mengandung berita yang tidak sesuai dengan fakta yang ada," ujar Danpuspomad dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/9/2021).

Dalam suratnya, Brigjen Junior meminta kepada Kapolri agar Bintara Pembina Desa (Babinsa) tidak perlu sampai dipanggil ke kantor polisi untuk diperiksa.

Awalnya, jenderal bintang satu itu mengungkap Babinsa hanya berpihak kepada rakyat bernama Ari Tahiru (67), yang sedang berhadapan dengan masalah konflik lahan di Sulawesi Utara (Sulut).

Ia kemudian menembuskan surat terbukanya kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa hingga anggota Komisi III DPR RI F-NasDem Hillary Brigitta Lasut.

Berikut isi surat terbuka Brigjen Junior yang diterima Rilisid:

Salam sinergitas TNI-Polri dan salam presisi.

Saya bersurat dimotivasi oleh kebenaran berdasarkan Ketuhanan Allah Yang Maha Esa-Maha Kasih Yang bernama Yehuwa.

Saya Brigjen TNI Junior Tumilaar (Irdam XIII/Merdeka) memberitahukan dan bermohon agar Babinsa (Bintara Pembina Desa) jangan dibuat surat panggilan Polri. Para Babinsa itu bagian dari sistem pertahanan Negara di darat. Para Babinsa diajari untuk tidak sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat, bahkan wajib mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.

Kami beritahukan kepada Bapak Kapolri, bahwa ada rakyat bernama Bapak Ari Tahiru rakyat miskin dan buta huruf berumur 67 tahun ditangkap ditahan karena laporan dari PT Ciputra International/Perumahan Citraland. Bapak Ari Tahiru sampai surat ini dibuat masih ditahan (± 1/2 bulan). Juga Bapak Ari Tahiru ini pemilik tanah waris yang dirampas/diduduki

PT Ciputra International/Perumahan Citraland (memang beberapa penghuni anggota Polri). Bapak Ari Tahiru sebagai rakyat minta perlindungan Babinsa, itu pun Babinsa kami pun dipanggil Polri/Polresta Manado.

Selain itu, pasukan Brimob Polda Sulut bersenjata mendatangi Babinsa kami yang sedang bertugas di tanah Bapak Edwin Lomban yang sudah ada putusan Mahkamah Agung Nomor 3030 K tahun 2016.

Atas laporan PT Ciputra International/Perumahan Citraland, Polresta Manado membuat surat panggilan kepada Babinsa. Akhir kata Demi Allah Yang Maha Esa-Maha Kasih, mari kita bela rakyat miskin/kecil dan jangan bela perusahaan yang merampas tanah-tanah rakyat. Terima kasih, semoga diberkati Allah Yehuwa.

Saya Tentara Rakyat

Junior Tumilaar Brigjen TNI

Tembusan:

1. Panglima TNI
2. Kasad
3. Pangdam XIII/Merdeka
4. James Tuwo (Pengacara Ari Tahiru dan Edwin Lomban)
5. Ibu Brigita H Lasut

(*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Gara-gara Surat Terbuka agar Babinsa Tak Dipanggil Polisi, Brigjen Junior Akan Diperiksa

...
RILIS.ID
Jakarta
21 September 2021 - 22:32 WIB
Peristiwa | RILISID
...
Irdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Junior Tumilaar. Foto: Istimewa

RILISID, Jakarta — Viral surat terbuka Inspektur Kodam (Irdam) XIII/Merdeka Brigjen TNI Junior Tumilaar yang ditujukan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, di media sosial (medsos).

Menyikapi hal itu, Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Danpuspomad) Letjen TNI Chandra W. Sukotjo berencana akan memeriksa Brigjen Junior.

Danpuspomad mengatakan pemeriksaan terkait viralnya surat terbuka dengan tulisan tangan yang ditujukan kepada Kapolri dan beredarnya rekaman video pernyataan yang dibuat oleh Brigjen Junior di media sosial.

"Pemeriksaan terhadap Irdam XIII/Merdeka tersebut di Puspomad Jakarta, terkait adanya dugaan bahwa hal-hal yang disampaikan mengandung berita yang tidak sesuai dengan fakta yang ada," ujar Danpuspomad dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/9/2021).

Dalam suratnya, Brigjen Junior meminta kepada Kapolri agar Bintara Pembina Desa (Babinsa) tidak perlu sampai dipanggil ke kantor polisi untuk diperiksa.

Awalnya, jenderal bintang satu itu mengungkap Babinsa hanya berpihak kepada rakyat bernama Ari Tahiru (67), yang sedang berhadapan dengan masalah konflik lahan di Sulawesi Utara (Sulut).

Ia kemudian menembuskan surat terbukanya kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa hingga anggota Komisi III DPR RI F-NasDem Hillary Brigitta Lasut.

Berikut isi surat terbuka Brigjen Junior yang diterima Rilisid:

Salam sinergitas TNI-Polri dan salam presisi.

Saya bersurat dimotivasi oleh kebenaran berdasarkan Ketuhanan Allah Yang Maha Esa-Maha Kasih Yang bernama Yehuwa.

Saya Brigjen TNI Junior Tumilaar (Irdam XIII/Merdeka) memberitahukan dan bermohon agar Babinsa (Bintara Pembina Desa) jangan dibuat surat panggilan Polri. Para Babinsa itu bagian dari sistem pertahanan Negara di darat. Para Babinsa diajari untuk tidak sekali-kali menakuti dan menyakiti hati rakyat, bahkan wajib mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya.

Kami beritahukan kepada Bapak Kapolri, bahwa ada rakyat bernama Bapak Ari Tahiru rakyat miskin dan buta huruf berumur 67 tahun ditangkap ditahan karena laporan dari PT Ciputra International/Perumahan Citraland. Bapak Ari Tahiru sampai surat ini dibuat masih ditahan (± 1/2 bulan). Juga Bapak Ari Tahiru ini pemilik tanah waris yang dirampas/diduduki

PT Ciputra International/Perumahan Citraland (memang beberapa penghuni anggota Polri). Bapak Ari Tahiru sebagai rakyat minta perlindungan Babinsa, itu pun Babinsa kami pun dipanggil Polri/Polresta Manado.

Selain itu, pasukan Brimob Polda Sulut bersenjata mendatangi Babinsa kami yang sedang bertugas di tanah Bapak Edwin Lomban yang sudah ada putusan Mahkamah Agung Nomor 3030 K tahun 2016.

Atas laporan PT Ciputra International/Perumahan Citraland, Polresta Manado membuat surat panggilan kepada Babinsa. Akhir kata Demi Allah Yang Maha Esa-Maha Kasih, mari kita bela rakyat miskin/kecil dan jangan bela perusahaan yang merampas tanah-tanah rakyat. Terima kasih, semoga diberkati Allah Yehuwa.

Saya Tentara Rakyat

Junior Tumilaar Brigjen TNI

Tembusan:

1. Panglima TNI
2. Kasad
3. Pangdam XIII/Merdeka
4. James Tuwo (Pengacara Ari Tahiru dan Edwin Lomban)
5. Ibu Brigita H Lasut

(*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya